Wednesday, October 3, 2012
Friday, September 28, 2012
[Traveling] Di Ketinggian Ciburial
Sehari di Ketinggian Ciburial
Oleh Benny Rhamdani,
traveler tinggal di Bandung
Jangan hanya keluar masuk factory outlet bila berwisata ke Bandung, Jawa Barat. Masih
banyak pilihan obyek wisata yang
menarik, mulai dari wisata kuliner, sejarah, pertanian, hingga kesenian. Coba
melangkah ke utara kota Bandung, menuju kawasan Ciburial, Kabupaten Bandung.
Desa Ciburial selain merupakan daerah pertanian subur, juga
memiliki panorama alam yang sangat indah. Kawasan Ciburial tergolong dataran tinggi karena berada pada ketinggian antara 750 s.d. 1.200 m.
Saya melakukan perjalanan wisata kali ini bersama isteri dan
anak. Saya memang ingin berwisata sambil mengenalkan banyak pengetahuan kepada
anak. Kami menuju Desa Ciburial melalui
Jalan Ir H. Djuanda hingga melewati terminal angkot Dago. Setelah melewati
batas wilayah Kotamadya Bandung, sebenarnya kami sudah memasuki wilayah Desa
Ciburial. Tapi warga kota Bandung lebih mengenalnya dengan sebutan Dago Atas atau
Dago Pakar atau Bukit Dago.
Goa Jepang dan
Belanda
Pilihan pertama kami adalah mengunjungi Taman Hutan Raya
(Tahura) Ir Djuanda. Kami masuk melalui pintu utama dari Jalan Bukit Pakar
Barat. Begitu melewati gerbang dengan tiket Rp8.500 per orang, kami langsung
disambut aroma pepohonan pinus yang
menyegarkan paru-paru.
Di taman hutan seluas 527
hektar ini, obyek yang paling menarik adalah Goa Jepang dan Goa Belanda. Goa Jepang
berjarak 600 meter dari pintu masuk Dago Pakar. Untuk masuk ke dalamnya, kita
harus menyewa senter, sekaligus dengan pemandu karena di dalam goa sangat gelap
gulita.
Sepanjang perjalanan, anak saya banyak bertanya soal
penjajahan Jepang. Mulai dari alasan Jepang menjajah, berapa lama menjajah,
hingga bagaimana Jepang kalah di
Indonesia. Begitu pula saat memasuki Goa Belanda empat ratus meter selanjutnya.
Belajar sejarah dapat, tubuh sehat juga dapat.
Untuk mencapai kedua goa ini bisa dilakukan dengan
menggunakan jasa ojek. Bahkan sampai masuk melihat air terjun Curug Ciomas.
Tapi kami memutuskan tetap berjalan kaki. Barulah pulangnya, karena matahari mulai
menyengat, putra kami memilih menunggang kuda dengan tarif Rp.10.000 sampai
mendekati gerbang utama. .
Selasar Sunaryo
Setelah dua dua jam lebih menjelajah Tahura Djuanda, dalam
waktu sepuluh menit mengendarai mobil kami sudah tiba di Selasar Sunaryo. Bagi
publik seni, Selasar Sunaryo Art Space bukanlah nama yang asing. Berada di
Jalan Bukit Pakar Timur di No 100, tempat ini menawarkan segala bentuk karya
seni yang layak untuk diapresiasi. Tujuan saya ke tempat ini adalah mengenalkan
dunia seni kepada anak saya. Karena di tempat ini kita bisa melihat karya seni
lukis dan karya seni patung.
Di galeri lukisan kita tidak bisa sembarangan memotret. Tak
apa, yang penting kita masih bisa melihatnya. Sayangnya, saat itu tidak ada
program pameran khusus. Padahal Selasar Sunaryo memiliki program yang padat,
hampir 15 kali dalam setahun.
Masih di lokasi yang sama, ada tempat ngopi yang disebut
Kopi Selasar. Saat kami datang, tidak tersedia tempat duduk lagi saking
penuhnya. Padahal, saya berniat rehat sejenak sembari menghirup kopi di Kopi
Selasar yang terkenal. Ahirnya kami memutuskan mencari tempat makan siang
sekalian.
Love Lock
Di sepanjang Jalan Bukit Pakar Timur banyak sekali resto
dengan berbagai jenis makanan. Karena ingin resto yang menyajikan masakan Sunda
dan modern serta memiliki pilihan menu yang cocok untuk anak, maka kami memilih
Lisung. Salah satu alasan paling kuat memilih Lisung, resto ini memiliki desain
interior yang Indonesia banget, belum lagi view kota Bandung di kejauhan.
Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan, Lisung juga merupakan
pencetus Love Lock pertama di Indonesia. Berbeda dengan Love Lock di negara-negara
Eropa maupun Korea, di Lisung terbuat dari Kelotok Sapi antik yg diberi gembok
di bagian bawahnya. Siapapun yang ingin
mengikrarkan isi hatinya, bisa pasangan kekasih, kakak-adik, keluarga, sahabat,
dapat menuliskan nama atau untaian kata-kata pada kelotok sapi ini. Biayanya
Rp75.000.
Gembok cinta akan disimpan di Lisung selama setahun. Untuk
memperpanjang, cukup makan di Lisung minimal Rp100.000. Kalau putus dengan
pasangan, silakan lepaskan gembok kapanpun mau.
Lebah Madu Cikurutug
Perjalanan kami teruskan setelah
shalat di masjid Agung Assalam yang sedang renovasi. Tujuan berikutnya Kampung
Cikurutug yang terkenal dengan budi daya lebah madu. Kami dikenalkan dengan Aepudin, salah seorang
peternak lebah madu. Jalan menuju area peternakan harus dilalui dengan jalan
kaki. Medannya pun cukup menguras tenaga karena untuk menjelajahi perkampungan
ini harus mendaki undakan tangga mungkin lebih dari seratus undakan.
Aepudin menjelaskan Dalam setahun, musim kembang bisa dua
kali. Paling bagus menjelang musim hujan. Lebah paling suka mengerubungi bunga
kaliandra, bunga rumput, kecubung, dan baruntas. Selain dengan cara diternak,
para petani juga biasa mengambil langsung lebah liar dari Tahura Djuanda.
Madu-madu yang dihasilkan dikemas dalam botol berbagai ukuran. Satu botol ukuran 630 milimeter dijual Rp75.000,00, sedangkan untuk ukuran botol kecil 300 milimeter seharga Rp40.000,00. Produk Ciburial ini sudah dipasarkan di Bandung, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, hingga Malaysia. Rasanya yang lezat dan berkhasiat untuk kesehatan, membuat madu ciburial banyak diminati. Satu lagi yang istimewa, kita bisa membeli madu dengan sarangnya.
Selain menjual madu, peternak lebah di Ciburial ini juga memfasilitasi mereka yang ingin tahu cara beternak lebah. Ada paket belajar selama seminggu bagi masyarakat umum untuk mempelajari budidaya lebah madu. Kegiatan yang paling menarik dan menantang adalah bermain dengan lebah. Para peternak mempersilakan kepada siapa pun yang berminat merasakan sensasi kepala dan tubuhnya dikerubuti lebah. Banyak yang datang hanya ingin merasakan dikerubuti lebah. Tapi kami tidak berani. Mungkin lain kali.
Madu-madu yang dihasilkan dikemas dalam botol berbagai ukuran. Satu botol ukuran 630 milimeter dijual Rp75.000,00, sedangkan untuk ukuran botol kecil 300 milimeter seharga Rp40.000,00. Produk Ciburial ini sudah dipasarkan di Bandung, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, hingga Malaysia. Rasanya yang lezat dan berkhasiat untuk kesehatan, membuat madu ciburial banyak diminati. Satu lagi yang istimewa, kita bisa membeli madu dengan sarangnya.
Selain menjual madu, peternak lebah di Ciburial ini juga memfasilitasi mereka yang ingin tahu cara beternak lebah. Ada paket belajar selama seminggu bagi masyarakat umum untuk mempelajari budidaya lebah madu. Kegiatan yang paling menarik dan menantang adalah bermain dengan lebah. Para peternak mempersilakan kepada siapa pun yang berminat merasakan sensasi kepala dan tubuhnya dikerubuti lebah. Banyak yang datang hanya ingin merasakan dikerubuti lebah. Tapi kami tidak berani. Mungkin lain kali.
Aepudin juga menawarkan paket untuk kunjungan sehari lengkap
dengan hidangan nasi liwet ditambah goreng ayam kampung yang dimakan di pinggir
hutan bersama. Untuk sepuluh orang cukup sediakan dana Rp.300.000. tapi ini
tidak termasuk madu. Untuk yang menyukai pengobatan alternatif dengan terapi
sengatan lebah, di Ciburial juga bisa ditemukan.
Kolam Renang dan Spa
Dago Highland memiliki pemandangan indah ke kota bandung.
Tidak hanya bisa dinikmati malam keindahannya, tapi sepanjang hari. Bagi yang
membawa anak, Dago Highland memiliki kolam renang yang seakan berada di sisi
tebing. Bila penat jalan-jalan seharian keliling Ciburial, tersedia juga
fasilitas spa untuk pijat refleksi, pijat badan sampai luluran. Kerennya, ruang
spa ini juga langsung menghadap ke lembah dengan pemandangan kota Bandung.
Setelah mendapat terapi spa, letih pun hilang, tidur
nyenyak. Apalagi saat malam hari, suasananya jauh dari bunyi kendaraan, dan
masih terdengar suara jangkrik, katak dan burung-burung malam.
Habis Berapa:
1. Taman Hutan Raya Ir Djuanda: tiket masuk Rp.8.500/orang, mobil Rp10.000, senter Rp6.000 dan pemandu Rp15.000-Rp25.000 (tergantung nego), berkuda Rp10.000-Rp20.000 (tergantung keramaian.
1. Taman Hutan Raya Ir Djuanda: tiket masuk Rp.8.500/orang, mobil Rp10.000, senter Rp6.000 dan pemandu Rp15.000-Rp25.000 (tergantung nego), berkuda Rp10.000-Rp20.000 (tergantung keramaian.
2. Lisung: Harga makanan di Lisung bervariasi. Untuk yang
memiliki budget rendah, kita bisa makan komplit dan minum minuman segar hanya
rp.50.000. Jika mau pilihan lain pun harganya masih masuk akal. Tempat makan
dan
pemandangan tidak akan membuat kita berpikir soal mahal atau murahnya.
pemandangan tidak akan membuat kita berpikir soal mahal atau murahnya.
3. Ternak madu: kunjungan pribadi gratis, tinggal membeli
produk madu dari petani setempat.
Naik Apa
Desa Ciburial bisa dikunjungi dengan kendaraan pribadi dan
umum. Bila belum mahir berkendaraan sebaiknya ekstra hati-hati dan mengisi
bensin penuh karena jauh dari lokasi pom bensin. Untuk umum, bisa naik angkot
jurusan Ciburial dari terminal Dago. Bisa juga minta diantar ojek seharian
Rp.50.000-Rp75.000 tergantung nego.
Wednesday, September 26, 2012
Sunday, September 23, 2012
[Travelling] Alam Wisata Cimahi : **
![]() |
| Jembatan gantung. Gratis. Tapi tanpa pengaman dan petugas. |
Mengapa harus ke AWC?
1. Lokasinya nggak nyungsep-nyungsep amat dari pusat kota.
2. Fitur di AWC kebilang komplit dan cocok buat anak, ada berkuda, naik delman, naik ATV, berenang, jembatan gantung.
![]() |
| Kudanya di sini tanpa celana. membuat arena jorok dikotori kotoran kuda |
4. Biaya terbilang murah. Bahkan nggak pakai uang masuk, bahkan parkir pun saya gratis.
5. View lumayan menyenangkan.
6. Terasa banget berada di daerah sunda dari bangunan dan seragam pelayan.
7. Untuk bapak-bapaknya ada fasilitas memancing juga.
8. Resto Sunda dengan harga sesuai.
![]() |
| Tarif harga per atraksi terbilang murah |
Yang masih harus dibenahi:
1. Karena ada kata 'alam' sebaiknya lebih hijau lagi, dan lebih banyak lagi tanaman tinggi. Terutama area lereng tempat ATV. Sangat gersang. Apakah karena musim kemarau?
2. Perbanyak tong sampah biar nggak kotor, dan kasih larangan buang sampah sembarangan. Kudanya dicelanain juga ya.
3. Area kolam renang dilengkapi shower, ruang bilas, dan fasilitas lain yang lebih komplet.
4. Enak juga kalo ada tempat Spa atau reflexi di sini.
![]() |
| Fasilitas pendukung kurang lengkap, tanda larangan/hati-hati juga minim |
Saran kepada yang mau ke AWC:
1. Sebaiknya datang di pagi hari.
![]() |
| Suka banget dengan tempat makannnya. Sayang hidangannya kurang variatif. |
![]() |
| Naik delman sangat banyak yang antre. Tapi delmannya cuman satu. Kasihan sama kudanya. |
![]() |
| Ini namanya apa ya? Cocok buat bapak dan anaknya. |
![]() |
| Serunya naik ATV |
Thursday, September 13, 2012
[KELAS] Pelatihan menulis On-Line 2012
Mau jadi siswa Kelas Ajaib?
Mau belajar nulis langsung dari Kepseknya?
Nggak bisa belajar langsung atau tatap muka?
Yuk, ikutan Kelas Ajaib Online 2012!
- Kelas Picture Book Dongeng
- Terbatas untuk 15 orang
- kelas akan berlangsung di akhir September 2012.
- 4 kali pertemuan, jam belajar pukul 21.00 WIB
- Kelas dibimbing langsung oleh Benny Rhamdani, Kepala Sekolah Kelas Ajaib, Mentor dan penulis cerita anak favorit.
- Kontribusi : Rp 400 ribu per siswa
early bird (hingga 25 September 2012) Rp 250 ribu.
- Untuk Alumni Kelas Ajaib, kontribusi khusus Rp 50 ribu.
Yang ingin belajar serius, silakan mengirimkan pendaftaran ke email: kelasajaibfunwriting@gmail.com
Pendaftaran hingga 28 September 2012.
- Terbatas untuk 15 orang
- kelas akan berlangsung di akhir September 2012.
- 4 kali pertemuan, jam belajar pukul 21.00 WIB
- Kelas dibimbing langsung oleh Benny Rhamdani, Kepala Sekolah Kelas Ajaib, Mentor dan penulis cerita anak favorit.
- Kontribusi : Rp 400 ribu per siswa
early bird (hingga 25 September 2012) Rp 250 ribu.
- Untuk Alumni Kelas Ajaib, kontribusi khusus Rp 50 ribu.
Yang ingin belajar serius, silakan mengirimkan pendaftaran ke email: kelasajaibfunwriting@gmail.com
Pendaftaran hingga 28 September 2012.
Tuesday, September 11, 2012
Wednesday, August 29, 2012
[Travelling] Venesia, Kangeeen ...
Rasanya, kurang lengkap jika
bepergian ke Italia namun tak mengunjungi Venesia. Itulah yang penulis lakukan
ketika perjalanan dinas ke Bologna. Dari stasiun kereta api Centrale Bologna di
piazza delle Medaglie d'Oro, saya langsung menuju mesin otomatis tiket. Tidak
perlu antre di loket.Sengaja penulis memilih kereta express dengan harga tiket 29 euro agar tidak terlalu lama di jalan. Bagi yang mau menghemat bisa memilih tiket 10,75 euro dengan waktu tempuh 30 menit lebih lama. Setelah 1,5 jam perjalanan, akhirnya tiba juga di stasiun kereta Venezia Santa Lucia.
Begitu tiba, penulis segera mencari loker bagasi. Tidak nyaman rasanya keliling arena wisata sambil menarik-narik koper atau menggendong ransel yang berat. Biaya penitipan bagasi 1 euro per jam. Saya menitipkan untuk 5 jam. Jika terlambat mengambil semenit saja, kita akan dikenai biaya 1 euro untuk jam berikutnya.

Keluar dari pintu selatan stasiun, mata penulis langsung disambut kanal besar yang biasa disebut Canal Grande. Di seberangnya laguna Venesia berdiri dengan sejuta pesona. Kota yang terkenal dengan gondola ini sering kali dijuluki juga kota terapung dan merupakan salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Terletak di pantai Adrian, siapa menyangka keseluruhan bangunan di kota ini berdiri di atas beribu-ribu kayu yang ditancapkan di dalam air.
Tanpa membuang waktu, penulis menaiki bus air dengan tiket seharga 6 euro. Jika ingin lebih nyaman dan cepat, pengunjung bisa naik taxi air yang harganya bisa sampai 40-70 euro, tergantung tujuan. Bus air berjalan tidak terlalu cepat dan beberapa kali singgah di halte di sisi kanal. Asyiknya, bisa menikmati lingkar luar Venesia sambil menghirup udara pantai, serta menikmati pemandangan di sisi pantai yang dihiasi bermacam bangunan tua. Kita bisa juga melihat burung-burung camar yang berterbangan.

Setelah lebih dari 30 menit, penulis sampai di halte bus air San Marco. Rasanya bangga bisa menginjak tanah Venesia pertama kalinya ini, dan tujuan penulis langsung ingin melihat alun-alun Piazza San marco yang terkenal itu. Penulis sempat berhenti sebentar di dekat Ponte dei Sospiri atau Jembatan rintihan. Pada masa lampau, jembatan ini berfungsi sebagai penghubung penjara lama ke ruang interogasi di Doge Palace. Sebelum dibawa ke sel, para tahanan yang melalui jembatan ini biasanya menghela napas dan merintih saat melihat keindahan Venesia. Pemandangan dari jembatan rintihan adalah pandangan terakhir Venesia sebelum para tahanan merasakan hukuman penjara. Nama jembatan ini sendiri diberikan oleh Lord Byron di abad ke-19.
Mitos yang beredar kini malah jauh dari rintihan yang memilukan. Masyarakat setempat mengatakan bahwa para pecinta akan diberikan cinta abadi dan kebahagiaan jika berciuman di gondola di bawah jembatan ini saat matahari terbenam. Lumayan untuk sebuah daya tarik wisata.

Tiba di alun-alun San Marco, saya memasuki Basilica Cattedrale Patriachale yang merupakan gereja katedral paling terkenal di antara gereja-gereja lainnya di Venesia dengan arsitektur byzantine-nya yang indah. Interior yang berlapis emas, membuat saya terkagum-kagum di dalamnya. Sayangnya, di sini dilarang keras memotret. Namun, pengunjung boleh naik ke menara gereja untuk melihat pemandangan sekitar asal mebayar tiket masuk 5 euro.

Di pelataran gereja, penulis menemukan sejumlah pedagang kaki lima yang menjual souvenir. Mulai dari gantungan kunci, stiker kulkas, hingga kartu pos. Semua tertib. Saya jadi teringat pelataran Masjid Agung Bandung yang semrawut oleh PKL dan pengunjung yang makan semaunya. Semestinya, semua warga punya kesadaran memelihara ketertiban dan keasrian tempat ibadah.
Di sekitar alun-alun San Marco kita bisa mengagumi keindahan bangunan lain seperti Palazzo Ducale, Bell Tower, Clock Tower dan Procuratie. Mau bersenang-senang dengan merpati juga silakan. Atau rehat di kafe-kafe yang tentu harganya relatif mahal.
Untuk mengelilingi setiap sudut kota Venezia, membutuhkan waktu berjam-jam karena luasnya mencapai 414.57 km2. Untungnya, penulis didampingi seorang mahasiswa Universitas Venesia. Dengan begitu, penulis tidak berlama-lama menghabiskan waktu di penjual souvenir yang kebanyakan justru didatangkan dari China.
Penulis dipandu melihat sisi kehidupan penduduk asli Venesia, pasar tradisional, kafe-kafe dengan harga miring, dan kanal-kanal yang justru dijadikan arena balap speedboat oleh pemuda setempat. Penulis juga menemukan perkampungan geto Yahudi yang resik dan bangunannya lebih tinggi dari sekitarnya karena tidak boleh memperluas wilayah mereka. Sambil menghabiskan creamy venetian cod fish "Baccala" on bruschetta saya menikmati senja yang indah di pinggir kanal di Venesia.
Gondola
Hal yang tak boleh dilewatkan saat ke Venesia adalah naik gondola. Tapi kalau tidak menganggap itu sebagai atraksi penting, cukuplah memotret mereka. Apalagi bila harus menghemat kocek. Untuk perjalanan 40 menit kita harus menyiapkan uang 80 euro. Terkadang, bila sedang bukan musim turis bisa saja tawar menawar dengan gondolier (supir gondola). Tapi, biasanya mereka tidak akan membawa ke tempat-tempat yang pemandangannya indah.
Harga Gondola mulai sore hingga malam akan melonjak hingga 100 euro. Bahkan, di musim turis atau akhir pekan bisa lebih. Apalagi jika kita minta disediakan pemain musik dan makan-minum. Banyak paket-paket untuk turis yang ditawarkan untuk bergondola di malam hari.

Tingginya tiket gondola ini harap dimaklumi. Investasi mereka untuk membuat gondola sekitar 22.000 euro
yang harus balik dalam waktu kurang dari setahun. Para gondolier juga harus melewati kursus khusus mengemudikan gondola. Belum lagi mengurus perijinan. Jadi mereka benar-benar professional. Bahkan mereka harus menggunakan seragam garis hitam putih.
Turis yang naik gondola akan merasa nyaman, apalagi para gondolier secara penampilan terlihat bersih, enak dilihat, santun bercerita dan siap membantu. Saya membayangkan sais delman atau tukang kuda di jalan Ganesha dan samping Gedung Sate berasosiasi, lalu menciptakan kenyaman bagi turis. Rasanya membayar lebih, tapi mendapat kenyamanan jadi tak masalah.
Sayangnya, waktu penulis di Venesia hanya 7 jam berkeliling Venesia. Mudah-mudahan bisa berkunjung lagi di waktu lain. Sekadar catatan, bagi wisatawan yang ingin berhemat. Jika ingin menginap agar bisa berkeliling Venesia sampai puas, dapat menghemat dengan mencari hotel di kawasan Mestre. Hotel-hotel di Venesia nyaris semahal di kota metropolitan, padahal dengan fasilitas yang minim. Dijamin akan sulit mencari kamar di bawah 50 euro. Begitu juga makan berat.
Dari Mestre yang hanya 10 menit dengan bus menuju Venesia, penulis menemukan hotel seharga 40 euro semalam dengan fasilitas prima. Bila pergi berdua bisa berbagi biaya penginapan. Mencari makanan halal pun mudah karena kita bisa menemukan kedai kebab. Bagi yang lebih cocok dengan masakan China pun sangat mudah. Yang jelas harganya lebih terjangkau dibandingkan harga makanan di Venesia.
(Benny Rhamdani, traveler tinggal di Bandung)
Wednesday, August 15, 2012
[TIPS] Mengirim tulisan 'JALAN-JALAN' ke HU REPUBLIKA
![]() |
| Tulisan saya ketika 'Jalan-jalan' ke Milan, Bologna dan Venesia dimuat di HU Republika |
Mari berbagi kisah pengalaman wisata dengan menuliskannya untuk rubrik Jalan-jalan di Leisure, Republika. Apa yang bisa ditulis dan bagaimana caranya? Berikut panduannya:
Rubrik Jalan-jalan menempati halaman 10 dan 11. Ini adalah tulisan tentang perjalanan secara umum. Bisa berupa liburan ke museum di Singapura atau liburan ke Phuket. Karena tulisannya dimuat dua halaman, jadi kebutuhan karakternya cukup panjang, minimal 7.500 sampai 11.000 karakter.
Apa yang bisa ditulis?
1. Tentunya apa yang dirasakan, dilihat, dan dinikmati selama liburan. Misalnya, selama ke Phuket ke mana saja.
2. Halaman Jalan-Jalan memuat pula panduan singkat yang diberi judul besar Naik Apa. Sesuai judulnya, tulisannya memuat tips memilih maskapai penerbangan atau musim kunjungan yang paling tepat. Kemudian berapa sih biaya VISA (jika diperlukan). Termasuk harga hotel dan kira-kira berapa total biaya yang dihabiskan selama liburan, untuk pesawat, hotel, makan, dan transportasi. Biayanya di luar suvenir. Ini tujuannya untuk memberi gambaran bagi pembaca lain, berapa kira-kira yang harus disiapkan untuk negara tujuan wisata.
3. Sertakan aneka tips perjalanan. Kira-kira bentuknya, Do’s and Don'ts. Misalnya, kalau ke Paris apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus dihindari.
Secara umum tulisan Jalan-Jalan intinya seputar itu, dengan fokus utama poin ke satu.
Jangan lupa sertakan foto dalam resolusi sedang sebanyak-banyaknya. Minimal tujuh foto dan satu lagi foto diri.
Suplemen Leisure juga memiliki halaman Jalan-Jalan yang sifatnya religi atau melihat suatu tempat wisata dari sisi Islaminya. Misalnya, Ke Beijing dan mengunjungi empat masjid terbesar di sana.
Sama seperti halaman Jalan-Jalan, apa yang bisa ditulis patokannya adalah di tiga poin tadi. Sertakan pula foto-foto. Bedanya, halaman Jalan-Jalan religi ini terbit satu halaman di halaman 12. Karakter tulisan yang dibutuhkan berkisar di 5.000 karakter dan minimal lima foto.
Untuk alamat pengirimannya: leisure@rol.republika.co.i
[TIPS] Mengirimkan Naskah Parenting ke HU REPUBLIKA - lembar Leisure - kolom Buah Hati
Assalamu alaikum wr wb,
Pengasuhan merupakan topik yang selalu menarik untuk dibahas. Apalagi, tiap keluarga menjalankan pola pengasuhan tersendiri yang sesuai dengan tantanan nilai yang diyakininya. Saban hari, ada saja kejadian unik, lucu, menggemaskan, menggelitik, atau malah membuat orang tua kelabakan memikirkan solusi dari pertanyaan-pertanyaan cerdik si kecil.
Rubrik Buah Hati ada sebagai sarana bagi para orang tua untuk berbagi pengalaman pengasuhannya. Naskah ditulis dengan sudut pandang 'saya', menceritakan cara ayah dan bunda mengatasi suatu tantangan pengasuhan. Temanya beragam, mulai dari cara menjelaskan makna demonstrasi seperti yang ditulis Ali Muakhir, mengenalkan anak guna menabung seperti yang dibahas Haya Aliya Zaki, atau pengalaman puasa di luar negeri seperti yang diulas Sri Widyastuti beberapa edisi lalu.
Bagaimana teknis penulisannya?
* Pilih satu tema utama, usahakan temanya spesifik dan berisi diaog antara orang tua dengan anandanya
* Sertakan informasi nama dan usia anak yang diceritakan, jumlah anak dalam keluarga
* Sertakan foto penulis dengan anak yang diceritakan dalam naskah. Foto dengan seluruh anggota keluarga akan menyulitkan pembaca untuk mengenali anak mana yang diceritakan. Foto harap dilampirkan dalam attachment terpisah dari naskah. Untuk tampilan yang lebih bagus, foto sebaiknya bukan merupakan jepretan kamera ponsel dan berukuran lebih dari 150 KB.
* Tulisan berkisar antara 2500 hingga 3000 karakter
* Naskah dan foto dapat dikirimkan melalui email leisure@rol.republika.co.id
* Mohon mencantumkan nama lengkap, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan nomor rekening.
Semoga tulisan-tulisan yang dimuat dapat menginspirasi ayah dan bunda serta calon orang tua ya...aamiin ya rabbal alamin...Semangat menulis!
Salam,
Redaksi Leisure




























