Showing posts with label Newmont. Show all posts
Showing posts with label Newmont. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

Malam Pertama di Newmont



Meneruskan cerita sebelumnya yang tertunda ...

Jadi saya tiba di PT Newmont sudah menjelang magrib. Itu juga nggak langsung diajak ke pertambangan. Tapi harus dievakuasi dulu untuk diberi pengenalan tentang Newmont. Habis itu saya dan teman-teman dikasih ID Card yang nggak boleh hilang, rompi dan sepatu khusus untuk besok jalan-jalan ke pertambangan.


Untunglah nggak gitu lama, kami pun diajak ke tahap berikutnya. Apaan? Makan malam. Tapi di mana ya makan malam di tempat yang gelap gulita dan jauh  dari perdaban?

Kami harus keluar dari area pertambangan. Lumayan ketat lho. Karyawan papan atas aja tetap harus diperiksa. Padahal cuman pengen ke sebuah tempat makan yang letaknya beberapa langkah dari pos jaga. Ribeut, tapi emang kudu gitu.

Borneo Cafe

Kami memutuskan untuk makan di Borneo Cafe yang agak remang-remang gitu suasananya. Maklum di pelosok, bukan di mall. Lihat aja bentuk dan rupanya.












Saya sih bingung apa yang harus dimakan. Sesungguhnya saya lagi banyak pantangan. Jadinya saya makannya yang aman-aman saja. Ikan dan ayam goreng. Tentu saja sayur kangkung yang lezat. Tanpa nasi karena saya sedang diet ketat.

Mungkin karena Newmont sedang tidak beroperasi, tempat makan ini tampak sepi. Kata si Ibu, dia bisa-bisa bangkrut kalau Newmont tak segera beroperasi kembali (Alhamdulillah, sekarang kan, sudah ya, bu).


Nggak lama-lama makan di sana, akhirnya kami di ajak Bu Jenni, Mas Ary dan tim Newmont lainnya untuk segera ke townsite. Semacam area khusus untuk perumahan pekerja tambang dan tamu.


Townsite

Terus terang, saya udah nggak kuat pengen mandi. Makanya senang banget ketika tahu akan segera ke tempat menginap. Townsite ini mengingatkan saya kepada barak-barak di film-film horor. Dan suasana malam terbilang horor di Newmont karena statusnya yang sedang vakum.

Saya dapat kamar sendirian. Yang lain ada yang berdua. Saya lebih suka sendiri. Apalagi kasurnya single bed. sebenarnya sih karena privacy aja. Nggak enak tidur di kamar berdua kalau bukan dengan keluarga. Atau malah mendingan rame-rame sekalian.

Dan tada! Kamarnya oke juga. Bersih yang penting. Juga showernya enak banget ada air panasnya. Karena nggak bisa tidur saya jadi pengen lihat-lihat keluar.

Saya belum ada gambaran jelas tentang townsite di malam hari. Karena penasaran akhirnya saya kelayapan juga ke sekitar townsite sampai menemukan bar dan tempat bilyar. Jadinya nonton pertandingan bola di sana deh. Habis di kamar nggak ada fasilitas TV.

Lewat tengah malam akhirnya saya baru bisa tidur. Duh padahal besok subuh sudah harus siap-siap. Alamat deh.

Lihat deh townsitenya di foto ini.








Thursday, July 24, 2014

Perjalanan ke Batu Hijau (1)

Bermula saat sedang rapat evaluasi di sebuah tempat di Bandung. Karena sudah lama, saya mulai jenuh. Tangan pun mulai membuka HP, mengecek group WA untuk group Bootcamp Newmont. Tiba-tiba Bu Jenni nyelonong masuk, dan bilang," Siapa yang mau ikut ke Newmont Kamis. Khusus dua orang. Siapa cepat dia dapat." (Intinya sih begitu)

Buru-buru saja saya menyatakan siap. Peserta lainnya adalah Griska. Hahaha, saya sendiri asal nyanggupin aja walaupun belum tahu kantor ngizinin atau nggak saya ambil cuti. Juga isteri saya.

***

Akhirnya saya berangkat juga dari Bandung Kamis dini hari. Karena harus tiba di Bandara Soeta, saya berangkat dari pool bis Prima Jasadi Batu Nunggal  pukul 02.30. Biarlah kepagian. Soalnya siangan dikit aja bisa kena macet di Bekasi.

Saya tiba duluan di Bandara. Bisa shalat subuh dulu, kemudian nongkrong di terminal 1A. Kemudian muncul Griska dan Harris Maulana. Tak lama kemudian Bu Jenni manggil minta kumpul. Olalala, ternyata yang ikutan ada lagi. Crew  Trans Corp, dan SCTV.  Satu lagi adalah Mbak Valencia Silly yang ngetop banget itu. Bukunya kebetulan juga terbit di tempat saya kerja. Voila! Setelah sarapan, kami pun cek in deh.


Ngomong-ngomong, tahun ini adalah yang pertama kali naik pesawat kembali. Soalnya, dari kantor udah lama nggak ada dinas ke luar negeri :) Maklum deh, traveler abidin (atas biaya dinas). Dan ini adalah penerbangan terjauh juga ke arah timur Indonesia, yang sebelumnya cuman sampai Bali. Jadi, agak antusias aja. Apalagi saya tuh pengen banget menjelajah seluruh Indonesia.

Maskapai yang digunakan adalah Lion Air dengan tujuan Bandara Internasional Lombok (yang masih baru itu). Tadinya khawatir ngaret. Soalnya saya pernah ngalamin sama maskapai satu ini. Ternyata nggak.


Well, karena akan bergeser waktu, saya putar dulu arloji sebelum naik pesawat. Tambah satu jam. Dan seperti biasa, saya potret sana-sini. kali aja nanti ada lomba ngeblog tentang Lion Air gitu kan udah punya fotonya.




Karena udah agak siang sejak buka counter, ternyata rombongan kami dapat seat yang berpencar. Hahaha, berasa nggak rombongan, soalnya duduk jauh-jauhan. Tapi setidaknya saya bisa tidur karena masih ngantuk. Kalo duduk sebelahan sama yang dikenal terus tidur itu kan namanya nggak sopan. Sebelum tidur, selfie dulu ah :)


Mungkin sekitar1,5 jam kemudian pesawat akhirnya mendarat. Saya masih agak-agak ngantuk. Cuman nggak mungkin juga terus-terusan tidur. Nanti diculik pilotnya gimana? So, saya pun mengambil tas kamera di kompartemen..

Begitu turun dari pesawat, pertama saya berhamdallah karena diberi kesempatan menginjak tanah  Lombok. And then, saya potret-potret lagi dah. Terutama yang ada label Lion Airnya. Lagi, buat lomba ngeblog kelak. Sudah puas, langsung antre ambil bagasi .... yang lamanya minta ampun. Hm, pantas aja makin banyak orang yang alergi masukin bawaan ke bagasi. :(


Di luar ternyata ada Willy dari METRO TV yang kemudian bergabung. Sudah dekat? Belum! Masih panjang perjalanan menuju Batu Hijau di Sumbawa Barat, ternyata. Tapi sebagai traveler, kita harus menikmati perjalanan, jauh maupun dekat. Karena inti traveling bukan tujuan, namun perjalanan :) #Katanya

Berikutnya adalah perjalanan darat menuju Pelabuhan Kahyangan di Lombok timur. Untuk menempuhnya, kami menggunakan mobil travel Inova. Ada tiga mobil untuk membagi kami. Dan saya satu mobil dengan Harris serta Griska.

Seperti yang saya duga, pasti deh supirnya ngebut. Beneran aja. Ngebut sengebut-ngebutnya. Sampai saya nggak mau lihat ke depan. Pura-pura ngobrol atau ngunyah makanan.

Ngomong-ngomong makan, Bu Jenni nraktir kami makan siang dulu di sebuah tempat makan tak jauh dari Bandara.Menunya bikin perut yang lapar langsung megap-megap. Tapi tetap sih favorit saya ya plecing kangkung. Nama tempat makannya lupa, nanti deh ditanya dulu ke Griska.

Dan momen makan gini adalah paling tepat untuk ngecas HP. Walaupun jadinya sepanjang makan saya berusaha mengingat-ingat terus lagi ngecas HP. Maklum deh pelupa akut. Lah, pas sarapan di Bandara aja tadi sempat lupa tas kamera :)

Lanjut ke perjalanan deh. Di antara ngebutnya mobil travel yang disupiri Husnan, saya berusaha melihat-lihat pemandangan di sisi jalan. Banyak banget masjid dengan menara yg besar. Nyaris hanya beberapa ratus meter bertemu masjid-masjid besar. Mudah-mudahan jemaahnya juga banyak ya. Saya juga baru tahu kalau ternyata Lombok punya gelar Pulau 1000 Masjid.

Pengennya sih kalo ada di satu tempat dengan petunjuk nama kecamatan atau kabupaten gitu, ya berhenti dulu. Tapi keknya nggak mungkin juga. 

Setelah 1,5 jam perjalanan, rasanya senang bingits ketika akhirnya melihat laut Lombok Timur. Soalnya, kaki udah pegel ikut-ikutan nginjek rem saking ngebut dan seringnya menyalip mobil lain. Selain itu, rasanya kok pengen pipis :P

(bersambung)