| Tulisan menjadi HL di kompasiana.com |
Seseorang yang tidak saya kenal, tiba-tiba mengirim pesan melalui inbox, “Mas, di sana menerbitkan buku kumpulan puisi nggak?”
Saya tersenyum. Ini untuk ke sekian kalinya menerima pertanyaan sejenis. Lalu, saya jawab,”Untuk saat ini belum. Coba ke penerbit lain saja.”
Lalu saya menerima jawaban yang cepat pula,”Naskah kumpulan puisi saya sudah ditolak sama 10 penerbit, Mas.”
Saya pun berusaha menguatkan hatinya agar terus berusaha mencari penerbit, juga memotivasinya agar terus menulis puisi.
Mengapa Ditolak?
Di internet kita dengan mudah menemukan kisah-kisah penolakan naskah oleh penerbit yang akhirnya berujung kesuksesan pada diri si penulis. Di balik itu, banyak penulis sukses tanpa melalui penolakan lebih dulu yang kisahnya tidak diungkapkan di internet. Nah, kemudian tergantung pada kita sendiri, mau masuk kelompok mana? Melewati sekian penolakan oleh penerbit dulu sebelum bisa menerbitkan buku ataukah langsung sukses menerbitkan begitu pada naskah kiriman pertama.