Thursday, January 19, 2012

[PROFIL] Dadan Ramadhan: Kesal Menghadapi Penulis Mepet Deadline

Dadan Ramadhan menjadi editor khusus produk buku balita dan anak sejak di DAR! Mizan pada  2003. Profesi lainnya; penulis, trainer penulisan, dan juga penceramah. Kak Rama --begitu panggilan akrabnya-- ikut menggodok seri Kecil-Kecil Punya Karya sejak awal terbit. Sekarang kita korek 10 hal yang penting diketahui dari ayah dengan dua putra ini.


Lebih menarik: editor, penulis, trainer penulisan atau penceramah? Alasannya?

Sejujurnya semuanya menarik ya. Karena hingga saat ini, saya enjoy menjalani semuanya. Tetapi, kalau harus memilih, profesi sebagai editor sepertinya menjadi bagian yang dominan dalam kehidupan saya. Kenapa? Ketika proses pengeditan berlangsung sangat banyak ilmu baru yang sering saya temukan. Dan jelas, itu sangat menunjang saat saya menulis, menjadi trainer penulisan, atau ketika cuap-cuap di hadapan jamaah.

Sebagai editor, naskah seperti apa yang diharapkan sampai ke tangan?

Naskah yang tertib. Artinya, kelengkapan naskahnya sudah ada sejak awal. Pengantar naskah, materi naskah, isi buku, sinopsis, bahkan dengan daftar pustaka atau catatan referensi. Persoalan eyd yang masih berantakan, itu tidak terlalu menjadi persoalan *walaupun tetap masalah*. Dengan naskah yang lengkap, saya lebih terbantu dalam proses  penyuntingan hingga seting dan finishing. Tetapi, kalau ada naskah yang editingnya sudah bagus, ya senang juga. Hehehe ... jadi bonus bantuin meringankan kerjaan editor. Hehehe ....

Komentar dong dengan bermunculannya pengekor seri Kecil-Kecil Punya Karya?

Satu sisi ada rasa bangga, karena itu menunjukkan KKPK sukses sebagai pioneer yang diikuti oleh follower yang juga sekaligus sebagai kompetitor. Di sisi yang lain, kadang sedih juga, karena seperti ada "penarikan-perebutan" penulis. Padahal, bisa mengembangkan calon penulis-penulis yang potensinya bagus. Ga main comot penulis jadi geto. Hehehe .... 

Punya cara khusus menghadapi para penulis cilik?

Yup! Pertama, komunikasi yang digunakan jelas komunikasi anak-anak. Berusaha memposisikan sebagai kakak atau bahkan teman sebaya sehingga terbangun "friendly" dengan mereka. Kedua, mesti sabar ya. Mereka bisa tanya-tanya dalam sehari ampe berapa kali. Apalagi kalau lagi WA-an atau onlen di fesbuk ... beuh, pertanyaan seputar naskah kapan terbit, siapa penulis baru, kapan KPCI, dan seabrek pertanyaan lainya bisa bermunculan tanpa henti.

Pengalaman sebagai editor yang tidak akan terlupakan?

Saat mendapatkan award sebagai editor terbaik 2010 dan masuk TV. *Horeee ... akhirnya masuk TV juga. narsis.com*

Sebutkan lima penulis KKPK favorit?

Generasi awal: Izzati, Faiz, Ayunda, Dienda, dan Salma-Qonita. Generasi dua: Alya Nabila, Alya Namira, Shara, Thia, dan Azharine.

Lebih suka berhadapan dengan penulis cilik atau penulis dewasa yang menulis bacaan anak? Alasannya?

Dua-duanya suka. Tetapi berhadapan dengan penulis cilik lebih seru dan heboh. Biar awet anom juga. Hehehe ....

Sudah menulis berapa buku? Sebutkan judulnya?

Seri Cerita Balita: Aku Tidak Jajan Sembarangan, Aku Bisa Bikin Susu Sendiri, Aku Bisa Potong Kuku Sendiri, Aku Mau Potong Rambut, Aku Bisa Shalat Subuh, Aku Bisa Shalat Zuhur, Aku Bisa Shalat Ashar, Aku Bisa Shalat Maghrib, Aku Bisa Shalat Isya, Aku Bisa Tayamum, Aku Tidak Makan Sembarangan, Aku Tidak Tidur Sembarangan, Aku Tidak Memukul Sembarangan, Aku Tidak Nonton Teve Sembarangan (DAR! Mizan 2006-2007), Seri Dongeng Mio: Olahraga, Dong!, Si Jago Tebakan, Salah Lempar (DAR! Mizan, 2006), Cerita Berima: Teman Baru Nunu (DAR! Mizan 2006), How to Love Allah (DAR! Mizan, 2007), La Tahzan for Kids (DAR! Mizan, 2007)


Apa buku terakhir yang dibaca, tapi bukan dari group Mizan?

Aladddin and the Enchanted Lamp, Philip Pullman.

Sebagai editor, hal apa yang membuat kesal?

Pertama, penulis yang telat mengirimkan naskah padahal deadline sudah mepet. Kedua, ketika menemukan hasil editan yang masih keliru. ah, kesalnya. Ketiga, kendala teknis: internet lemot, komputer hang.    

(ben)

7 comments: