Showing posts with label pontianak. Show all posts
Showing posts with label pontianak. Show all posts

Friday, April 15, 2016

Melipir ke Istana Kuning di Pontianak



Menjelang sore akhirnya saya tiba di  Istana Kadariyah di Pontianak, Kalimantan Barat. Istana berwarna kuning seperti jeruk Pontianak yang dulu pernah terkenal itu.

Setelah melewati gapura dan berjalan beberapa pulu meter akhirnya sampai juga di depan itsana yang merupakan warisan kesultanan Pontianak. Rumah sultan ini  didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada 14 Rejab 1185 H bersamaan 23 Oktober 1771M dan terletak 4 km dari pusat kota dan terletak di Kampong Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. 

Istana kayu ini masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Singahsana, Kaca Pecah Seribu, Al-Quran tulisan tangan dan salasilah keturunan Sultan Pontianak dari sultan pertama, Sultan Sharif Abddurahman Alkadrie hingga kepada sultan kelapan, Sultan Syarif Hamid Alkadrie yang memerintah pada tahun 1945.

Pada bagian depan, tengah,  dan kiri depan istana  saya melihat meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Saya dapat melihat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.






Masih di ruangan yang sama saya juga dapat juga dapat melihat  genta yang dulu kabarnya digunakan sebagai  tanda genting sejenis alarm. Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”.Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan dan arca- arca.

Saat saya bertandang tampak ibu-ibu keturunan kesultanan sedang berlatih marawis. Hal yang biasa mereka lakukan saat mejelang perayaan agama Islam seperti Maulud Nabi.



Menurut saya kondisi istana masih menarik untuk dikunjungi. Dan masih bisa dikembangkan jika ingin lebih menarik lagi. Terutama pembangunan daerah sekitar istana. Jalan masuk menurut saya terbilang sempit. Begitu pula lahan parkir kurang luas. Akan lebih menark lagi jika bangunan di sekitar istana juga dicat agar lebih menarik. Terutama cat warna kuning agar menyerupai seperti istananya. dan terakhir ... tentu saja kalau lingkungan dibuat lebih hijau dan asri akan jauh menarik tempat ini menjadi obyek wisata andalan Pontianak, Kalimantan Barat.




Thursday, February 25, 2016

Tiga Daya Tarik Tugu Khatulistiwa Pontianak




Datang ke Pontianak, Kalimantan Barat, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Tapi apa ya kira-kira  daya tari tugu yang dibangun pada tahun 1928 itu? Setelah saya mengunjungi, dan mendapat penjelasan dari  Sutami, petugas Tugu Khatulistiwa, inilah tiga daya tarik utama tugu yang menjadi ikon masyarakat kalbar ini.

Bersejarah 



Tentu saja yang pertama menarik minat adalah sejarah Tugu Khatulistiwa itu sendiri.  Konon dari catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- IndiĆ« : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak.



Setelah itu dibangunlah  tugu pertama tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban.  Tahun 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter. Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Momen Langka



Momen  menakjubkan dan langka  di sekitar Tugu Khatulistiwa terjadi saat titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan  hilang  beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan

Atrkasi Telur





Saya terhibur  ketika Sutami menunjukkan sebutir telur ayam. Mau didadarkah? Sutami membuktikan  bahwa Tugu Khatulistiwa lantaran memiliki medan magnet yang berbeda dan berpengaruh kepada gaya gravitasi benda. Telur ayam di tangannya didirikan di atas lantai dan ... ajaib! Tidak terguliling dan menggelinding.  Saya pun mencobanya dan berhasil.  Menariknya atraksi ini jika dibuatkan catatan rekor lomba mendirikan telur tercepat. Pasti seru untuk atraksi maupun publikasi. Apalagi jika pemecah rekor disyahkan dengan sertifikat.

Maaf, numpang narsis :)
Foto-foto; Benny Rhamdani.