Showing posts with label polisi ganteng. Show all posts
Showing posts with label polisi ganteng. Show all posts

Thursday, July 13, 2017

Suara Mengaji Tiga Polisi Ini Bikin Sejuk Hati Netizen




Jenis postingan di media sosial milik anggota kepolisian sungguh beragam. dari yang suka traveling, fitnes, nyanyi, sampai yang berpose seadanya. Tiga polisi ganteng ini memilih jenis materi berbeda dari kebanyakan di akun instagram mereka, yakni mengunggah aktivitas mereka melantunkan ayat suci Al Quran.

Banyak netizen yang akhirnya menjadi followers mereka dan berkomentar positif mengaku merasa hatinya sejuk setelah menikmati lantunan suara mereka. Inilah ketiga polisi yang suaranya membuat sebagian netizen klepek-klepek dan tidak jarang minta dilamar.

Nabhani Akbar

Anggota Kepolisian Daerah Aceh ini terbilang kerap mengunggah video sedang mengaji setahun silam. Sayangnya beberapa postingan kemudian dihapus, bahkan akun instagramnya kemudian vakum.

"Saya sedang sakit dan harus menjalani operasi," katanya saat ditanya. Barulah  di bulan puasa lalu, Nabhani Akbar aktif kembali posting dengan video mengaji dan bershalawatnya. "Tujuan saya hanya syiar Islam. Itu saja," ketika ditanya niatnya.

Kemampuannya bertilawah ditimbunya semasa remaja di Bireun dan Banda Aceh. Bahkan Nabhani juga sempat mengikuti musabaqoh.



Randy Pangestu



Dinas di Polres Pemalang, Kepolisian daerah Jawa Tengah, polisi bernama Randy Pangestu ini juga rajin mengunggah video saat membacakan Qur'an.  Sesekali juga melantunkan shalawat Nabi Muhammad dan hafalan doa.

"Tujuan saya posting mengaji agar orang terinspirasi mau membaca Qur'an walaupun hanya satu ayat," kata pria berpangkat bripda ini.

Namun niat baiknya ini tak selalu dianggap baik oleh netizen. "Ada yang komentar positif, ada yang negatif bilang riya. Padahal niat saya tidak ke sana. Kalau sudah dikomentari seperti itu biasanya saya tidak tanggapi karena nggak mau dianggap cari popularitas," ucap pemilik akun instagram dengan nama @bripda_randy ini.



Bagas Maulana Sakti




Pria berpangkat bripda tidak hanya posting video melantunkan ayat suci Al Quran, tapi juga memberikan pengantar yang menyejukkan. Videonya bahkan digarap semi profesional.

"Tujuan saya untuk berdakwah. Polisi kan memang punya tugas untuk membina masyarakat," ujar pria yang bertugas di Kepolisian Daerah Istimewa yogyakarta ini.

Bagas yang mengaku tak pernah mengenyam pendidikan khusus pesantren, mendapatkan ilmu agama dai lingkungan keluarganya. "Alhamdulillah saya tumbuh di lingkungan yang baik dalam pendidikan agama. Dengan melakukan dakwah ini juga membuat hati saya tenang. Karena membaca al Quran dan hadis bisa menjadi solusi dari masalah yang ada," ujarnya.

Tuesday, July 11, 2017

Polisi Ini Parodikan Lagu 'Despacito' Berisikan Curhat





Lagu 'Despacito' yang dilantunkan Justin  Bieber  tengah naik daun di mana-mana. Banyak orang mencoba membuat versi cover di media sosial. Tak sedikit pula yang mengubah liriknya menjadi lagu parodi. Salah satu lagu parodi 'Despacito' yang kini tengah viral di media sosial adalah bersi 'Oh Polisi'.

Adalah Briptu Muhamad Fauzi yang melantunkan di akun Instagramnya kemudian diposting ulang oleh beberapa netizen sehingga membuat terkenal. Anggota brimob yang dinas di Kepolisian daerah Sumatera Selatan ini menyanyikannya sambil memetik gitar. Bukan suaranya yang merdu saja, atau permainan gitar, netizen  tergelitik dengan lirik yang seperti curahan hati seorang polisi.

Begini liriknya:

Oh Polisi ... engkau setia melindungi
mengayomi dan melayani masayarakat yang baik hati 

Oh Polisi ... walau selalu dicacimaki
Kehadiranmu selalu dinanti untuk menjaga negeri ini


Kalau berhasil tidak pernah dipuji
Kalau gagal dimutasi
Kalau kaya dicurigai
Kalau dia miskin dihina sana sini
selalu dicacimaki
Tapi aku bangga jadi polisi

Oh polisi ...

Saat dihubungi, Briptu Fauzi mengaku lagu parodi tersebut diciptakannya sendiri. "Saat SMA saya pernah menciptakan sekitar empat lagu," tutur polisi ganteng berdarah Sunda ini. Karena sudah biasa menciptakan lagu, tidak perlu waktu lama mengubah liriknya. "Saya sedang pegang gitar lalu tercipta liriknya spontan. Sekitar 15 menit lagunya jadi."

Briptu Fauzi pun tak menampik jika isi lagu itu merupakan curahan hatinya seperti yang diungkapkan para netizen yang berkomentar di media sosial. "Iya betul itu memang curhatan," timpal pria yang mengaku masih jomblo ini.

Silakan dilihat videonya di sini ....





Friday, December 2, 2016

Siapa Polisi Ganteng Elia Umboh?




Tiba-tiba saja nama polisi ganteng Elia Umboh heboh di Internet saat terjadi Aksi Super damai di jakarta, Jumat ini. Fotonya sedang membawa kotak air mineral terus vial ke mana-mana. Bahkan di akun instagram saya, banyak followers yang menyukainya.

Bersamaan dengan terkenalnya Elia Umbah, blognya yang bisanya bisa say intip, tiba-tiba semua postingannya hilang. Sungguh bikin banyak orang penasaran. Sedangkan akun instagramnya sendiri baru berisi lima postingan foto yang kurang jelas penampakannya. Artinya bisa palsu juga.

Namun selentingan kabar menyebutkan Elia dinas di Polda Metro Jaya, tepatnya di Pengendalian Masyarakat. Bahkan Elia merupakan seorang komandan peleton. Pria ini merupakan lulusan SD Katake, SMP di Bogor, serta SMA di bekasi.

Pendidikan kepolisiannya ditamatkan di Lido, Jawa barat. Dia juga merupakan penggemar musik fave jazz dan techno. Yang mengagumkan, Elia merupakan penggemar buku-buku karya Ary Ginanjar dan Habibburahman Elshirazy.



Tuesday, November 15, 2016

Akun Instagram Kombes Krishna Murti Diretas?


Beberapa penggemar sosok polisi Kombes Krishna Murti tiba-tiba merasa kehilangan kabar terbaru pria yang populer sejak kasus Bom Sarinah itu. Pasalnya sejak Selasa (15/11), akun instagram @krisnamurti_91 menghilang dari peredaran. Akhirnya banyak yang menduga akun media sosial itu diretas (hacked) oleh para haters (pembenci) yang jumlahnya juga lumayan banyak.

Setelah kasus bom Sarinah, perwira kelahiran 15 Januari 1970 ini memang banyak dicari sepak terjangnya oleh sejumlah warga. Lantaran saran dari berbagai pihak, akhirnya Krishna membuat akun instagram yang dalam beberapa hari saja sudah diikuti puluhan ribu pengguna instagram. Bahkan terakhir saya lihat seminggu lalu sudah mendekat angka 500k alias setengah juta. Di jajaran polisi yang memiliki instagram, lulusan Akpol 1991 ini boleh disebut paling teratas dalam pengumpulan pengikut.

Isi Instagramnya juga bervariasi, mulai dai kiprahnya di keploisian, hingga acara santai keluarga. Akun instagramnya sempat ramai ketika posting kerusahan di Senayan yang menyebabkan salah seorang anggota polisi cacat di bagian mata. Di sanalah bermunculan haters kepada dirinya maupun kepolisian.

Jenis pengikutnya juga dari berbagai kalangan, usia, maupun profesi. Tak sedikit polisi muda yang mengikuti akun instagram pria lulusan SMAN 5 Bandung ini. Krisna juga memiliki hastag yang lumayan populer yakni #kmupdates .

Foto-foto terakhir yang diposting akun perwira ini merupakan rangkaian kegiatan Konferensi Interpol Dunia di Nusa Dua, Bali. Sempat pula  ia posting foto masa lalunya ketika masih baru menjadi polisi.

Lantas, mengapa tiba-tiba akunnya tiba-tiba menghilang? Sejumlah pengikutnya mengira itu ulah hacker. "Soalnya kan sudah sering saya lihat polisi yang akunnya dihack karena mau diambil followersnya yang banyak," ujar Lira di Bandung.

Sementara itu, pengikut lainnya di Nganjuk bernama Sati mengira memang sengaj ditutup. "Saya dengar sih perira polisi sekarang nggak boleh punya media sosial. Apalagi intel. Mungkin sengaj ditutup," pendapatnya.

Seorang netizen yang tidak mau disebut namanya mengaku tahu instagram tersebut memang akan ditutup. "Pak Krishna yang bilang akan tutup instagramnya. Tapi saya tidak tahu apa alasannya," ujar wanita tersebut.

Nah, kalau memang bukan jatuh ke tangan peretas, artinya akan aman dan tidak dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab. tapi ada baiknya juga Pak Krisna menjelaskan kepada penggemarnya. Pasalnya, dulu ketika kasus Jessica ramai, akun mantan Wakapolda Lampung ini juga sempat menghilang walaupun akhirnya muncul lagi.

Wednesday, September 21, 2016

Lima Modus Penipuan dengan Akun Polisi Palsu


Punya wajah ganteng memang bukan tanpa risiko. Itu yang dirasakan Bripda Anggi Trio Putra dari Polda Sumatera Barat. Pria yang kerap memasang foto-fotonya di akun media sosial Instagram ini beberapa kali mendapat laporan foto-fotonya dibajak untuk membuat akun polisi palsu.

"Bahkan ada korban yang menghubungi saya dan menyangka saya adalah yang telah menipunya. Kebanyakan mereka menjadi korban penipuan di Facebook. Sedangkan Facebook saya sudah tidak aktif," ungkap Anggi.

Laporan tentang akun palsu juga berdatangan dari followersnya. beberapa langsung dilaporkan agar ditutup. Tapi masih banyak lagi yang beredar. "Saya minta para netizen berhati-hati dengan penipuan di media sosial. Setidaknya ada lima modus operasi mereka," tutur Anggi.

"Pertama, mereka pura-pura kesusahan karena ada saudara atau orangtua yang sakit dan memerlukan biaya pengobatan yang besar," jelas polisi yang hobi menyanyi ini.

"Kedua, mereka pura-pura kesulitan uang untuk biaya pendidikan dinas, mutasi, dan banyak lagi. Mintanya maksa karena harus buru-buru," tambah Anggi.

"Ketiga, mereka pura-pura ingin bertemu wanita yang sudah jatuh cinta itu. Tapi mereka hanya punya uang sedikit, jadi minta dtransfer uang untuk beli tiket pesawat. Ada juga yang bilang sudah sampai di bandara dan ditahan di bandara, kemudian harus menyerahkan uang jainan," kata pria kelairan Solok, Sumatera Barat ini.

"Keempat, mereka pinjam duit untuk membeli sesuatu tapi jangka waktu pembelian harus segara. Misalnya motor," lanjut Anggi.

"Kelima, mereka pinjam uang untuk mengajak orangtuanya melamar. Biasanya mereka sedikt memberi ancaman halus akan memutuskan hubungan jika tidak diberi atau dipinjamkan uang. Ada juga yang pura-pura ingin bunuh diri," lanjut Anggi.

Diakui Anggi, agak sulit membasmi para pelaku kejahatan di media soial. "Yang penting sebenarnya adalah para netizen selalu waspada dengan teman di media sosial. Jangan mudah percaya," tandasnya.

Tuesday, August 9, 2016

Lima Kritikan Ini Sering Dilontarkan untuk Polisi di Media Sosial




Polisi merupakan profesi abdi negara yang termasuk paling sering disorot publik di Indonesia.  Polah laku anggota kepolisian Indonesia seolah tak ada habisnya jadi perbincangan. Tak hanya di dunia nyata, juga kehidupan di dunia maya melalui media sosial.

Polisi juga manusia yang punya keinginan untuk aktif di media sosial, terutama yang masih muda usia. Bahkan beberapa akun media sosial polisi memiliki followers hingga ratusan ribu orang. Setiap postingan foto mereka pun selalu mendapat komentar, baik berisi pujian maupun kriikan.

Bicara soal kritikan, berikut adalah lima hal yang paling sering muncul di akun media sosial milik polisi.


1. Polisi kok selfie melulu? 

Selfie memang bukan cuma milik segelintir orang. Nyatanya polisi juga banyak yang menyukai selfie. Baik polisi pria maupun wanita. Selama selfie itu tdak merugikan serta melanggar norma yang ada, sebenarnya bukan masalah besar. Tapi ada baiknya juga untuk menghindari selfie di lingkungan kantor yang mungkin menjadi rahasia kedinasan atau selfie dengan senjata api yang bisa jadi nanti diikuti masyarakat. Polisi juga sebaiknya tidak hanya posting foto selfie tapi juga pesan layanan kepada masyarakat.

2. Polisi kok bikin video naik motor nggak pakai helm?

Beberapa postingan video polisi menampakan dirinya sedang naik motor dalam perjalanan pulang maupun dinas. Kadang, biar wajahnya tampak jelas, polisi tersebut tidak pakai helm. Biasanya follower akan langsung protes karena melanggar peraturan lalulintas. Tentu saja harus dilihat juga situasi video. Mungkin saja adegan naik motor itu dilakukan bukan di jalan umum. Tapi yang jelas, jika polisi tidak pakai helm, bagaimana dengan masyarakat.

3. Polisi kok posting di jam kerja?

Kalimat ini juga kerap dilontarkan netizen kepada polisi yang posting foto atau video di media sosial justru saat jam sibuk kerja. Netizen menganggap polisi tidak ada kerjaan dan hanya makan gaji buta. Apalagi kalau polisinya sempat-sempatnya membalas komentar. Biasanya para polisi mengelak dan mengatakan bahwa mereka sedang libur setelah piket. Tapi memang sebaiknya postingan di media sosial dilakukan pada waktu istirahat, kecuali memang postingan penting tentang berita atau peristiwa penting.

4. Polisi kok pencitraan melulu?

Postingan kegiatan positif polisi di akun pribadi anggota polisi juga kerap mendapat kritikan dari netizen. Terutama para haters. Posting foto  polisi menyeberangkan anak-anak dibilang pencitraan. Video polisi membantu mendorong mobil juga dibilang pencintraan. Bahkan posting foto sedang shalat dibilang riya dan cari pujian. Sebenarnya sih kritikan macam in tidak perlu diambil pusing. Yang penting foto-foto tersebut bukan rekayasa.

5. Polisi kok main ponsel sambil nyetir mobil?

Polisi yang main media sosial sambil menyetir saat ini juga banyak menuai kritikan. Apalagi saat ini sedang booming aplikasi Bigo Live. Tak sedikit polisi muda yang beraksi di aplikasi interaktif ini sambil nyetir. Memang tampak keren, tapi bukan hal yang baik untuk ditiru. Menurut saya sih, netizen sebaiknya jangan sungkan untuk mengkritik polisi yang melakukan perbuatan tidak baik seperti ini.

Tuesday, July 19, 2016

Empat Polisi Ganteng Paling Populer di Instagram



Punya Instagram? Bagi penggemar media sosial satu ini, mengikuti kehidupan seseorang menjadi keasyikan tersendiri. Tidak cuman kalangan artis, bahkan kehidupan pribadi seorang polisi pun seru untuk dinikmati.  Tak heran jika akun-akun polisi di Instagram memiliki pengikut hingga puluhan ribu, bahkan ada yang mencapai ratusan ribu.

Biasanya akun polisi yang diikuti para netizen adalah para polisi populer dan ganteng. Nah, berikut ini adalah empat akun polisi yang sangat populer di Instagram, sampai memiliki followers lebih dari 200K alias duaratus ribu. Hm, siapa saja mereka dan apa keunikan mereka?


Kombes Pol. Krishna Murti





Polisi yang ngehits sejak aksi teror Sarinah ini, memiliki followers sudah tembus angka 300.000 dan sudah seperti selebgram. Padahal Pak Krishna terbilang anyar memiliki akun Instagram. Ya, itu tadi setelah aksi teror di Jakarta. Daripada nanti banyak akun palsu, memang langkah terbaik adalah membuat akun Instagram.

Foto-foto yang diposting dan captionnya sangat asyik dinikmati. Umumnya foto kegiatan Pak Krishna sebagai petinggi polisi. Ada juga beberapa kegiatan pribadi dan keluarga. Followers jadi mengetahui sisi lain kehidupan polisi kondang satu ini.

Hal menarik lainnya adalah postingan ihwal kriminalitas yang adang lebih cepat ketimbang pemberitaan di media. bahkan akhirnya orang lebih senang mengambil postingan dari Pak Krishna sebagai viral berita. Salah satunya adalah saat penganiayaan polisi oleh oknum Jack Mania. Di akun Instagram ini juga banyak pesan-pesan layanan masyarakat yang dikemas secara menghibur. Nggak aneh jika folowersnya bertambah cepat karena memang asyik kepoin Instagramnya.

Bripda Mohammad Fadjri




Sebelum Krishna Murti membuat akun Instagram, Bripda Mohammad Fadjri merupakan pemegang rekor follower tertinggi di kalangan polisi. Kepiawaiannya berakting di depan kamera ponsel saat booming aplikasi Dubsmash membuatnya sangat populer.

Saat Dubsmash mulai surut, polisi Polda Gorontalo beralih ke aplikasi Smule, dan lagi-lagi banyak penggemarnya. Postingannya juga banyak tetantang kehidupan pribadinya sebagai polisi maupun pemuda biasa tanpa seragam. Wajahnya yang ganteng membuat banyak wanita yang rela jadi followersnya dan rajin memberi komentar di postingannya.

Fadjri juga sering posting kegiatannya traveling karena dia banyak mengahbiskan waktu cuti untuk menemui rekan-rekan polisi lainnya di Indonesia sembari memperkenalkan pariwisata setempat. Mungkin cocok baginya dijadikan sebagai duta polisi persahabatan.


Bripda Ikhsan Maruf




Bripda satu ini juga ngehits dengan Dubsmash dan editing video lainnya saat awal-awal aktif di Instagram. Saat polisi Polda Sumatera Barat ini jenuh, juga dia posting kegiatannya baik sehari-hari maupun di kedinasan. Beberapa psotingannya terkadang cenderung lucu, kadang romantis.

Dibandingkan Fajdri, foto-foto Ikhsan memang tampak lebih modis layaknya foto model. Sayangnya, foto polisi ini banyak yang dihapus sehingga hanya menyisakan sedikit foto. Termasuk video-video yang sebenarnya keren.

Sama seperti Fadjri, saat ini Ikhsan lebih aktif di aplikasi BIGO LIVE. Mungkin bisa eksis lebih nyata ketimbang di Instagram.


Brigadir Ian Aditya




Brigadir Ian Aditya lebih dulu populer ketimbang lainnya di media sosial, sejak era kejayaan twitter. Foto-fotonya yang sederhana justru menjadi daya tarik Instagramnya menggaet followers. Jika selegram biasanya menampilkan kemewahan dan gaya modis, Ian malah tampil berfoto dengan masyarakat kelas bawah.

Ian juga pandai membuat puisi dan banyak followers yang menyukai karyanya. Puisinya kebanyak berisi kritik sosial dan mental. Sangat menarik untuk dinikmati. Polisi Polda Sulawesi Tengah ini juga kadang tampil lebih dewasa di bandingkan polisi lainnya, tapi tidak membosankan.

Ian juga beberapa kali posting foto tentang perjalanannya ke beberapa kota di Indonesia. Sayang banyak foto yang hilang atau dihapus setelah akun Instagramnya sempat dihack.


Dari empat akun Instagram itu, mana yang kalian follow?



Wednesday, June 8, 2016

Bripda Juan Jelaskan Akun Palsu dan Minta Maaf Kepada Deddy Corbuzzier









Deddy Corbuzzier kembali meradang di media sosial. Pasalnya, rekan kerjanya di sebuah stasiun TV, Chika Jessica,  dilecehkan di akun Instagram. Di akun Chika itu sebuah akun @haris_p_ menuliskan hal yang tidak senonoh. Dan yang membuat banyak pihak gerah, akun itu memasang foto pria memakai seragam polisi.

Tudingan pun mengarah kepada Juan Haris Panjaitan, anggota Polsek Medan Sunggal, sebagaimana yang diakui pemilik akun tersebut.

Sebagai pegiat media sosial, saya tahu bahwa akun itu palsu. Foto-foto yang dipakai akun @haris_p_ mencuri dari akun instagram polisi dengan nama akun @juanhaspari . Mungkin karena foto-fotonya tampak ganteng maka akun @haris_p_ ingin memanfaatkannya.

Saat saya hubungi, Juan Haspari mengaku kaget begitu ada kasus yang melibatkan dirinya di media on-line . "Saya baru tahu ketika ada teman yang ngasih kabar," jelas polisi berpangkat Bripda ini.
  
Setelah mengecek kebenarannya perasaan tak nyaman pun muncul di diri Juan. "Perasaan saya jadi nggak enak tentu saja. Karena pasti ada dampak buruk bagi orang yang nggak tahu kalau itu akun fake (palsu)," tambah Juan.


Lantaran merasa nggak enak perasaannya, Juan pun memasang foto penjelasan sekaligus permohonan maaf kepada Deddy Corbuzier. Sebetulanya sih nggak terlalu  perlu, karena sebenarnya Juan sendiri merupakan korban.

"Saya sarankan buat mereka yang masih memakai akun palsu, sebaiknya jangan diteruskan. Karena itu banyak dampak buruknya bagi yang dipalsuin dan korban, " tutup Juan.

Friday, February 26, 2016

Dari Bintang FTV, Pria Ganteng Ini Hijrah Jadi Polisi



Menjadi bintang di layar kaca jadi impian banyak orang saat ini. Tapi tidak demikian halnya dengan pria berdarah Arab dan Sunda bernama Muhammad Gariz Luis Ma'luf. Sempat membintangi FTV bertajuk Lautan Hikmah hingga Ojek Pengantar Cinta pada tahun 2012, pria tampan ini akhirnya hijrah menjadi anggota Polri.

"Alasan saya menjadi polisi karena memang  cita-cita saya dari dulu. Bagi saya itu pekerjaan yang mulia mengabdi kepada negara. Apalagi didukung restu dari kedua orangtua juga. Saya merasa menjadi polisi itu jenis pekerjaan yang pas dengan karakter seperti saya," ungkap pria kelahiran Bandung 16 September 1994 ini.

Toh, di sela-sela  dinasnya sebagai polisi berpangkat Bripda, pria ini masih sempat juga menggeluti karir di dunia hiburan lainnya."Saya masih mengambil job juga di dunia modeling. Karena lumayan buat nambah-nambah modal nikah hahaha," tutur jejaka  yang pernah  sekolah model dan aktif di bidang olahraga ini.



Seabrek prestasi pun sempat diukir Gariz. Sewaktu kecil sempat masuk ajang MC Cilik  sebuah stasiun televisi swasta,  lomba coverboy majalah remaja, bahkan selang dua tahun setelah  jadi polisi sempat menjadi runner-up  ajang Cosmo Man mengalahkan ribuan peserta tingkat nasional. Di bidang olahraga, Gariz juga meraih prestasi renang juara pertama di  Kabupaten Bandung, juara tiga PRSI kota bandung, juara pertama futsal  kota Bandung.

"Lumayan banyak kalau prestasi olahraga. Tapi karena sempat kecelakaan, akhirnya lari  ke dunia entertaiment," kata polisi yang berdinas di Polrestabes Bandung ini.

Saat ditanya perbandingan menjadi artis, model, atlet dan polisi, pemilik akun instagram @garizluis37 ini punya jawaban yang panjang.

"Semua ada plus minus bagi saya. Setiap pilihan ada enak, ada nggaknya ya, nggal? Di bilang enak polisi ya, enak punya penghasilan tetap walaupun pas-pasan. Masa tua dijamin, kesehatan dijamin negara. Alhamdulillahnya itu dan kita hidup  kan nggak selama nya bakal di atas, bakal sehat terus. Enak jadi polisi ya itu, selama kita melaksanakan tugas dengan benar dengan koridor yang semestinya,aman dari roda kehidupan. Kalau dari atlit dan modeling  belum tentu dapat penghasilan tetap bulanan. Dan semakin tua nggak menjanjikan bakal tetap berada di puncak. Di kala usia mulai masuk tua, modeling dan atlet tak bisa dijadikan sebagai mata pencaharian hidup yang stabil," jelasnya.

Toh, Gariz tak menampik ada kerinduan dari dirinya untuk kembali berakting. "Jika memang ada tawaran dan mendapat izin dari atasan, trentu saja siap menerima. Tapi maunya sih main di film Raid 3," harapnya.

Wednesday, February 17, 2016

900 Lebih Akun Medsos Palsu Manfaatkan Foto Brigadir Ian Aditya



Brigadir Ian Aditya tak menyangka sama sekali jika fotonya dibajak di media sosial hingga angka melampaui 900 akun. Polisi yang berdinas di Polres Donggala, Polda Sulawesi Tengah ini, baru mengetahui data tersebut setelah dihubungi pihak komunitas Waspada Scammers Cinta (WSC).

"Mereka mendapatkan  900-an akun palsu yang menyalahgunakan foto saya dengan menggunakan nama saya. Ada juga akun palsu atas nama orang lain tapi tetap memakai foto saya di medsos. Saya kaget dan spontan kesal.  Setelah mengetahui data WSC itu, saya pun tergelitik untuk memerangi akun akun palsu itu. Namun sampai saat ini akun-akun palsu itu memang susah dimusnahkan karena cara membuat akun baru di medsos sangat mudah," tutur pria lajang kelahiran 20 Desember 1987 ini, saat saya temui di Bandung beberapa waktu lalu.

Menurut Ian, saat satu akun palsu dimusnahkan, maka akan muncul sepuluh akun palsu baru. "Tapi saya tetap semangat untuk membereskan masalah ini karna ini menyangkut nama baik saya dan nama baik instansi kepolisian. Selain dari WSC, ada pula laporan dari  pihak yang hampir tertipu dan langsung menginfokan ke akun resmi saya," papar pemilik akun Instagram ian_aditya_ntd ini.





Ian mengaku sempat beberapa kali kena getah penipuan melalui medsos yang memakai fotonya. "Ada puluhan korban yang  tahu-tahu menghina dan memaki saya di medsos. Di antara mereka kebanyakan wanita karir, pengusaha, TKW, ibu rumah tangga, dan PNS,  Pernah ada seorang dosen pendidikan S2 sampai bela-belain menelusuri saya. Dia berkata jujur telah jatuh cinta sejak pertama kenal akun palsu yang memuat foto saya. Dosen itu sekarang sudah nikah,  dan kami jadi berteman," kata pria yang sering membuat puisi dan lagu, lalu diposting di akun medsosnya.

Tak hanya memakinya di media sosial, bahkan laporan kepada kantor polisi pun sampai juga. "Sudah puluhan wanita melapor secara lisan di Polres Donggala. Baru tiga orang yang mau membuat laporan tertulis di Polda Sulteng. Sudah tiga kali juga saya di periksa propam Polda Sulteng. Namun bukti yang mereka berikan itu tak satu pun mengarah pada saya. Karena memang saya tidak bersalah. Saya hanya difitnah oleh akun-akun palsu," kata polisi yang pernah menyabet juara lomba puisi saat masih pelajar ini.

Kejadian ini, meskipun melelahkan pria penggemar sepakbola ini, tapi berusaha disikapinya secara positif. "Semenjak itu,  saya makin termotivasi ingin menunjukkan sosok yang lebih sabar ,tegar dan bisa memberikan dampak positif bahwa setiap perubahan yang baik itu akan selalu ada rintangan," tutup Ian.

Tuesday, January 19, 2016

Bripda Asrul Merasakan Manfaat Taekwondo





Saat bertemu Bripda Asrul Muis di tempat kerjanya di Kantor Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar,  nyaris tak percaya sosok di depan  saya adalah seorang anggota Polri. Sama seperti di akun media sosialnya, pria ini tampak seperti anak SMA yang memakai seragam polisi. Tak jauh beda  dengan wajahnya ketika mengukir prestasi dengan seragam taekwondonya di SMA.


"Ya, teman-teman juga kadang meledek saya kayak anak SMA," ungkap pria bernama lengkap Andi Muhammad Asrul Abdul Muis. Dia menyikapi komentar itu dengan tersenyum tanpa mengambil hati. Bahkan di lapangan pun, kadang warga menatapnya dengan sikap aneh tak percaya dirinya seorang polis.  "Tapi kalau sudah lama kenal nggak bilang begitu lagi."

Padahal, Asrul mengaku sudah memasuki usia kepala dua. Bahkan dirinya bukan polisi yang lulus SMA langsung masuk Secaba. "Saya sempat kuliah dulu sekitar tiga semester," ucap mantan mahasiswa Universitas Muslimin Indonesia ini.


"Awalnya saya memang belum kepikiran jadi polisi. Tapi kemudian ibu saya menyarankan saya mencoba jadi anggota Polri lewat jalur Secaba. Saat itu memang kalau tidak salah Polri sedang menerima banyak anggota. Demi Ibu, saya turuti, dan ternyata saya berhasil masuk. Kuliah pun harus ditinggalkan dulu. Mungkin nanti saya lanjutkan lagi," ungkap pria berdarah Bone kelahiran 4 April 2004 ini.

Lantaran pernah jadi mahasiswa, Asrul juga memahami betul gejolak teman-temannya di kota Makassar. Terkadang ada juga yang mengkritik keploisian walaupun tidak langsung. "Ya, saya terima kritik mereka jika memang caranya baik. Kalau kurang enak, saya tegur juga," sambungnya.

Asrul sempat mengukir prestasi lewat keterampilan  bela diri taekwondo. "Waktu SMA pernah juara pertama kejuaraan taekwondo tingkat pelajar se-Sulawesi selatan. Setelah itu belum pernah ikut lagi. Apalagi sejak jadi polisi. Belum menemukan wadah yang tepat untuk meneruskan taekwondo," jelas pria yang lihai memainkan nunchaku alias double stick ini.








Toh, polisi yang gemar nonton film ini mengaku masih melatihnya sendiri. Apalagi secara tidak langsung bermanfaat untuk profesinya sebagai polisi. "Saya di bagian Dalmas, jadi sebenarnya tidak sampai harus melakukan hal-hal fisik. Tapi setidaknya saya bisa lebih mengendalikan diri di situasi kacau karena punya bekal bela diri. Misalnya saat menangani demontrasi," lanjut pria berdarah biru ini.

Tahun ini, Asrul dan teman-teman seangkatannya letting 38 sudah dinyatakan bebas untuk menikah setelah kontrak dua tahun. Adakah rencana menyunting seorang gadis? "Saya masih single. Dan InsyaAllah kalau sudah ada jodohnya segera menikah. Tapi saya nggak mau pakai pacaran-pacaran," tandasnya. 


Friday, January 15, 2016

Inilah Komentar Para Polisi Tentang Kombes Pol Krishna Murti



Peristiwa teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, dua hari lalu  selain memunculkan kesedihan, juga telah mencuatkan nama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena keseriusan dalam penanganannya. Bukti foto-foto kerja polisi tersebar di Internet melalui media sosial, bahkan mencuatkan nama Kombes Pol Krishna Murti, Direskrimum Polda Metro Jaya.

Aksi  beraninya bakan direspon positif dari rekan polisi lainnya, terutama mereka yang lebih muda dan berpangkat di bawahnya.



Polwan Bripda Karunia  Silitonga dari Polres Sintang Polda Kalimantan Barat misalnya mengungkapkan kekagumannya di media sosial. "Luar biasa, Komandan. Jaya selalu polisi dan tetap semangat."



"Contoh tauladan yang baik. Keberanian beliau bisa menusuk di hati para abdi negara bersenjata yang fungsinya untuk menjaga keamanan Indonesia. Semoga beliau diberi kesehatan selaludan dilindungi saat bertugas. Juga keluarganya," ucap Bripda Anjas Prabowo dari PolresBulungan, Polda Kalimantan Utara.


"Inilan yang dikatakan bekerja dengan prinsip kehormatan sebagai dasar profesionalisme dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabdalam menajalankan tupoksi Polri yang mengutamakan keselamatan masyarakat. Beliau juga membuktikan tidak takut menghadapi apapun gangguan yang mengancam kedamaian NKRI," komentar  Bripda Dimas Agung Rizky Pratama dari Polres Aceh Jaya, Polda Aceh.


 "Beliau membuktikan bentuk profesionalisme dan totalitas dalam bertugas. Patut dijadikan contoh untuk kita semua," ungkap Briptu Fachru Rozi dari Polda Sumatera Utara.



"Beliau salah satu panutan Polri yang mampu menginspirasi semua orang. Sebagai atasa, beliau mampu mengndalikan sistuasi dan bawahannya untuk bekerjasama, mau langusng turun ke TKP untuk menyergap segala kasus, memberi contoh bahwa sebagai komandan mampi langsung tampil di lapangan. Luar biasa. Bravo Kombespol Khrisna Murti!" seru Bripda Yosafat Gilang Sadewa dari Dinas Subbagpamkol Yanma, Mabes Polri.



Polwan Bripda Murniaty dari Polres Kutai Timur Polda Kalimantan Timur berujar," Beliau ini adalah contoh taulada yang baik. Keberaniannya melumpuhkan stigma negatif kepada polisi. Beliau juga bekerja penuh tanggung jawab. Semoga senantiasa dilindungi Allah SWT."

"Mantap. Perwira, ksatria, komitmen. Good job, sir!" tandas Bripka Rudi Antoni dari Polda Lampung.

Wednesday, December 30, 2015

Polisi Ganteng Ini Merasa Senang Fotonya Dibajak

 

Kasus pemalsuan foto berseragam polisi yang kemudian digunakan untuk mengina Presiden Jokowi, tak membuat Bripda Muhamad Deden Khumuludin takut untu terus mamasang fotonya di Instagram. Polisi ganteng ini malah merasa senang fotonya dipakai orang lain.

 "Foto saya juga pernah dipakai orang tanpa seizin saya. Sepanjang dipakai untuk yang bermanfaat dan tidak disalahgunakan, ya senang-senang saja," kata jejaka Sunda kelahiran 28 Maret 1995 ini. Bripda Deden menganggap, orang yang memakainya fotonya karena ngefans kepada dirinya.



"Mungkin mereka ngefans sama saya. Bisa juga karena anaknya pengen mirip saya hehehe," seloroh anggota Polda Jabar ini. Tapi Deden menyarankan agar para wanita yang kebanyakan gampang terbujuk foto-foto polisi ganteng agar berhati-hati saat bermain di dunia maya.

"Jangan gampang terbujuk. Coba introgasi olisi itu dengan minta id Line atau apa saja buat video call. Nanti kan bisa ketahuan langsung orangnya benar atau nggak seperti di fotonya," tandas pemilik akun instagram @dedensmi39 ini .

Sunday, November 22, 2015

Inilah 13 Anggota TNI dan Polisi Bersuara Emas





Berseragam aparat negara, bukan berarti tak bisa berekspresi sesuai hobi mereka. Itulah yang bisa dilihat dari para anggota TNI dan polisi berikut ini. Dibalik ketampanan, kecantikan dan kegagahan, kita masih bisa mendengar lantunan suara emas mereka.

Ada yang sudah masuk dapur rekaman, ada yang sudah tampil di teve, sebagian sering tampil di acara kesatuan mereka berdinas, tak sedikit yang cuap-cuap di media sosial. Siapa saja mereka? Kenalan yuk.

Anto Cepi

Pria tampan ini bernama asli Agil Darnanto dan bertugas di Mabes TNI Angkatan Udara, Cilangkap Jakarta Timur. Prestasi menyanyinya sudah sampai pernah masuk ke dapur rekaman sampai merilis satu album nyanyian dengan single hitsnya Cinta yang Sempurna.




"Selain menyanyi, saya juga telah menciptakan sekitar 50 lagu," kata pria kelahiran kata Pria kelahiran Wonosari, Yogyakarta, 8 April 1983 ini. Pemilik akun instagram @anto_cepi ini juga banyak mengunggah video musiknya di Youtube.


Anggi Trio Putra

Nama Bripda Anggi melejit karena peran media sosial hingga akhirnya membawa polisi ganteng kelahiran Solok, Sumatera Barat, 9 April 1995 ini masuk ke beberapa acara siaran TV nasional selama beberapa kali. Salah satu acara yang dimasuki polisi dari Polda Sumatera Barat ini adalah Hitam Putih.



"Menyanyi itu sudah menjadi hobi saya. Jadi nggak bisa ditinggalkan. Walaupun sudah jadi polisi saya masih bisa tampil menyanyi," kata pemilik akun instagram @anggi_3rd ini. Pastinya, Anggi tak akan meninggalkan seragam polisinya meskipun namanya kita sudah terkenal.

Dimas Tri Agung Setiawan

Bripda Dimas sudah masuk siaran teve nasional sebelum menjadi anggota Brimob Polri Kelapa Dua, Depok. Pasalnya, pria kelahiran 24 Februari 1993 ini pernah ikut audisi Indonesia Idol walaupun tak sempat masuk ke babak lanjutan di Jakarta.


Tak jera, Dimas malah makin menekuni dunia tarik suara sampai akhirnya dia bisa tampil di acara Dahsyat dan Inbox. "Bisa tampil di dua acara itu membuat pengalaman berkesan sepanjang perjalanan hobi menyanyi saya," kata Dimas. Ingin kenal polisi bersuara emas ini silakan mampir di akun instagramnya @DIMAS0224.

Octhaviani Andriani Pratama

Dengan penampilannya yang senantiasa menawan, jarang yang menyangka jika Octhaviani Andriani Pratama adalah seorang polwan. Apalagi Octha juga menekuni dunia model dan tarik suara. Pemilik akun instagram @octha_hendrakusuma ini bahkan pernah lolos final lomba talent Dream Girls di Indosiar beberapa tahun silam.



Octha juga pernah menjadi vokalis lomba band se Jawa barta dan Banten. "Menyanyi adalah hobi saya. seringnya menyanyi lagu popo dan RnB. Semua suka sih. bahkan lagu rock juga," kata wanita kelahiran 30 Oktober ini.


Dody Firdaus

Bripda Dody Firdaus satu ini terkenal di media sosial karena ketampanannya. Selain itu, pria kelahiran 15 Desember 1993 ini memiliki kemampuan beranyai sambil memetik gitar dengan baik. 


"Pengalaman menyanyi saya yang berkesan ketika ngeband pakai seragam polisi di Taman Bungkul Surabaya. Antusias masyarakat sangat tinggi, Di sana saya bangga menjadi polisi dan dapat menghibur masyarkat," kata pemilik akun instagram @dodyfirdaus13 dan berdinas di Polda Jawa Timur ini.


Firmanto

Bripda Firmanto yang berdinas di Polda Kalimantan Barat ini mengaku sangat hobi menyanyi segala jenis musik. "Hampir setiap hari saya menyanyi. Dengan menyanyi saya bisa membuat hati tenang dan menghibur orang," ujar juara 2 lomba Nyanyi Dangdut  KTA 2015 ini.




Pemilik akun instagram @firman.dtn39  ini mengaku, sejak awal 2015 ini dia menjadi polisi otomatis kegiatannya mengikuti berbagai kompetisi berkurang. "Tentunya berkurang, karena sebagai polisi saya harus lebih mementingkan dinas dan tugas negara. Tapi latihan tetap jalan terus. Kadang ada kegiatan di kantor, saya juga diundang menyanyi di depan pimpinan. Saya bahkan sempat membuat tim acapella yang kemudian cukup terkenal di jajaran Polda Kalbar," ujarnya.

Megasilya Kayadu

Sega Megasilya Kayadu bisa jadi berbangga hati di kirim tugas ke Lebanon. Karena di sanalah dia bisa mendapat pengalaman menyanyi yang amat mengesankan. Wanita kelahiran Ambon, 5 Maret 1992 ini sebelumnya lebih banyak menanyi untuk paduan suara gereja band Korps Wanita Angkatan Laut bernama  Dara Laut.


"Saya senang bisa tampil di Lebanon karena bisa menghibur teman-teman di Kontingen Garuda, Tentu saja karena juga tampil para pejabat tinggi dan tentara dari negara lain," kata pemilik akun instagram @megasilya ini.


Paulus Supit

Brigadir Paulus Supit mengawali karir di bidang tarik suara karena tergabung dalam choir gereja. Sampai suatu hari seorang temannya menikah, akhirnya dia berani tampil solo. "Karena banyak yang bilang suara saya mirip Sammy Simorangkir, saya jadi lebih percaya diri," kata polisi tampan dari Polda Sulawesi Utara ini.



Pengagum Micahel Buble ini kini mulai merambah nyanyi dari panggung ke panggung di acara pernikahan sampai cafe. Eits, Pemilik akun instagram @paul_macney ini juga ternyata pernah berakting di sinetron loh. Nggak aneh karena memang wajahnya menunjang banget.

Riska Gustika

Srikandi Brimob satu boleh dibilang muti talenta. Salah satu bakat polwan kelahiran  17 Agustus 1993 bernama Riska Gustika ini adalah menyanyi. "Ya, saya vokalis di Band Brimob dan satuan samping seperti TNI AD dan MARINIR," aku wanita yang biasa dipanggil Icha dan bertugas di Polda Kepulauan Riau ini.




Aksi Icha bisa dilihat di kaun instagramnya @riska_hariyanto.



Wahyu Prabowo

Pria kelahiran  Situbondo, 13 Mei 1994 ini mengaku mulai menekuni dan belajar tarik suara di bangku SMP.  Bripda Wahyu Prabowo yang bertugas di Polres Banyuwangi ini mengaku menyukai aliran musik pop, blues dan jazz. "Terutama belakangan ini lebihb suka jazz karena lebih bisa dinikmati," kata pemilik akun instagram @W_PRABOWOO ini.



Pengalaman nyanyi yang paling berkesan adalah ketika dia tampil menjadi pembuka acara festival band se Jawa Timur di Banyuwangi. "Bangga bisa nyanyi di depan pimpinan saya Kapolres Banyuwangi," kata anggota Polda Jawa Timur ini.

Sujatmiko Try Mardiantorra

Bripka Sujatmiko Try Mardiantorra mengaku sudah berlatih bernyanyi sejak kelas 5 SD. Polisi yang berdinas di Polda Kalimantan Tengah ini sangat emnyukai lagu-lagu pop seperti yang dinyanyikan Judika dan Rio Febrian.




Pengalaman menyanyi yang berkesan? " Sewaktu festival nyanyi solo di kota Sampit Kalimantan Tengah. Di sanalah pertama kali ibu saya mau lihat langsung saya nyanyi dan memberi dukungan luar biasa," kata pemilik akun instagram @rikotoro ini.


Ared Ramadhaniez

Bripda Ared Ramadhaniez mengaku menyanyi sejak bang sekolah dasar, dan mulai tampil di panggung kelas 6 SD. "Waktu itu masih grogi," kata polisi kelahiran Payakumbuh, 10 maret 1993 ini.



Bersama bandnya di waktu SMA Ared sering mengikuti festival. Walaupun mentok di juara tiga dan dua. Sebagai vokalis saya pun pernah dapat juara dua," polisi dari Polda Sumatera Barat ini. Sayang, karena kesibukannya di kantor, Ared mengaku jarang lagi menyanyi. Akun instagramnya @ @aredramadhaniez malah lebih banyak aksi dubasmash kocaknya.

Muhammad Rafyk

Iptu Muhammad Rafyk ini jago tarik suara terutama lagu Mandarin dan India. "Isi hape saya kebanyakan lagu Mandarin dan India. Saya dengarkan lagu-lagu itu sesering mungkin,” tambah pria kelahiran Pontianak, 23 Oktober 1985 ini.


Angota Polda Kalimantan Barat ini pernah masuk 10 besar lomba nyanyi lagu Mandarin di sebuah stasiun tv swasta nasional ini. Bagi yang ingin kenal dekat silakan follow saja akun instagramnya @real_rfk ini.


Nah, siapa favorit kamu di atas?