Sunday, October 18, 2015

Mencicipi Kuliner India di Bandung




Sebagian besar pecinta Bollywood adalah juga penggemar kuliner Hindustan. Termasuk saya. Saat ke India beberapa bulan lalu, tak henti saya berburu kuliner setempat dan mencicipinya. Terkadang, ketika rasa rindu India datang, saya mencoba menghapusnya dengan pergi ke kedai makanan India.

Salah satu kedai makanan India yang belum lama ini saya sambangi adalah K99 Curry House di Jalan Rajiman 29, Bandung. Letaknya di jalan satu arah. Jadi harus sedikit memutar dulu bagi yang datang dari arah Jalan Wastu Kencana.




Kedatangan saya ini untuk kedua kalinya. Pertama, dulu saya mencicipi karena penasaran. Kedua,karena di kedai ini akhirnya dijual juga penganan ladoo. Nah, anak saya adalah penggemar ladoo sejak ada animasi Bima di teve, dan pernah pula saya bawakan beraneka ladoo dari New Delhi.

Lantaran kadung sampai di kedai makanan India, kami tidak hanya membeli dua kotak ladoo yang amsing-masing berharga Rp30.000. Saya memsan paket makanan  beralaskan daun pisang yang nonvegetraian. Isteri saya yang kurang suka dengan makanan India memesan samosa (dulu di dekat kami ada penjual samosa asli dari Pakistan, rasanya enak), sedangkan putra saya memesan nan cokelat keju. Anak saya menyebutnya itu roti cane keju cokelat. Padahal serupa tapi tak sama.

Lebih Ringan



Yang hadir di meja lebih dulu adalah gulab jamun yang saya pesan. Padahal ini adalah makanan penutup.Huh, dasar udah nggak tahan, ya saya caplok juga satu dari tiga butir makanan super manis ini.


Saya jadi ingat pertama kali makan gulab jamun saat akan pentas di Kedutaan Besar India di jakarta belasan tahun silam. Mulut saya langsung meledak karena rasa manis yang tak terkira. Apalagi direndam madu supermanis. 

Menurut saya, gulab jamun yang ini meskipun manis tak segiung yang pertama cicipi dulu. Mungkin samalah seperti yang saya makan di Delhi.


Menyusul kemudian di meja samosa pesanan isteri saya yang berisi daging ayam. Penganan ini memang jenis makanan yang bakal disukai siapapun karena menurut sejarahnya juga bukan asli India, melainkan timur tengah. Di Malaysia dan Singapur sangat mudah menemukannya. Di Bandung jarang saya temukan. Padahal kami sekeluarga menyukainya.



Nan cokelat keju pesanan anak saya pun menyusul kemudian. Nah, kalo ini memang paling aman buat anak-anak. Siapapun suka dengan roti pipih dengan toping keju dan cokelat. Nggak ada bumbu kari atau yang aneh-aneh lainnya bagi anak-anak. Saya juga mencicipinya kok. Dan suka :)

Menu pilihan saya karena paket komplit jadinya nggak aneh kalau lama. Paket yang saya pesan berisi nasi briyani, nasi putih, dua lembar shapati, sayuran, acar dan chutney, rasam,  sambar papadam, curries, ayam tandoori, dan kari mutton. Sudah termasuk minumnya tea chai. Harganya menurut saya sih standart saja untuk satu paket, tak sampai Rp80.000.


Yang saya tidak habis pikir mengapa ada nasi putih segala? Hehehehe, mungkin jaga-jaga kalo ada pelanggan yang nggak suka nasi bryani. Tapi jadinya memang kebanyakan karbohidrat karena sudah ada nasi briyani dan chapati.

Seru aja jadinya makan kuliner India beralaskan daun pisang. Dari semua konten, saya rekomended banget sama ayam tandoorinya. Rasanya enak, bumbunya terasa. Meskipun ukuran ayamnya tak sebesar yang saya makan di India, tapi okelah.

Untuk lainnya, saya merasa bumbu karinya terasa lebih ringan. Mungkin disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Tapi karena saya sudah mencicipi kari di India, rasanya jadi kurang nendang. Untuk chapatinya saya rasa cukup juga rasanya.

Nah, mungkin buat jenis chai (teh India) lagi-lagi saya merasa kurang nendang banget. Kalo kata isteri saya sih seperti teh tarik instant. Kebetulan kami sering membuat chai, baik yang reguler maupun yang masala (spicy) dan menurut saya itu rasanya lebih enak. Mungkin karena di rumah kami selalu pakai susu murni. Entah di K99 Curry House, saya lupa bertanya.



Apapun itu, kami berhasil menandaskan pesanan kami. Lalu ladoo yang kami bawa pulang pun habis dalam sekejap. Terbyar sudah rasa rindu saya kepada India yang entah kapan bisa saya kunjungi lagi.

Oh iya, di Bandung ini kami hanya kenal tiga tempat kuliner India. Selain di Jalan Rajiman, ada juga di Jalan Pasir Kaliki yang kelasnya resto (harganya juga lebih mahal) dengan citarasa menurut saya lebih mendekati yang di India, Yang lainnya adalah lantai pusat jajan Pasar Baru Bandung. Saya pernah mencicipinya, tapi rasanya lebih dekat masakan India di Malaysia.





Phir Milenge!

Friday, October 16, 2015

Mirip Seleb Christian Sugiono, Brimob Ganteng Ini Tolak Jadi Bintang Sinetron




Mirip selebriti, apalagi yang ganteng dan kondang memang bisa jadi berkah. Hal ini yang dialami oleh Briptu Fachrul Rozi, anggota satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Sejak masih duduk kelas dua SMA dia selalu dibilang mirip seleb Christian Sugiono yang tak lain suami Titi Kamal.

"Saya sendiri awalnya nggak merasa mirip. Orang lain yang bilang. Saya lebih suka dibilang mirip Christiano Ronaldo hahahaha," canda pria yang dulunya bercita-cita jadi pemain sepakbola ini.

Sampai akhirnya saat film Jomblo yang dibintangi Christian Sugiono meledak, semua orang bicara kemiripan dirinya. "Akhirnya saya perhatikan juga. Memang mirip sedikit," lanjut anggota Brimob yang pernah ikut Operasi Amole di Papua ini.


Sampai sekarang kemiripan dirinya dengan Christian Sugiona kerap disampaikan para follower wanita di akun instagram @fachrulrozi89. "Saya pernah diajak jadi bintang sinetron oleh pemandu bakat terkenal asal mau ke Jakarta. Tapi saya menolak. Orangtua saya lebih bangga kalo saya jadi anggota Brimob," tutur Ozy yang mengaku datang dari keluarga kurang mampu, sampai pernah dirinya jadi penjual cingcau saat sekolah dasar.   

Ozy juga mengaku sempat menggeluti dunia model sebentar. Bahkan pernah ikut body contest sebuah  brand ternama di Medan. "Lumayan masuk 10 besar. Tapi saya tidak teruskan bidang model. Soalnya kalau habis show banyak ditunggu tante-tante," celetuknya.

Waktu Ozy kini banyak dicurahkan untuk bertugas sebagai anggota Brimob. Walaupun bukan seleb, karena ketampanannya tetap saja banyak yang mengajaknya foto bareng. "Dari ABG sampai emak-emak kalau ketemu saya sering mengajak foto bareng. Malah ada yang minta saya jadi mantu mereka," jelas Ozy sambil geleng-geleng kepala.

Yang jelas Ozy ingin bertemu langsung dengan Christin Sugiono. "Pengen lihat kemiripannya sejauh mana," katanya serius.

Oke deh Tian ... eh Ozy. Selamat bertugas. 

Thursday, October 15, 2015

Mencicipi Makanan Lokal di Dua Tempat Kuliner Jogja




Akhir pekan lalu saya tiba di Jogja, dan langsung dijemput Ketua Jurusan Diploma Jurusan Ilmu Perpustakaan Bu Marwiyah bersama keluarganya. Untunglah saya nggak langsung dibawa ke penginapan mengingat di kereta tadi saya nggak berselera makan siang.

Saya diajak menuju ke Resto Merapi yang lokasinya tepat di depan bangunan SMAN 3 Jogja. Suasananya relatif sepi. Hanya ada sepasang tamu di dalamnya. Mungkin karena masih terbilang baru. 


Sebelum duduk saya memilih menu, dan pilihan saya langsung jatuh ke pecel Jogja. Saya harus menahan diri untuk mencicipi daging-dagingan merah selama di luar kota. Kalau darah tinggi saya naik terus kan berabe. Sebagai teman makan  saya memesan teh manis dingin.

Tidak lama kemudian pesanan saya datang. Tumpukan sayur mayur itu langsung membuat selera makan saya muncul. Sekilas saya melihat porsi nasi yang relatif banyak. Tapi ya dicoba saja pelan-pelan untuk dihabiskan.

Saya suka bumbu pecel Jogja yang tidak terlalu encer tapi tidak juga kental. Pas. Rasanya juga pas di lidah, walaupun sebenarnya saya lebih cocok bumbu pecel Madiun. Peyek kacang yang menemani juga terasa gurih dan renyah.

Tak berapa lama pecel pun habis. Nasinya juga. hehehe. Cuman rasanya saya pilih minumannya. Rasanya lebih cocok makan pecel jika tehnya tidak manis dan tidak pakai es alias teh tawar hangat. Oke deh, kakak. Nanti kalau ke sini lagi, saya akan coba menu lainnya ya.

Jadah Bakar Leker





Malam kedua di Jogja saya diajak oleh Mak Labibah, dosen merangkap blogger beken, ke kawasan XT Square. saat turun dari mobil saya agak curiga. Kok sepi ya? Ternyata memang tempat tersebut lebih pas dikunjungi di atas pukul sembilan malam. Saat live music mulai berkumandang.

Akhirnya kami memilih salah satu kedai dan pilihan menunya yang saya langsung inginkan adalah mie godok Jogja dan jadah bakar. Kalau mi godok Jogja sih memang udah jadi favorit saya dari dulu. Tapi jadah bakar tuh baru.



Jadah bakar ini mengaingatkan saya dengan ketan bakar khas Lembang. Tapi yang ini nggak ditemani sambel oncom. Malah ada varian yang dipakaikan keju atau cokelat. Saya lebih suka yang original saja. Teman minumnya tentu saja saya pilih secangkir kopi gayo. Hahaha pokoknya Aceh ketemu Jogja.

Mie godok Jogja saya ludeskan dengan waktu singkat. Entah mengapa, saya suka banget ya kuah mie jogja ini. Apalagi ada cabe rawit utuh sebagai ranjau penyedap. Jadi nggak perlu dikasih sambel instan.



Untuk jadah bakarnya saya juga suka. Hanya kalau dibandingkan dengan ketan bakar lembang sih masih lebih suka ketan bakar lembang. Soalnya aroma sangit bakarnya lebih menggoda. Kalau ini bakarannya masih halus.

Nah, karena waktu sudah larut malam, kami pun bergegas pulang. Kebetulankami melewati kedai kopi yang bikin saya ingin mampir. Hmm, mungkin kunjungan berikutnya ya.

Wednesday, October 14, 2015

Inilah Lima Pria Berotot yang Bakal Bikin Wanita Klepek-Klepek




Bagi sebagian wanita, melihat pria berwajah tampan, berseragam dan berpangkat saja tak cukup untuk menarik hatinya. Tak jarang mereka juga berharap mendapatkan pria dengan penampilan fisik yang kekar dan berotot. Apalagi kalau dari kalangan TNI dan kepolisian, bisa bikin wanita langsung klepek-klepek.

Berikut ini hasil wawancara saya dengan lima  anggota kepolisian dan seorang anggota TNI AD yang menjaga bentuk fisik mereka sehingga tampak lebih berotot ketimbang lainnya.

Bripda Said Sanjaya


Said Sanjaya di kalangan pengguna social media dikenal sebagai polisi yang kerap memosting aktivitasnya nge-gym. Padahal polisi yang berdinas di Dit. Shabara Gasum Unit Yanwal, Polda Metro Jaya ini mengaku baru mengolah ototnya sejak Februari 2015.

"Mulanya dikarenakan saya mengalamai penurunan berat badan. Mungkin karena efek pekerjaan yang harus siaga 24 jam sehingga kurang nafsu makan dan kurang istirahat. Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke gym. Di tempat gym saya terinspirasi melihat banyak orang yang memiliki berat tubuh berlebih tapi mereka tetap semangat olahraga," tutur polisi berpangkat bripda ini.

Awal latihan, Said banyak dibantu temannya yang juga seorang personal trainer. "Pas awal-awal badan rasanya sakit semua. Tapi sayua terus berusaha menanamkan motivasi sendiri. Melatih otak itu penting, otot juga penting untuk menunjang penampilan. Alhamdulillah saya belum pernah patah semangat untuk berhenti mengolah otot," kata pemilik akun instagram @saidsanjaya ini.



Keinginan Said untuk menambah berat badannya berhasil. "Sampai saya harus ganti seragam karena jadi sempit sekarang," tawanya.

Banyak hal yang dirasakan Said dengan adanya perubahan fisiknya. "Sekarang sakit kepala yang dulu sering saya rasakan sudah hilang. Di pergaulan, jadi menginspirasi teman-teman lainnya untuk pergi ngegym. Kadang saat berhadapan dengan mitra humas, tidak sedikit yang memuji dan terutama ibu-ibu sering mengajak foto bareng, hahaha," kata Said sambil tertawa lepas.

Pria yang kerap memasang foto sedang ngegym di malam Minggu karena masih jomblo ini mengaku kadang menjadi pria berotot harus sedikit sabar saat diledek orang. "Saya masih heran dengan penilaian publik mengapa ketika seseorang peduli akan hidup sehat malah dicibir dan dinilai gay. Seharusnya malah jadi motivasi mereka," tutup pria yang menjadi polisi sejak tahun 2013 ini.




Pratu Erik Martan

Erik Martan mengaku sudah menekuni dunia olahtubuh sejak SMA. "Saat itu saya ingin masuk TNI, tapi berat tubuh saya kurang ideal," pria berpangkat prajurit satu yang masuk TNI AD sejak 2010 ini.

Namun sejak masuk tentara dan dinas di Batalyon Zeni Kontruksi 12/Karana Jaya, Palembang, Erik malah berhenti ngegym karena kesibukannya. Barulah  pada tahun 2013 pria ini kembali mengencangkan otot-ototnya. 

"Saya ingin badan ideal saya kembali. Untuk motivasinya ya lihat video binaraga, biar tetap semangat," kata pemilik akun instagram @015ERIX ini.


Atas hasil jerih payahnya pula, alhasil Erik pernah mengantungi gelar juara 2 pria berotot di ajang Sriwijaya Art Muscle pada bulan Mei 2015. Manfaat lain adalah rasa percaya dirinya yang lebih tumbuh. "Kalau punya badan berotot itu lebih pede," ujar Erik yang juga menginspirasi teman-temannya memiliki tubuh berotot.

Ditanya ihwal biaya yang harus dikeluarkannya, Erik mengaku tak mau mempermasalahkannya. "Duit yang dikeluarkan tak masalah karena untuk kesehatan. Lagipun, kalau untuk latihan fisik nggak harus selalu ke tempat fitness mahal. Banyak aktivitas di TNI yang juga berhubungan dengan olah fisik," imbuh tentara ganteng ini.

Mengenai gunjingan kepada cowok-cowok berotot, Erik tak menampik banyak menerima omongan kurang  sedap. "Kebanyakan sih mungkin iri," tandas Erik yang mengaku paling takut kalau digoda sesama pria ini.

Bripda Putu Artha Widjaya

Anggota Brimob ini mengganggap fitness sebagai investasi kesehatan.  "Saya biasa latihan rutin 5-6 kali dalam seminggu. Biasanya latihan pagi biar masih fresh," jelas Bripda Putu Artha Widjaya saat ditanya soal kebiasaan latihan di gym.

Artha mengaku masih pemula, sehingga latihan beban pun masih disesuaikan. "Walaupun beban masih sedikit, tapi tekniknya benar, repetisi sesuai. Itu lebih bagus ketimbang beban banyak tapi teknik salah. Manfaatnya jadi kurang optimal. Bagi saya ngegym itu harus fokus dan punya komitmen," ujar pemilik akun Instagram @ARTHADWIJAYA ini.

Mengawali fitness sejak lulus SMA karena terinspirasi Ade Rai, anggota Satbrimobda NTB ini ingin memiliki tubuh yang sehat. "Badan gede itu hanya bonus," kata Artha.

Artha mengaku awalnya minder karena badannya kurus. Tapi lambat laun rasa itu dihapusnya karena yakin bisa mengubah penampilan fisiknya. "Manfaatnya terasa sekali untuk kesehatan saya. Karena keringat itu kan membawa racun tubuh juga keluar. Dan dengan badan yang besar jadi tampak lebih berwibawa," lanjut Artha.

Apakah badan besar memudahkannnya mendapat teman kencan wanita? "Kadang ada yang tertarik, kadang juga yang takut dan ngeri sama saya, hahahaha," tawa pria yang berencana mulai akan ikut kompetisi olahotot pada tahun 2018 nanti.


Briptu Paulo Hudson Felle

Polisi asal Papua ini mengaku mulai menekuni dunia fitness sejak melihat rekannya, Andrew, yang sering menjuarai body contest di kabupatennya. "Awal latihan pemalu. Nggak banyak bertanya karena kebanyakan orang di gym kelihatan garang dan sombong," jelas pria yang biasa disapa Paulo ini.

Latihan fisik boleh dibilang jika dirinya membanding-bandingkan dengan teman-temannya di social media. "Sudah sering latihan, tapi kok yang lain badannya lebih bagus. Kadang saat itulah hilang semangat. Tapi begitu saya berpikir positif ya semangat lagi. Terutama saya ingatkan diri saya kepada alasan saya pertama kali ngegym," ujar anggota Dit Polair Baharkam Mabes Polri ini.


Pemilik akun Instagram @BRIPTU_FELLE34 ini tidak menargetkan secara khsuus untuk menjadikan dirinya memiliki badan sekekar siapapun atau memenangkan kompetisi tertentu. "Saya hanya ingin menjadikan ini sebagai hobi yang menyehatkan diri pribadi dan mungkin bisa memotivasi teman yang lain," kata pria yang awalnya tak disetujui masuk polisi ini.

Paulo memberi tips bagi pria yang masih pemula untuk ngegym. " "Untuk memeperoleh tubuh atletis itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu melalui proses panjang dan sakit. Tapi semua itu nanti terbayarkan. Yang tak kalah penting adalah makan yang bernutrisi dalam pembentukan otot. Percuma banyak ke gym tapi gizinya tak seimbang," tutup pria yang lima bulan sekali ini harus mengganti seragam dinasnya karena massa ototnya bertambah.


Bripda Taufikul Rizki



"Alaah, palingan cuma jaga badanmu sekarang saja. Lihat nanti 2 samapai 5 tahun ke depan, pasti kamu gendut," kata teman pria bernama Taufikul Rizki saat tahu dia mulai rajin pergi ke gym.

Meskipun demikian, polisi yang dinas di Polres Lombok Barat, NTB ini tak terlalu mengambil hati. Pria yang biasa dipanggil Jackie ini terus berlatih karena tak sedikit pula temannya yang mendukung. "Kamu harus jaga terus badanmu itu, jangan sampai buncit kaya saya," kata teman-teman Jackie.

Jackie mengaku sudah mulai masuk gym sejak kelas 3 SMA karena terinspirasi iklan susu suplemen. Untuk terus menyemangati motivasinya olahtubuh bahkan peraih gelar  Pemuda Favorit Kabupaten Sumbawa pada tahun 2013 ini sampai memasang poster Ade Rai.

"Saya jadi berpikir bahwa saya olah raga untuk diri saya sendiri, untuk kesehatan saya, untuk penampilan saya, jadi buat apa malas," lanjut pemilik akun Instagram TAUFIKUL_RIZKI ini.



Jackie tetap merasa ada sisi nggak enaknya punya badan berisi. "Kadang teman-teman sering mukul atau nyubit saya karena katanya gemas hahaha," tawa Jackie.

Kendati demikian Jackie mengaku manfaatnya lebih banyak berbadan sepertinya sekarang. "Saya jadi teman. Cowok berotot itu biasanya lebih mnenonjol dalam pergaulan.  Karena cowok berotot karena pakai baju apa terlihat keren," tegasnya.


Well, sekarang kalian mau pilih siapa? Hehehehe ... 


Thursday, October 8, 2015

Tips Kulit Sehat dari Kowad Cantik


Wanita pekerja masa kini tak hanya berkutat di belakang meja. Tak sedikit wanita yang harus berpeluh keringat di lapangan. Salah satu profesi yang kadang mengharuskan siap berada di lapangan adalah tentara wanita. Tentunya mereka harus pintar-pintar menjaga kesehatan kulit mereka.

Serda Rahayu Citra Dewi adalah salah satu tentara yang kerap berada di lapanga. Apalagi saat HUT TNI ke70 di Vilegon, Banten. Gadis yang biasa disapa Citra ini harus berpanas-panasan dan berdebu bersama rekan-rekan Kowad, Kowal dan Wara.

 “Perawatan kulit saya tidak sampai ke klinik, tapi menggunakan hal-hal umum saja. Soalnya repot soal waktunya,” jelas Kowad yang berdinas di Kodam III Siliwangi ini.

Pertama, untuk perawatan wajah Citra selalu membersihkan dengan facial  lotion sehabis beraktivitas. “Kadang pakai tissue basah . Yang penting kotoran terangkat. Dilanjutkan dengan cuci muka dengan sabun muka dan kemudian memakai krim muka. Kalau benar-benar diperlukan untuk mengangkat komedo saya hanya facial, lalu mengonsumsi vitamin C biar wajah tak kusam,” jelas dara yang semasa SMP kerap mengikuti kegiatan modeling ini.

Kedua, untuk perawatan badan Citra selalu mandi rutin sehari dua kali. “Kadang-kadang kalau diperlukan ya luluran,” lanjut mantan anggota paskibra ini.

Ketiga, untuk perawatan dari dalam Citra menyarankan agar banyak minum air putih dan vitamin e. “Saya sebisa mungkin menghindari minuman dengan perasa,” imbuhnya.


Terakhir, tentu saja olahraga. Paling murah tentunya jogging. “Kebutulan saat HUT TNI kemaren saya juga diharuskan sprint. Alhamdulillah walaupun bareng prajurit baru masih bisa mengimbangi,” tutup pemilik akun instagram @citraa_dewii ini.   

Tuesday, October 6, 2015

Tiga Praja Ganteng IPDN Jadi Sasaran Pembajak Foto di Internet




Bukan hanya polisi saja rupanya yang fotonya kerap dipakai penipu abal-abal di social media. Para praja IPDN pun kerap jadi korban oleh oknum tak bertanggungjawab. Tidak heran jika mereka kerap kena getahnya.

Tidak ada salahnya jika sebelum mengikuti seseorang berwajah ganteng, para wanita mencari tahu lebih dulu kebenaran akun tersebut. Inilah tiga praja IPDN yang berhasil saya wawancarai.

Yurio Kevin Koto



Pria yang biasa dipanggil Kevin ini tengah sibuk menyusun laporan akhir di IPDN Jatinangor. Dia tidak ingin perjuangannya masuk IPDN sia-sia. “Masuk IPDN itu kan susah. Harus bersaing dengan ribuan orang. Banyak persiapan yang saya lakukan menegnai undang-undang, wawasan nusantara, dan pengetahuan umum.  Kalau fisik karena saya atlet daerah, jadi sudah siap,” jelas kelahiran 18 November 1995 ini.

Kevin sempat pula sedikit gentar karena pemberitaaan soal kekerasan fisik di IPD. “ Awalnya iya saya takut. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kekerasan di IPDN,” kata cowok yang tidak pernah merokok sama sekali ini.

Anggota band dan tim basket IPDN ini malah merasa istimewa bisa mengikuti pendidikan di IPDN. “Saya jadi bisa mengenal teman dari Aceh sampai Papua Menjadikan saya lebih terarah, disiplin, lebih tahu sopan santun. Ditambah lagi, setelah lulus saya sudah siap bekerja dengan status Pegawai egeri Sipil golongan 3A,” kata penabuh drum di Band Khatulistiwa IPDN (angkatan 23) ini.

Karena foto-foto keren di instagramnya @yuriokevin, tidak heran jika banyak wanita yang mengaguminya. “Facebook saya  pernah sampai dihack dan dipakai minta yang aneh-aneh ke wanita-wanita. . Ada juga yang ngaku-ngaku jadi saya di BBM, padahal itu bukan saya. Jadi saya minta para wanita agar lebihj cermat lagi kalau follow akun seseorang. Jangan sampai ditipu apalagi diminta transfer uang,” ujar pria asal Sumatera Barat ini.

Putut Kristiawan


Saat melihat-lihat akun instagramnya di @pututkristiawan23 rasanya sosok ini lebih cocok jadi seorang model ketimbang Praja IPDN. Nyatanya, pria kelahiran 25 April 1992 ini memang Praja tingkat 4( Wasana Praja) di IPDN.  “Saya sedang sibuk menyusun usulan penelitian untuk laporan akhir, sambil mengembangkan hobby fitness dan nge-dance,” ujar Putut.

Putut mengaku masuk IPDN karena karena ingin melayani masyarakat. “Saya ingin jadi abdi negara yang melayani masyrakat. Selain itu setelah lulus bekerja di pusat dan pengembangkan karir juga di luar sebagai PNS,” ucap cowok yang ternyata memang punya job sebagai model juga di Bandung.

Tak heran jika foto-fotonya yang keren itu kerap dimanfaatkan orang-orang iseng. “Jujur saja foto-foto saya juga pernah dbajak dan rasanya tidak enak.  Hal itu membuat saya lebih berhati-hati menggunakan social media. Saya tidak akan memosting hal yang kurang mendidik. Sebisa mungkin malah berguna buat orang lain atau menginspirasi. Saya menyarankan agar masyarakat menggunakan social media seperlunya. Setting akunnya jadi privacy untuk mencegah pembajakan,” pesan Putut.

Edwar Pratama



Pria kelahiran Lubuk Basung ini baru saja menamatkan pendidikannya di IPDN dan sedang menajalni tugas sebagai calon Pembina di IPDN. “Saya dulu masuk masuk IPDN karena kami dibentuk mental dan sikap sebagai kader pemimpin dan pelayan masyarakat,” jelasnya.

Purna praja ini memberi tips kepada mereka yang ingin masuk IPDN. “Selalu latihan untuk syarat tes dan perhatikan selalu kesehatan sebagai syarat utama,” kata pria yang lahir pada 23 Maret 1992 ini. “Masuk di sini itu istimewa karena bisa berkumpul dengan teman-teman dari 34 provinsi.”


Ihwal pembajakan foto, pemilik akun instagram @edwar_pratama23 ini mengaku pernah mengalaminya. “Foto-foto saya juga pernah dibajak. Tapi selagi nggak merugikan saya dan lembaga, saya nggak pernah urus,” tandasnya. 


Nah, pesan saya sih, harus cerdas bersocialmedia ya!

Lima Daya Tarik Pria Militer



Sebagain besar wanita di dunia ini sangat menyukai, bahkan menggila-gilai pria militer. Jangan bicara soal seragam, karena bukan hanya militer saja yang berseragam, bukan?  Juga bukan karena otot, karena saat ini bahkan pekerja salon pun bisa ngegym setiap hari.

Di luar hal-hal fisik itu, ada pikiran di kepala wanita sehingga pria militer tampak begitu menarik. Dan sepertinya seluruh pria militer memiliki lima  daya tarik berikut ini.

Kesetiaan

Pria militer memiliki komitmen untuk mengabdi kepada negara sedemikian rupa. Kesetiaan mereka kepada negara akan membawa mereka ke zona perang, daerah bencana, dan ke mana saja mereka dipanggil. Mereka juga membentuk ikatan yang kuat satu sama lain. Mereka berkomitmen untuk suatu tujuan untuk tujuan yang lebih besar.

Wanita menyukai seorang pria yang bisa setia. Hanya dengan mengetahui bahwa  pria mampu mengabdikan diri untuk sesuatu yang lain di luar diri mereka sendiri, menunjukkan tingkat tidak mementingkan diri dan integritas.

 Hal Unik

Kebanyakan wanita tidak memiliki banyak pengalaman menembak senjata, menonjok, angkat beban, atau menendang. Orang militer biasanya memiliki hobi keren yang kebanyakan wanita belum pernah mengalami. Sangat  menyenangkan mencoba sesuatu yang sama sekali berbeda.  Pria militer sangat baik saat mengajar menembak pistol, atau menunjukkancara  untuk menghajar seseorang.

Pelindung

Kebanyakan wanita ingin merasa aman dengan cowok mereka.  Pria militer merasa seperti bisa membela wanita di gang gelap di malam hari, dan bisa menjemput wanita  dan menggendong wanita yang terluka karena sepatunya.

Butuh Penenang

Pria militer biasanya sangat sibuk dan harus siap dalam keadaan apapun untuk panggilan tugas. Namun dia butuh seorang wanita yang bisa menenangkan ketegangannya. Itu sebabnya banyak wanita merasa diperlukan pada saat ini. Dan wanita tahu pria militer amat membutuhkan mereka.

Komitmen


Tidak mungkin seorang pria bisa masuk militer jika tidak punya komitmen kuat. Dalam kondisi apapun pia militer tetap memegang teguh komitmennya. Itu sebabnya wanita menyukainya. Seorang pria militer tidak akan menghilang dari kekasihnya, dan tidak takut untuk mengambil komitmen, menikahi wanita yang dicintainya.

Monday, October 5, 2015

Tentara Tampan Ini Serius Tekuni Yongmoodo



Di Indonesia jenis beladiri Yongmoodo belum sepopuler taekwondo, meskipun sama-sama dari Korea Selatan. Namun beladiri yang masuk ke Indonesia pada 2002 ini menjadi beladiri wajib wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008. Salah satu prajurit TNI AD yang menekuni Yongmoodo adalah Alfianto Nugroho dari Bekangdam VI Mulawarman, Kalimantan Timur.

“Saya menekuni yongmoodo sejak pendidikan pertama saya sebagai militer pada tahun 2012. Yongmoodo menjadi bagian kurikulum saat saya masuk,” jelas tentara berpangkat Sersan Dua (Serda) ini.

Alfian mengaku sebelumnya pernah sama sekali menekuni beladiri. “Saya lebih senang olahraga biasa sebenarnya. Tapi ini memang tuntutan setiap prajurit harus mampu dan bisa beladiri yongmoodo, mau tidak mau saya ikuti,” ujar pemilik akun instagram @alfianto.nugroho ini.

Dari awal perkenalannya, Alfian langsung merasa tertarik. “Ternyata yongmoodo merupakan gabungan berbagai macam beladiri  yang dikombinasikan dari gerakan taekwondo, hapkido, kumbo, judo, gulat dan jujitsu. Pokoknya komplet,” tutur pria yang masuk tentara karena semasa kecil senang nonton film perang dan pelajaran sejarah ini.

Tidak heran jika kemudian pria kelahiran 29 Agustus 1994 ini akhirnya memutuskan untuk menekuni seni beladiri yongmoodo. “Saya memang belum pernah mengikuti kompetisi yongmoodo. Tapi beberapa waktu lalu sata dipercaya satuan untuk mengikuti pendidikan beladiri militer yongmoodo selama tiga bulan di rindam VI/Mulawarman. Ke depannya, saya diharapkan bisa jadi pelatih di satuan saya. Karena target akhir tahun ini semua prajurit TNI AD  wajib sudah menyandang ban hitam,” kata penggemar traveling ini.


Menurut Alfian, Yongmoodo membutuhkan fisik dan stamina kuat untuk menekuninya. “Badan bisa sakit semua, pegal semua. Beladiri yonmoodo ini banyak materi bantingan dan kuncian,” jelasnya rinci. Namun hal itu tak membuatnya surut menekuni yongmoondo. “Saya ingin menimba ilmu beladiri yongmoodo ini ke Pusdik jasmani AD di Cimahi untuk menempuh tingkat Dan 2. Bahkan kalau bisa sampai berangkat ke Korea untuk langsung menilmba ilmu di sana.”

Sekadar tambahan informasi,  sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012 ini. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo.

Tidak hanya untuk Angkatan Darat,  juga disosilaisasikan ke seluruh masyarakat Indonesia.  Beladiri Yongmoodo dikembangkan ke seluruh Indonesia lantaran diharapkan dapat mewujudkan sifat maupun watak patriotisme. Seni beladiri Yongmoodo sendiri mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat.

Awal perkenalan TNI AD dengan beladiri Yongmoodo dimulai jelang HUT TNI 2008. Berawal dari kebutuhan TNI Angkatan Darat memeriahkan HUT TNI pada 2008 yang digelar di Surabaya. Yongmoodo sendiri memiliki tujuan positif melatih keberanian serta patriotisme kepada para prajurit sebagai garda terdepan pengamanan terhadap NKRI. Spesifiknya adalah olahraga gabungan dari beladiri perkelahian jarak dekat.


Dengan perkembangan pesat Yongmoodo dalam rentang empat tahun,  banyak yang berharap seni beladiri ini dapat segera masuk sebagai cabang olahraga KONI. Apalagi Yongmoodo Indonesia telah berprestasi menyabet juara kedua Championship di Korea Selatan pada 2011 dengan torehan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. 

Sunday, October 4, 2015

Tentara Ganteng Ini Punya Tugas Rangkap di Lebanon




Pada Hari HUT TNI ke 70 ini, sebagian besar tentara memperingatinya di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten. Tapi Tentara Indonesia yang tergabung di Kontingen Garuda  XXIII-I tetap harus siaga menjaga perdamaian di kawasan Lebanon. Salah satu di antaranya adalah Sersan satu  (Sertu) Muhammad Shidiq Prasetiya.

Shidiq tetap melakukan tugasnya hari ini sebagai staf operasional atau technical operation centre (otc).  “Tugas saya menerima jadwal dan melaporkan kegiatan sehari-hari, dan tentu saja patroli. Saya bersama tim kebagian patroli sektor timur (east),” kata tentara ganteng dari Yonif 403/WP Yogyakarta ini.


Tugas keseluruhan Shidiq  dan para penjaga perdamaian dari PBB lainnya adalah menjaga stabilitas keamanan di Lebanon agar tidak terjadi lagi perang seperti pada Juni 2006 lalu.  “Juga menjaga batas negara antara Lebanon dan Israel agar tidak terjadi pelanggaran di garis perbatasan, “ tambah pria kelahiran 15 Agustus 1986 ini.

Di sela-sela tugas utama patrol selama 24 jam, Shidiq juga masih menyempatkan diri bertugas langsung di masyarakat Lebanon. “Kami juga mengadakan penggobatan massal gratis. Harga obat-obatan di sini sangat mahal. Jadi mereka sangat antusias. Kami juga turut membantu sekolah mengadakan perpustakaan keliling, bahkan saat 17 Agustus lalu kami mengajak anak-anak di sini mengikuti lomba balap kerupuk dan balap karung seperti di Indonesia,” papar lulusan Secaba 2007 ini.



Masih ada lagi tugas yang diemban Shidiq di Lebanon.  “Di sektor budaya juga mempertunjukkan kesenian dari Indonesia  kepada masyarakat Lebanon.  Boleh dibilang kami tuh Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia.  Sambutan masyarakat di sini sangat hangat kepada tentara Indonesia dibandingkan negara-negara lain.  Setiap kami melambaikan tangan ke masyarakat di sini, mereka langsung teriak, Garuda! Soalnya kami punya motto, senyum, sapa dan salam,” papar Shidiq.


Shidiq datang bertugas ke Lebanon pada Desember 2014. Saat itu Lebanon sedang musim dingin. “Kulit dan bibir langsung pecah-pecah karena udaranya kering. Suhu udara antara 8-13 derajat. Beda jauh dengan suhu di Indonesia yang hangat. Tapi semua terbayar ketika untuk pertama kalinya saya melihat salju. Bukan main, saya selama ini hanya bisa melihat salju di teve, bisa melihat dan merasakan salju langsung di bawah udara minus tiga derajat,”  kenang pemilik akun instagram @prasetiya2186 ini.

Shidiq tak terlalu lama untuk bisa beradaptasi. Bahkan dengan makanan juga. “Walau pada awalnya terasa aneh kebab di sini dengan di Indonesia,” kata pria yang mengisi waktu luangnya di Lebanon dengan olahraga sepakbola dan voli.

Pada Desember 2015 ini, Shidiq akan kembali ke tanah air melanjutkan tugasnya yang lain. “Saya kangen sama orangtua, kampung, dan masakan Indonesia … hahaha,” tutup pria yang sempat menunaikan ibadah umroh di masa cutinya ini.


Selamat HUT TNI, Sertu Shidiq. 


Thursday, October 1, 2015

Kisah Tentara Tampan dari Pasukan Khusus Paragliding TNI AD




Kesibukan Sersan satu Danang Amri Arasyid kian terlihat menjelang peringatan HUT TNI pada 5 Oktober nanti di Pelabuhan Indah Kiat, Banten. Anggota TNI AD ini siap memeriahkan acara tersebut bersama rekan-rekannya yang tergabung di dalam pasukan khusus paragliding army. Apa itu paragliding army?

“ Paragliding army merupakan tim yang dibentuk untuk kesiapan operasionalitas satuan lintas udara,“ jelas pria kelahiran Banda Aceh, 10 April 1991. Intinya sih, satuan ini memiliki keistimewaan yang lebih dari sekadar atlet olahraga terjun payung umumnya. Bahkan cara terjun dan alat terjunnya juga unik lho.

“Cara kami landing maupun take off menggunakan kaki sendiri atau tidak menggunakan roda dan landasan khusus,” tambah Danang tentara dari kesatuan Brigif Linud 18/2 Malang, Jawa Timur. “Keterampilan yang kami miliki adalah kemampuan untuk menggabungkan keterampilan  terbang, kecepatan, manuver maju, dan teknik terbang dengan akurasi tinggi.”



Danang  yang senantiasa mengenakan pakaian dinas lapangan ini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. “Untuk TNI baru dibuka dua gelombang sampai saat ini,” katanya sambil tersenyum. Sulitkah untuk menjadi anggota kesatuan ini? “Tidak ada syarat khusus sebanrnya. Biasanya direkrut dari satuan yang sudah memiliki spesifikasi  freefall dan terjun static , serta tidak takut ketinggian. Pokoknya anggota yang mumpuni.”

Pelatihan khusus untuk pasukan ini dilakukan selama satu 1,5 bulan. “Pasukan ini nantinya untuk pendadakan lintas udara di dalam daerah yang sulit dijangkau pasukan infanteri biasa. Dukungan pesawat pun terbatas Hercules C130 atau tidak ada dukungan sama sekali. Tugas pokok kami adalah infiltrasi udara atau penyusupan melalui udara,” kata pria ganteng yang mengaku masih lajang ini.



Selain bangga menjadi anggota satuan khusus, Danang juga senang bergabung di paragliding army lantaran bisa memenuhi hobinya traveling. “Seru banget bisa keliling Indonesia.  Belum lama ini kami diundang ke Papua untuk perayaan HUT RI. Jadinya saya makin tahu banyak tentang Indonesia,” katanya.

 “Sekarang satuan kami banyak dilirik pejabat daerah untuk mengisi kegiatan besar. Tapi karena anggota kami dari TNI saja hanya 30 orang, jadi terkadang merasa kekurangan orang,” jelas pemilik akun instagram @danangarasyid ini.

Ngomong-ngomong, pasukan ini bisa nggak ya ngajak cewek-cewek cantik terjun tandem?

“Saat ini kami masih mahirkan solo terbang dulu,” elak Danang tersipu.

Waaah, sayang banget. Padahal kalau bisa, pasti sudah banyak yang antre pengen tandem sama tentara ganteng satu ini.