Showing posts with label teh. Show all posts
Showing posts with label teh. Show all posts

Tuesday, August 25, 2015

Dilmah Real High Tea Challenge Cafes & Restaurants, Antara Enid Blyton dan Tradisi Minum Teh




Pernah menjalankan tradisi  minum teh pada sore hari? Saya pernah ketika masih anak-anak malah. Saat itu saya sedang tergila-gila dengan buku-buku karya penulis Inggris Enid Blyton. Entah di seri Lima Sekawan, Sapta Siaga ataupun Pasukan Mau Tahu selalu ditulis adegan ritual minum teh sore-sore ditemani biskuit ataupun sandwich.

Gara-gara baca novel-novel detektif cilik itu, saya dan teman-teman sering melakukan duduk-duduk manis sambil minum teh dan kue. Saat itu merasa keren-keren saja bisa mengikuti tokoh-tokoh fiktif kesayangan kami. Padahal teh yang kami seduh hanyalah teh kualitas abal-abal karena lebih banyak tangkai daunnya.


Saya juga baru tahu bahwa teh yang terbaik adalah bagian dua dauh pucuknya beserta satu putik bunganya. Hal ini seperti yang dilakukan perusahaan teh asal Srilanka Dilmah Tea dalam memilih teh berkualitas untuk kemudian dijual ke seluruh dunia.

Nah, untuk kembali memasyrakatkan tradisi minum teh pada sore hari yang baik danbenar, Pendiri Dilmah Tea  Merril J. Fernando merancang sebuah kompetisi bernama Dilmah Real High Tea Challenge (RHTC) sejak 2007.     Maksudnya, agar acara minum teh sore-sore tetap terhaga ekasliannya, kreativitas, dan konektivitas dengan teh itu sendiri. Maklum deh, dulu itu the kan memang minuman raja-raja dan para bangsawan.

Mulai tahun ini kompetisi Dilmah RHTC ini mulai digelar di Indonesia. Setidaknya dua kota besar sudah siap menggelarnya, yakni Jakarta dan Surabaya. Maklum, keduanya memang terkenal dengan tempat-tempat hangout yang cocok buat ngeteh. Dilmah RHTC yang  digelar di cafe dan restoran ini juga bertujuan meningkatkan minat masyarakat berkunjung pada jam-jam High Tea disajikan, yakni pukul 15.00-18.00.

“Teh bukan sekadar baik untuk kesehatan atau mempererat hubungan dengan teman dan keluarga, teh juga dapat menawarkan kemewahan, sekaligus berpadu indah dengan seni gastronomi. Inilah yang berusaha diangkat melalui Dilmah RHTC Café and Restaurant,” ungkap putra Merril J. Fernando, Dilhan C. Fernando melalui siaran persnya.

Kompetisi Dilmah RHTC Cafes & Restaurants Indonesia akan digelar pada 31 Agustus hingga 2 September 2015 untuk Jakarta, sedangkan di Bandung pada tanggan 7 dan 8 September 2015.  Item perlombaan meliputi tiga hal yakni, hot tea pairing dish, mocktail or cacocktail pairing dish, dan tea inspire cuisine.

Dewan juri terdiri dari Eliawati Erly selaku Brand Ambassador Dilmah Indonesia sekaligus mewakili PT. David Roy Indonesia (Sole Agen Dilmah di Indonesia) dan Celebrity Chef. Pemenang akan mendapatkan uang cash dan sertifikat.


Saya tentunya akan hadir sebagai food blogger, soalnya ada kompetisinya juga untuk blogger yang menulis acara Dilmah RHTC Cafés and Restaurants 2015 ini. Tunggu ya liputan saya.

Tuesday, October 1, 2013

Teh Putih, Rahasia Panjang Umur Kaisar China





Belakangan ini, saya sering mendengar tentang varian teh putih yang konon sangat bermanfaat bagi kesehatan. Semula saya pikir, setelah kehadiran teh hitam dan teh hjau, tak ada varian teh lainnya berdasarkan warna. Dan ternyata, teh putih ini justru lebih terkenal karena  berasal  dari jenis teh yang paling langka sekaligus paling mahal di dunia, yang awalnya hanya dikonsumsi oleh Kaisar China dan anggota istana sejak Dinasti Tang (618-907).

Belakangan beredar pula, penghuni kerajaan Inggris pun mengkonsumsi jenis dari  varietas Camellia Sinensis, yang awalnya ditanam didaerah pegunungan tinggi di provinsi Fujian (China). Para kaisra hanya mau meminum teh putih  kualitas terbaik yang  dipetik waktu dua hari hingga dua minggu setiap tahunnya pada awal musim semi, saat tunas daun teh belum terbuka dan masih diselimuti bulu-bulu halus berwarna putih.

Proses pembuatan teh putih dilakukan secara tradisional, hanya pelayuan dan pengeringan segera setelah proses pemetikan dilakukan. Teh putih dikeringkan secara alami dengan bantuan angin dan sinar matahari pegunungan, tanpa melalui proses fermentasi maupun penggilingan sehingga tidak merusak bentuk teh putih yang sebenarnya.

Minimnya pemrosesan menjadikan teh putih memiliki kandungan antioksidan polifenol dan katekin lebih tinggi dari teh hijau maupun teh hitam.

Saat ini, penggemar teh putih di Indonesia tak perlu lagi mengimpor dari China. Pusat Penelitian Teh dan Kina Indonesia telah memproduksi  teh putihyang dikenal sebagai Gamboeng White tea.  Gambung adalah nama kawasan perkebunan teh di daerah Pairjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Teh putih ini berasal dari pucuk teh yang disebut peko.  White Tea memiliki rasa lembut, menyegarkan dan beraroma wangi,” ungkap Herry Permana, Kepala Urusan PHP Pusat penilitian teh dan Kina di Bandung, ketika saya bertemu beberapa waktu lalu. “Disebut White Tea karena penampakan teh ini keperakan mengkilat dari bulu-bulu yang menyelimutinya. Bentuknya runcing menyerupai jarum sehingga kadang dinamai pula Silver Needle White Tea.

Lebih lanjut Herry mengatakan, produk nasional ini sudah mendapat penghargaan Innovative Idea Award dari International Socciety of Antioxidant in Nutrition & Health, Paris. “Secangkir Gamboeng White Tea memiliki aktivitas antioksidan setara dengan 12 gelas jus jeruk segar,” ungkapnya.


Pastinya sederet manfaat bisa diperoleh dari seduhan teh putih ini, mulai dari menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, melindungi jantung, menurunkan kadar gula darah, menurunkan berat badan, mencegah penuaan dan kerusakan pada kuit, mencegah terjadinya mutasi sel penyebab kanker, hingga membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu.