Friday, February 19, 2016

Yuk, Mengenal Jenis Seragam Polisi Indonesia





Tak sedikit masyarakat awam yang menganggap seluruh personel polisi Republik Indonesia bekerja di jalan raya mengatur lalu lintas. Hingga setiap mendengar kata profesi polisi yang terbayang adalah sosok berseragam cokelat dan bertutup kepala putih.

Padahal dalam struktur organisasinya, polisi memiliki bermacam uni dan satuan kerja yang bermacam. Tak pelak lagi, seragam mereka pun bermacam pula. Nah, sebenarnya cara paling mudah mengenali satuan tugas polisi adalah dari jenis seragam yang dipakainya. Berikut, informasi yang saya dapatkan.

Seragam Sabhara

Seragam ini adalah yang paling dikenal masyarakat yakni seragam Sabhara PDLT lengkap dengan baretnya. Sabhara adalah singkatan dari Samapta Bhayangkara. Fungsi pelayanan masyarakat merupakan fungsi dasar kepolisian dan menjadi salah satu fungsi yang berada di garis pelayanan terdepan. Aggota Polri yang mengemban fungsi ini biasa disebut dengan Polisi Berseragam (Uniform police). Berbagai pelayanan yang dapat anda dapatkan semisal : Pembuatan Laporan Polisi, Pengaturan jalan dan Pengamanan kegiatan masyarakat.




Seragam Brimob 

Seragam cokelat dengan baret biru adalah seragam harian Brimob (Brigade Mobil). Brigade Mobil (Brimob) adalah kesatuan yang dikenal sebagai Korps Baret Biru dalam tubuh Kepolisian Negara Republik indonesia. Brimob merupakan pasukan khusus dalam jajaran institusi Polri, karena memiliki lingkup tugas khusus yaitu menanggulangi situasi darurat, membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi, yang menggunakan senjata api dan bahan peledak, melaksanakan operasi yang membutuhkan aksi yang cepat, situasi pertolongan pada Bencana Alam (SAR), Pertempuran Jarak Dekat (dalam kota), dan sebagainya.


Sragam brimob warna hitam biasa digunakan untuk pergerakan malam hari dan antiteroris. Seragam loreng digunakan untuk acara besar dan operasi di hutan. Sedangkan seragam kehijauan digunakan untuk pelatihan khusus di hutan.



Seragam Polair

Berbeda dengan seragam polisi yang dominan warna cokelat, polisi perairan justru dominan warna biru. Polair bertugas menyelenggarakan fungsi kepolisian perairan yang mencakup patroli termasuk penanganan pertama terhadap tindak pidana dan pencarian dan penyelamatan kecelakaan di wilayah perairan, dan pembinaan masyarakat pantai/perairan serta pembinaan fungsi kepolisian perairan dalam lingkungan polda.


Seragam Provos

Berikut ini adalah seragam propam (dulu lebih dikenal dengan nama provos) dengan ciri khas kopel putihnya. PROPAM adalah salah satu wadah organisasi POLRI berbentuk Divisi yang bertanggung-jawab kepada masalah pembinaan profesi dan pengamanan dilingkungan internal organisasi POLRI



Polisi Pariwisata

Seragam cokelat dengan les dan dasi merah ini adalah seragam polisi pariwisata. Polisi Pariwisata memiliki  peran  sangat penting dalam  pengamanan wisatawan, memberikan pelayanan dan kenyamanan baik dalam perjalanan wisata maupun di obyek wisatanya.


Polisi Satlantas

Ini dia polisi dari satuan lalu-lintas yang sudah akrab dengan masyarakat karena mereka dapat dijumpai dengan mudah di jalan raya. Ciri khasnya adalah kopel putih, tali kur putih dan penutup kepala putih. Polisi lalu lintas bertugas menyelenggarakan dan membina fungsi Lalu Lintas Kepolisian yang meliputi pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, pendidikan masyarakat dan rekayasa lalu lintas, registrasi dan identifikasi pengemudi/ kendaraan bermotor, penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakkan hukum dibidang lalu lintas guna memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.



Pakaian Dinas Upacara

Seragam ini adalah PDU 1 berupa jas, dasi dilengkapi dengan lencana dan atribut lengkap.


Berikut adalah pakaian dinas upacara yang biasa dipakai untuk acara resmi, sidang KKE, peringatan Hari Pahlawan, pelantikan jabatan tinggi dan lain-lain.



Sergam dinas upacara ini hampir sama dengan PDU1, hanya atribut yang dipakai tidak sebanyak PDU 1.



Itu dulu informasinya.  Semoga sekarang bisa lebih mengenali polisi dan tugasnya dari seragam mereka.

Wednesday, February 17, 2016

900 Lebih Akun Medsos Palsu Manfaatkan Foto Brigadir Ian Aditya



Brigadir Ian Aditya tak menyangka sama sekali jika fotonya dibajak di media sosial hingga angka melampaui 900 akun. Polisi yang berdinas di Polres Donggala, Polda Sulawesi Tengah ini, baru mengetahui data tersebut setelah dihubungi pihak komunitas Waspada Scammers Cinta (WSC).

"Mereka mendapatkan  900-an akun palsu yang menyalahgunakan foto saya dengan menggunakan nama saya. Ada juga akun palsu atas nama orang lain tapi tetap memakai foto saya di medsos. Saya kaget dan spontan kesal.  Setelah mengetahui data WSC itu, saya pun tergelitik untuk memerangi akun akun palsu itu. Namun sampai saat ini akun-akun palsu itu memang susah dimusnahkan karena cara membuat akun baru di medsos sangat mudah," tutur pria lajang kelahiran 20 Desember 1987 ini, saat saya temui di Bandung beberapa waktu lalu.

Menurut Ian, saat satu akun palsu dimusnahkan, maka akan muncul sepuluh akun palsu baru. "Tapi saya tetap semangat untuk membereskan masalah ini karna ini menyangkut nama baik saya dan nama baik instansi kepolisian. Selain dari WSC, ada pula laporan dari  pihak yang hampir tertipu dan langsung menginfokan ke akun resmi saya," papar pemilik akun Instagram ian_aditya_ntd ini.





Ian mengaku sempat beberapa kali kena getah penipuan melalui medsos yang memakai fotonya. "Ada puluhan korban yang  tahu-tahu menghina dan memaki saya di medsos. Di antara mereka kebanyakan wanita karir, pengusaha, TKW, ibu rumah tangga, dan PNS,  Pernah ada seorang dosen pendidikan S2 sampai bela-belain menelusuri saya. Dia berkata jujur telah jatuh cinta sejak pertama kenal akun palsu yang memuat foto saya. Dosen itu sekarang sudah nikah,  dan kami jadi berteman," kata pria yang sering membuat puisi dan lagu, lalu diposting di akun medsosnya.

Tak hanya memakinya di media sosial, bahkan laporan kepada kantor polisi pun sampai juga. "Sudah puluhan wanita melapor secara lisan di Polres Donggala. Baru tiga orang yang mau membuat laporan tertulis di Polda Sulteng. Sudah tiga kali juga saya di periksa propam Polda Sulteng. Namun bukti yang mereka berikan itu tak satu pun mengarah pada saya. Karena memang saya tidak bersalah. Saya hanya difitnah oleh akun-akun palsu," kata polisi yang pernah menyabet juara lomba puisi saat masih pelajar ini.

Kejadian ini, meskipun melelahkan pria penggemar sepakbola ini, tapi berusaha disikapinya secara positif. "Semenjak itu,  saya makin termotivasi ingin menunjukkan sosok yang lebih sabar ,tegar dan bisa memberikan dampak positif bahwa setiap perubahan yang baik itu akan selalu ada rintangan," tutup Ian.

Tuesday, February 16, 2016

Menikmati Gurihnya Mie Titi di Makassar




Saat hendak kendak ke Makassar, Sulawesi Selatan, banyak yang merekomendasikan saya untuk mencicipi Mie Titi.  Saya sendiri tidak ada bayangan wujudnya karena tidak sempat browsing. Jadi begitu sampai di daerah Jalan Perintis kemerdekaan, Daya, dan melihat kedai mie titi, bergegas saya sambangi.

Kedai Mie Titi ini lumayan terisi sebagian kursinya, dan merupakan cabang dari kedai di Jalan Irian, sebuah pusat kuliner di kota Angin Mamiri ini. Tanpa babibu, saya segera memesan Mie Titi sambil menahan keinginan untuk browsing. 

Setelah menunggu lumayan lama karena banyak yang order makanan, akhirnya penampakan Mie Titi muncul di meja. Saya pikir, Mie Titi seperti hidangan mie lainnya. Ternyata berbeda. Disebut mie kuah bukan, disebut mie goreng juga bukan.


Bahan dasarnya adalah mie telor yang digoreng kering kemudian disiram kuah maizena yang 
kental. Sekilas saya ingat sajian kuotiaw hanya bahan dasarnya mie kering. Selain itu, tampak pula beberapa potong sayuran, terutama sawi dan kol. Rasanya gurih dan membuat ingin cepat menghabiskannya. Apalagi jika ditambah sambal agar pedas.






Mau lebih sedap lagi? Peras jeruk nipis yang dihidangkan di pinggir piring sesuai selera. kalau saya sih tidak suka yang terlalu masam.

Setelah makan, barulah saya mencari tahu sejarah kuliner Mie Titi yang begitu ngehits ini. Pioner mie titi  ini adalah Ang Kho Tjao, warga keturunan Tionghoa di Makassar. Ang Kho Tjao kemudian mewariskan resepnya kepada ketiga anaknya (Hengky, Awa, dan Titi.) dan menjadikan mie keringnya mulai terkenal sejak tahun 1970-an. 

Setelah Ang Kho Tjao meninggal,  bisnis mie kering dilanjutkan oleh anak-anaknya. Titi ternyata yang paling populer di Makassar, maka nama “Mie Titi” menjadi identik dengan mie kering Makassar. Mie Kering  sendiri ada beberapa yang terkenal yaitu Mie Titi, Mie Awa, Mie Hengky, dan Mie Anto. Saya juga tidak jelas mengapa ada Mie Anto karena tidak ada di daftar anak Ang Kho Tjo.

Kedai Mie Titi yang paling beken berada di Panakukang. Saya belum sempat mencicipinya. Tapi Mie Titi yang saya nikmati di kawasan Daya pun rasanya sudah cukup nendang kok.

Monday, February 15, 2016

Para Polisi Ini Membantu Anak-anak di Daerah Banjir Tetap Bisa Sekolah





Tugas polisi sebagai pengayom masyarakat tak hanya melindungi masyarakat dari kejahatan dan mengatur lalulintas. Di beberapa daerah yang dikepung banjir, mereka pun turun tangan membantu masyarakat. Terutama mengevakuasi anak-anak yang rawan menjadi korban bencana alam tersebut.

Salah satu lokasi banjir berada di pinggir Sungai Musi, Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Meluapnya air sungai menyebabkan jembatan yang menghubungakan Pendopo  dan Kecamatan Ulu Musi terputus. Penduduk jadi tidak bisa melaluinya.

Untunglah polisi di bawah Polda Sumatera Selatan dengan sigap menolong. Puluhan anggota polisi dari polsek setempat turun tangan membantu.

"Kami mengevakuasi korban banjir. Terutama anak-anak yang igin pergi sekolah, harus kami gendong agar bisa menyeberang," jelas Bripda Prazma Geotoras Pitara dari Polres Empat Lawang.

"Persaan saya sedih banget melihat mereka sulit ke sekolah. Tapi saya salut, meskipun banjir mereka masih semangat untuk tetap belajar di sekolah. Terlihat mereka senang sekali saat bisa melewati kawasan banjir," ujar pemilik akun instagram @prazma_ghiio ini. 



Bencana banjir  juga melanda di Kecamatan Harau, tepatnya Taram dan Batu Balang, Sumatera Barat. Para polisi dari Polda Sumbar pun turun tangan. Termasuk salah satunya Bripda Rubby dari Polres Limapuluh kota.

"Ya, kami membantu warga semaksimal mungkin. membantu warga menyeberangkan mobil, menyeberangkan lansia, dan juga anak-anak. kami juga melakukan bagi-bagi sembako," jelas Rubby yang turun tangan berasama puluhan personel polisi lainnya.



Tuesday, February 9, 2016

11 Meme Polisi dan Tentara Ini Bikin Baper



Menjelang Hari Kasih Sayang pada tanggal 14 Februari, di media sosial mulai bertaburan meme tentang perasaan cinta. Mulai dari yang lucu sampai romantis semua pada akhirnya menjadi viral.

Tidak sedikit orang yang berusaha membuat variasi meme, baik untuk kepentingan viral, hobi, menambah follower, hingga yang serius penggarapan artistiknya.  Tidak sedikit pula yang membidik target-target tertentu. Sehingga pengguna sosial media jadi lebih kreatif, ketimbang memasang foto selfie. Sebab membuat meme bukanlah pekerjaan ringan. Cara memadukan foto dan pilihan kalimat harus benar-benar sesuai.

Berikut adalah meme dengan obyek  foto polisi dan tentara yang bisa bikin baper (bawa perasaan) pengguna media sosial, khususnya cewek. Tanggapannya pun beragam, dari serius, tertawa sampai klepek-klepek.

Para polisi dan tentara yang umumnya masih muda itu berkomentar santai saja dengan meme tersebut. "Saya sih santai aja.  Rasanya lucu dan jadi ketawa sendiri. Paling pacar yang sewot. Saya sendiri orangnya humoris. jadi boleh juga kalo dibuat meme lucu," kata  Erik Martan yang berdinas  di Batalyon Zeni Kontruksi 12/Karana Jaya, Palembang.

"Buat saya sih nggak ada masalah. Santai saja kan buat meramikan media soisal. Yang penting selama masih dalam batas kesopanan," kata Bripda Takdir dari Polda Sulawesi Selatan dengan akun instagram @h.takdir.

Hal senada diungkapkan Bripda Iqbal Andriansyah dari POlda Sumatera Utara. "Saya malah senang jadi banyak pertemanan dan menambah keakraban," kata pemilik akun @iqbalandriansya. 

Selamat menikmati.















Friday, February 5, 2016

Merinding Saat di Museum Kalimantan Barat



Sebelum keliling kota Pontianak, Kalimantan Barat, sebaiknya datanglah lebih dulu  Museum Provinsi Kalimantan Barat  di Jalan Jenederal Achmad Yani. Sebab dari sinilah kita bisa mengenal betul sejarah serta budaya yang ada di Pontianak, bahkan Kalimantan Barat.

Saya merasakannya ketika menyambangi museum yang menyimpan berbagai benda-benda bernilai historis dari tiga suku besar yang ada di Kalimantan Barat, yaitu: Suku Melayu, Suku Dayak, dan Suku Tionghoa.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika saya tiba. Beberapa pengunjung lokal terlihat memasuki pintu museum setelah membayar tiket masuk di depannya. Petugas museum dengan ramah langsung menyambut dan mempersilakan saya untuk melihat koleksi museum. Mereka juga siap memberikan informasi yang dibutuhkan.

Ruangan pertama yang saya masuki seperti ruang pengenalan tentang peradaban. Di sini saya bisa melihat koleksi geologika berupa peta dan jenis batu-batuan. Juga koleksi biologika berupa tengkorak atau rangka manusia, tumbuhan, dan binatang. SEmaikn seru ketika melihat koleksi arkeologika berupa benda  peninggalan budaya sejak masuknya budaya Barat seperti kapak perimbas , serpih dan mata panah , beliung, kapak persegi dan gerabah, serta manik-manik dan nekara



Keliling museum ini maskin mengasyikan ketika naik ke lantai atas melihat Ruang Budaya Kalimantan Barat, meliputi tujuh unsur kebudayaan: religi dan upacara kebudayaan, mata pencaharian hidup, organisasi kemasyarakatan, teknologi dan peralatan, pengetahuan, kesenian, bahasa.

Jujur saja saya merasa merinding ketika masuk ke sini karena kental dengan suasana mistis. Terutama ketika tiba di koleksi yang berhubungan dengan kematian, seperti Tiang Sandung orang Dayak yang merupakan tempat menaruh abu ataupun jenazah, kain kafan orang Melayu dan alat-alat untuk melakukan perdukunan pada jaman dahulu.



Bisa terbayang jika tiba-tiba lampu di museum mati dan saya sendirian di depannya. Hiiy. Tapi jangan takut, karena selalu ada petugas museum yang menmani dan memrikan informasi jelas ihwal koleksi museum.




Setelah itu, saya menuju ruang khusus koleksi keramik yang membuat saya ingin membawanya pulang. Hehehe. Tentu saja dilarang keras. Jadi nikmati saja sambil merasakan betapa kayanya budaya Indonesia ini sejak dulu.

Di luar museum, saya juga melihat koleksi menarik seperti miniatur rumah adat dan perahu lancang kuning yang biasa dipakai Raja Pontianak berkeliling di Sungai Kapuas pada masanya.

Nah, berminat ikut merinding?



Foti-foto: Benny Rhamdani

Nadiya Sering Dianggap Aneh Tekuni Sepak Takraw



Nama perempuan muda ini mungkin belum populer di telinga pecinta olahraga. Maklum saja, olahraga yang ditekuni  Nadiya Khayrah pun kurang populer di Indonesia, yakni sepak takraw. Padahal prestasi gadis muda kelahiran 19 Agustus 1997 ini tidak sedikit.

Sejak kelas 1 SMP, Nadiya sudah menjuarai Popda Sulawesi Selatan, lalu juara pertama Poprov tahun 2014,  dan di tingkat nasional pernah menyabet juara dua Kejurnas Sepak Takraw di Gorontalo. Saat ini atlet asal Sulawesi Selatan ini sedang sibuk mengikuti Kejurnas di Jawa Tengah.






"Di lingkungan masyarakat saya kadang dianggap aneh karena saya main sepak takraw. Banyak olahraga lain, tapi saya malah pilih takraw. Saya diamkan saja. Habis memang  sejak kecil saya jatuh cinta dengan takraw. Awalnya, saya senang melihat orang salto sambil menendang takraw. Akhirnya, ikut-ikutan dan keterusan jadi atlet," tutur atlet yang akan berlaga di PON 2016 di Jawa Barat ini.
  
Tak heran jika Nadya kemudian memilih berada di Pusat Pendidikan dan Olahraga Pelajar ketimbang sekolah umum. Pasalnya, Nadiya kini bisa tinggal seasrama dengan teman-teman atlet lainnya yang mengerti minatnya. 

"Satu asrama isinya 86 orang dari berbagai macam atlet. Suka dukanya banyak karena di sini kami dilatih mandiri. Bahkan kami juga dilatih kekompakan. Soalnya kalau salah satu, yang dihukum semuanya," tutur pemilik instagram @nadiya_khayrah. 

Kepada pemerintah, Nadiya berterima kasih banyak mau membiayai kehidupan atelet seusianya. "Semoga nanti semakin banyak sekolah-sekolah olahraga agar Indonesia menjadi gudang atlet berprestasi," ujar perempuan yang bermimpi kelak menjadi anggota polisi wanita maupun korps wanita angkatan darat.   

Monday, February 1, 2016

Martabak Tropica, Masuk Daftar Lima Martabak Manis Paling Enak di Bandung





Musim hujan, berbagai jenis kudapan yang cocok pun kerap diburu warga dan pelancong di kota Bandung.  Salah satunya adalah martabak manis. Kudapan yang dulu lebih dikenal dengan nama kue terang bulan ini sangat populer di Bandung di musim hujan, seperti halnya roti bakar dan kuliner berkuah hangat.

Tak perlu pusing untuk mencari kedai martabak yang kulitas rasanya paling ngehits alias paling enak. Berikut ini adalah martabak populer di Bandung saat ini dengan kelebihan masing-masing.

Martabak Tropica




Kedai Martabak Tropica berada di Jalan Burangrang, bersebelahan dengan foodcourt In & Out Eatery. Semula kedai ini berada di daerah Kopo dan belum setahun pindah ke kawasan kuliner Burangrang.

Di sini banyak maratabak manis pilihan, tapi yang saya rekomendasikan adalah martabak pizza 8 topping dan juga martabak 10 topping. Silakan pilih sendiri topping kesukaannya, ada selai cokelat, strawberry, nutella, silver queen, green tea, keju, kacang, dan lainnya. Tentu saja martabak lainnya juga enak, baik yang tebal klasik maupun tipis kering. Yang paling unik adalah martabak cakalang.

Keunggulannya,  mentega yang dioles cepat meresap ke marbatak sehingga tidak lenget ketika dipegang tangan. Selain itu, harga juga bersaing dengan martabak premium lainya, dan sering pula digelar diskon maupun hadiah bulanan.

Martabak San Fransisco



Martabak ini dikenal karena legendaris berdiri sejak 1965. tapi lokasinya di Bandung setahu saya sempat berpindah-pindah sebelum akhirnya nangkring di Jalan Burangrang. Sejak kecil saya menyukai martabak di sini terutama isi keju ataupun kacang coeklat. Mungkin karena dulu belum begitu banyak pilihan.

Martabak ini hingga sekarang masih diburu warga dan tamu di Bandung kendati agak sulit mencari tempat parkir. Maklum, kedainya berdesakan juga dengan kedai kuliner lainnya. Saya biasanya mebawa martabak pulang. Kadang kalau macet,  jadinya kurang hangat lagi. Biar tetap asyik, menikmatinya dengan segelas teh hangat.

Martabak  Nikmat Andir



Kedai Martabak Andir berada di Jalan Ahmad Yani, di daerah barat Bandung. Tandanya sangat mudah, karena berseberangan dengan tikungan pasar Andir. Semula saya sangsi dengan maratabak ini karena terletak dekat pasar. Tapi karena pengunjungnya ramai, saya sambangi juga.

Maratabak manis di sini juga memeilki banyak varian. Tapi menurut pelanggan, yang paling enak adalah martabak rasa pandan jagung yang berwarna jagung. Saya tetap lebih suka martabak cokelat kacang. Karena kalau isian lainnya memang tergantung kualitas isiannya. Sedangkan kacang kan bervariasi. Di sinilah saya biasanya bisa menilai adonan martabaknya enak atau tidak.

Menurut saya kekurangan martabak Andir adalah penggunaan olesan mentega yang berlebihan. Sehingga saat diambil potongan martabaknya terasa lengket. Entahlah menurut orang lain, mungkin martabak seperti itu lebih enak.


Martabak  Liana




Kedai martabak Liana terletak di Jalan Cipaganti dan terkenal karena martabak bolunya. Teksturnya lembut seperti bolu, itu sebabnya diberi nama martabak bolu. Isian martabak juga beragam seperti halnya martabak manis modern.

Saya menyukai martabak bolu, tapi tetap favorit saya adalah isian kacang cokelat. Selain martabak manis, di sini juga dijual varian martabak asin yang pedas, yakni martabak rica. Jika ke Bandung, cobalah mencicipi sensasi lain martabak di sini.


Martabak Asan




Kedai martabak ini bleh dibilang yang paling sederhana kelasnya dibandingkan empat kedai di atas. Namun karena kedai ini punya varian martabak tipis kering yang unik, maka pengunjungnya senantiasa ramai.

Sensasi menikmati martabak kriuk-kriuk memang berbeda dengan martabak tebal. Bahkan bagi yang tidak suka martabak tebal, martabak tipis kering bisa jadi alternatif pilihan. Isiannya yang paling enak adalah cokelat kacang. Itu versi saya.

Saat ini martabak tipis kering juga bisa ditemukan di beberapa kedai. Di Tropica misalnya, tersedia martabak tipker rasa durian yang rasanya tak kalah dengan Martabak Asan.







Lomba Blog Semi SEO Kedai Martabak Tropica




Kedai Martabak Tropica merupakan salah satu bisnis kuliner martabak manis di Bandung yang selalu menyajikan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan varian martabaknya. Selain itu, Kedai Martabak Tropica selalu mengutamakan kualitas rasa dan kebersihan dalam proses produksinya.

Untuk memperkenalkan kepada memasyarakat tentang Kedai Martabak Tropica, sebagai salah satu destinasi kuliner di Bandung, khususnya yang paling enak dan terbaik di sajian martabak manis, maka digelar Lomba Blog Semi SEO. 


Syarat & Ketentuan

1. Blogger merupakan Warga Negara Indonesia dan memiliki alamat pengiriman hadiah (jika menang) di Indonesia, serta memiliki nomor rekening di bank yang terpercaya.

2. Usia tidak dibatasi. Siapapun boleh ikut asal sudah memiliki blog yang ditulis sendiri.

3. Blog yang dimaksud sudah berusia minimal 3 bulan dan sudah ada 10 postingan. Platform blog bebas (wordpress, blogspot, kompasiana, blogdetik, dll) atau bahkan memiliki domain pribadi tetapi tidak boleh menggunakan nama domain yang mengandung salah satu kata keyword. Notes facebook tidak diperkenankan.


4. Satu blogger hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) artikel saja.


5. Artikel harus mengacu pada pedoman EYD meski tidak formal, tidak menggunakan bahasa alay dan belum pernah dipublikasikan di media apapun.


6. Artikel harus mengandung lima keyword wajib, yaitu Martabak, Martabak Manis, Martabak di Bandung, Martabak Paling Top di Bandung, Martabak Cakalang 


7. Judul artikel : Martabak Tropica, Martabak Manis Paling Enak di Bandung dengan tambahan kata bebas di bagian depan maupun akhir.


8. Artikel tidak boleh mengandung unsur sara, pornografi, dan bukan hasil plagiat.


9. Panjang artikel minimal 500 kata menjelaskan varian martabak manis Kedai Martabak Tropica dan keunggulan lainnya.


10. Materi tulisan dan foto juga bisa diambil dari instagram.com/kedaimartabaktropica.bandung dengan menyebutkan sumber di kredit foto. Minimal satu artikel memuat tiga foto.


11. Peserta harus menyebarkan ke media sosial sebanyak mungkin dengan hashtag #martabaktropicabandung


12. Peserta harus menjadi follower instagram @kedaimartabaktropica.bandung dan me-like Fanpage Martabak Tropica Bandung


13. Link blog yang dilombakan di posting di FB Fan Page Martabak Tropica Bandung


14. Lomba berlangsung dari tanggal 2 Februari – 29 Februari 2016 


15. Pemenang adalah yang memenuhi syarat dan ketentuan di atas dan menempatkan artikelnya berada di halaman pertama Google search engine untuk kata kunci: Martabak Enak di Bandung pada tanggal 1 maret 2016 pukul 12.00 WIB


16. Tiga pemenang lomba akan mendapatkan hadiah uang tunai

Pemenang 1 Rp2.000.000
Pemenang 2 Rp1.500.000
Pemenang 3 Rp1.000.000

Hadiah hiburan untuk 4 (Empat) blog dengan konten menarik non SEO, masing-masing @Rp250.000


17. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat.


Info selengkapnya bisa dibaca di sini: https://www.facebook.com/events/467195660133042/