Showing posts with label hotel. Show all posts
Showing posts with label hotel. Show all posts

Tuesday, June 26, 2018

Rasakan Indahnya Malam Pertama di Bali Itu Mudah dan Murah, Begini Caranya

Honeymoon tertunda sambil anniversary enaknya ke Bali.
(Foto: Benny Rhamdani)

Bulan madu alias honeymoon masih jadi impian banyak pasangan. Bukan hanya bagi yang akan menikah. Buat yang sudah menikah tapi nggak sempat melakukan honeymoon pasca resepsi pernikahan juga. Contohnya, ya kayak saya ini.

Pasalnya, nggak semua orang benar-benar bisa mengadakan honeymoon segera setelah menikah sesuai impian mereka. Selain karena waktu yang sering tidak cocok dengan kesibukan pasangan yang biasanya sedang meniti karir. Juga kondisi keuangan yang tak memungkinkan lantaran tersedot biaya pernikahan dan keperluan lainnya yang lebih prioritas.

Tapi, nggak perlu khawatir. Kita kan masih bisa membuat honeymoon yang tertunda. Bulan madu yang lebih terencana dengan baik dan lebih siap. Kalau bisa sih, berdekatan dengan perayaan anniversary pernikahan, biar benar-benar terasa seperti habis menggelar pernikahan.

Saya sendiri pengen sekali bisa bulan madu bersama istri ke negeri impian saya, yakni India. Kayaknya seru, bisa ke Kashmir, Simla, Goa, sampai ujungnya merayakan anniversary pernikahan di Taj Mahal. Cuman ya, terlalu mahal. Alternatifnya apalagi kalau bukan Bali!

Paling nggak enak pergi ke pantai tapi nggak sama pasangan.
(foto: Benny Rhamdani)

Mengapa Bali? Karena saya sudah beberapa kali perjalanan dinas ke Bali. Di sela waktu dinas, saya menyambangi tempat-tempat wisata di Pulau Dewata itu, muncul keinginan untuk mengajak istri tercinta ke Bali. Sekaligus menikmati indahnya malam pertama bersama di Bali ala-ala pengantin baru. 
Berikut cara mudah dan murah yang kami lakukan untuk melakukan honeymoon sekaligus merayakan anniversary pernikahan kami.

1. Siapkan dana honeymoon

Kita nggak akan bisa ke mana-mana kalau nggak punya uang. Kecuali ada mukjizat yang membuat kita bisa pelesiran di Bali begitu saja. Jadi, sebisa mungkin siapkan dananya jauh-jauh hari. Bisa dari menyisihkan sisa gaji. Tapi alangkah lebih baiknya jika diambil dari pendapat di luar gaji, seperti yang saya lakukan adalah mengerjakan proyek di luar kantor, memenangkan lomba ngeblog atau quiz, sementara istri saya ikut membantu lewat arisan.

Kerja yang rajin biar bisa nabung buat honeymoon.
(foto: Benny Rhamdani)

Berdasarkan pengalaman, sebaiknya siapkan dana lebih dari anggaran. Biaya untuk di Bali berdua  selama dua malam, misalnya Rp15 juta, sebaiknya siapkan sekitar Rp20-25 juta. Sebab jika kita punya dana banyak, sesuatu jadi terasa murah. Sebaliknya, jika dana mepet alias pas-pasan, biaya Rp.100.000 saja terasa mahal banget. Toh, uangnya nggak harus kita habiskan semua juga.

2. Diskusikan rencana waktu dan tujuan bersama

Karena tujuan honeymoon sebenarnya adalah untuk menguatkan ikatan tali pernikahan, mulailah dengan menjalin komunikasi bersama yang intens dengan pasangan saat merencanakan perjalanan honeymoon yang tertunda ini. Seperti, berapa lama, ke mana aja, ngapain aja, menginap di mana dan sebagainya. Jangan sampai begitu di Bali, malah nggak jelas arah dan tujuan. Kecuali bagi yang sama-sama pasangan random.

Bikin rencana matang berduaan dan jangan mepet-mepet.
(Foto: Benny Rhamdani)

Saran aja sih. Merencanakan waktu dan tujuan bersama ini juga membuat segalanya lebih efisien dan efektif. Oh iya, kita juga bisa membuat rencana B, misalnya khawatir kalau kegiatan outdoor tidak mungkin dilakukan karena hujan. Nah, kalo mau berdebat di sinilah saatnya. Jangan sampai nanti malah berantem di lokasi honeymoon karena persiapan yang nggak matang.

Kami akhirnya memutuskan untuk tinggal di sekitar Bali Selatan yang banyak wisata pantainya. Maklum, kami kan tinggal di Bandung. Jadi melihat pantai dan mendengar suara deru ombak itu sesuatu yang romantis banget. Dan karena keterbatasan waktu cuti saya, lalu mengindari peak season, kami hanya punya waktu 3 hari 2 malam.

3. Pilih travel biro terpercaya

Namanya traveling pakai pesawat dan harus menginap, sangat susah menghindari yang namanya jasa travel biro alias agen perjalanan.  Apalagi agen perjalanan online, sangat membantu banget. Carilah agen perjanan online terpercaya yang terkenal. Bila menemukan beberapa nama, cobalah masuk ke beberapa web yang populer.

Awalnya sih kami hunting tiket dan hotel terpisah. Ternyata menghabiskan waktu. Sampai kami menemukan paket honeymoon Traveloka ke Bali yang punya pemesanan tiket sekaligus hotel.

Ya, udah! Kami akhirnya memutuskan ambil produk paket tiket+hotel ini karena mempermudah  dan nggak perlu lagi memesan tiket dan hotel secara terpisah. Pointnya sih mudah dan saving time! Kami jadi bisa langsung membandingkan juga pilihan lokasi hotelnya yang dekat Legian, Kuta atau Nusa Dua gitu nggak pakai ribet.

Enak udah ada paket plus hotel kalo honeymonn ke Bali nih.
(Captured from traveloka.com)

Mudahnya lagi, kita diberikan list yang bisa diatur berdasarkan harga, skor pengguna dan tingkat popularitas. Kalo saya sih lebih suka berdasarkan  rekomendasi. Nah, ternyata hotel yang di kawasan pantai sesuai impian kami tersedia banyak di sini. 

Selain mudah, ternyata juga harganya lebih murah ketimbang pesan tiket pesawat dan hotel terpisah.
Pas dicek untuk pesan paket pesawat+hotel  ternyata lebih hemat dibanding pesan terpisah. Baik hatinya, bisa hemat sampai 20% tanpa kode promo apapun. Pastinya sih, ternyata di bawah anggaran kami jauh banget. Jadi, lebihnya bisa kami simpan untuk honeymoon berikutnya. 

Dan kebanyakan juga pasti tahu dong, Traveloka tuh tersedia banyak metode pembayaran. Jadi, saya sih merekomendasikan Traveloka kalo urusan agen perjalanan online, palagi untuk paket tiket plus hotel. Apalagi, saya biasa pakai untuk perjalanan dinas juga. Jadi saya sudah simpan aplikasinya di smartphone saya.

Nah, itu dia cara merasakan honeymoon yang mudah dan murah di Bali. Jadi nggak ada alasan lagi menunda-nunda lagi honeymoon impian. Ssst, nggak cuman artis aja yang bisa nikmati indahnya malam pertama di Bali.



^_^

Friday, November 25, 2016

Hindari Sembilan Hal Kampungan Ini Saat di Hotel


Saat saya berada di satu hotel, biasanya saya sempatkan ngobrol dengan staf hotel segala hal. Salah satu hal yang umum saya tanyakan adalah, tamu hotel macam apa yang mereka tidak sukai. Beberapa memberi jawaban yang umum, tapi ada juga yang berdasarkan kasus yang dialami.

Para staf ini akhirnya hanya bisa memaklumi ulah tamu yang kurang menyenangkan itu. Ada juga yang berujar tamu itu bersikap kampungan. Tidak peduli dia orang tajir sekali pun. Nah, kira-kira tamu seperti apakah yang dicap kampungan itu?

Jangan Pernah Berteriak kepada Staf

Tamu yang bersikap arogan terhadap staf hotel adalah yang paling tidak disukai. Mereka terlihat seperti meremehkan para staf hotel, bahkan memandang sebelah mata. Bisa jadi karena mereka merasa telah membayar mahal tinggal di hotel. Tapi percayalah, kadang justru banyak orang superkaya tahu benar memperlakukan staf dengan baik.

Tamu terkadang lebih suka memerintah ketimbang meminta bantuan. Bahkan kadang kala sampai berteriak di lobi. Tentu saja selalin mengusik hati staf, juga mengganggu tamu lainnya karena membuat gaduh.

Jangan Dulu Menyalahkan Staf Hotel Saat Kehilangan Barang

Saat kehilangan barang di kamarnya, tamu cenderung menyalahkan staf hotel terlebih dahulu. Bahkan di era media sosial ini, langsung menjelek-jelekkannya ke seluruh dunia. Padahal menurut keterangan staf, sekitar 99% kehilangan barang tamu disebabkan karena lupa menyimpan, terjatuh dan keteledoran tamu itu sendiri.

Cobalah bicara dengan manajer hotel, agar benda yang hilang dicari lebih dulu. Jika memang terjadi pencurian, mintalah pihak hotel menghungi pihak kepolisian setempat.

Jangan Pakai Handuk untuk Sepatu

Handuk memang merupakan fasilitas hotel yang lumrah didapat oleh tamu hotel. Tapi perlu diketahui juga bahwa handuk hanyalah untuk mengeringkan tubuh kita. Jadi jangan gunakan handuk untuk menghapus riasan wajah atau membersihkan sepatu biar kinclong.

Handuk yang sudah dipakai juga ada aturannya untuk diganti. Jangan simpan handuk di sembarang tempat. Sebab staf hanya akan mengganti handuk yang digantungkan di tempat semestinya. 

Jangan Buang Segala ke Tempat Sampah di Kamar

Tempat sampah di kamar hotel memang untuk membuang sampah. Tapi bukan berarti segala jenis sampah bisa dimasukkan ke sana. Tempat sampah ayang ada sebenarnya hanya untuk sampah kerin. Jadi hindari membuang sampah basah, apalagi berbau di sana. Hubungi room service jika kita perlu membuang sampah basah atau berbau.

Beberapa jenis sampah juga sebaiknya jangan dibuang sembarangan ke tempat sampah di kamar hotel, seperti pembalut, permen karet, alat kontrasepsi, suntikan insulin, dan sejenisnya. Pastikan dibungkus lebih dahulu.

Jangan Biarkan Orang Asing Masuk ke Kamar

Pastikan jika kamar Anda seteril dari orang yang tidak dikenal. Jika menerima tamu, lakukan di lobi saja. Bahkan, bila orang itu mengaku staf hotel, jangan percaya jika ternyata tidak menggunakan ID. Bila memang mencurigakan coba telepon manajer hotel. Hal ini juga menyangkut dengan keamanan barang kita sendiri.

Jangan Tinggalkan Koper di Lobi Semenit Pun

Saat berada di lobi menunggu jadwal check in, tiba-tiba  kebelet ke toilet? Titipkan koper atau tas segera ke sekuriti atau resepsionis. Jangan biarkan berada di lobi dan menganggap semua orang akan menjagai barang Anda. Jangan pula menitip koper Anda kepada orang yang tidak dikenal.

Jangan Merokok di Kamar Tanpa Rokok

Mungkin Anda perokok dan kehabisan kamar merokok. Lalu, Anda menempati kamar tanpa rokok, karena tak tahan tanpa rokok,  akhirnya Anda merokok. Alarm asap menyala. Ruangan jadi basah. Hal ini akan merepotkan banyak pihak. Selain itu, kamar tanpa orkok ventiasinya tertutup sehingga ruangan akan jadi bau tembakau.

Jangan pernah paksakan menginap di kamar tanpa rokok kecuali Anda benar-benar tidak merokok.


Jangan Asal memesan Menu

Anda kelaparan di dalam kamar dan mencoba meemsan makanan hotel. Sudah jelas ada menu yang tertera, jadi tidak perlu ngotot meminta menu yang aneh-aneh. MIsalnya resto hotel hanya menyediakan masakan Italia, Anda memesan makanan India. Jika ingin makanan yang yang tak ada di menu resto hotel, carilah restoran yang bisa mengantar pesanan Anda ek kamar hotel. Pastikan juga pihak hotel mengizinkannya.


Jangan manfaatkan hak terlambat check out 

Sudah waktunya check out tapi malas meninggalkan kamar yang nyaman? Jangan manfaatkan servis hotel yang menoleransi Anda terlambat satu jam untuk check out. Apalagi di saat musim liburan. Ingat, kamar Anda bisa saja sudah dipesan orang, dan staf hotel harus segera mebereskannya untuk orang lain.

Toleransi waktu check out hanya benar-benar dipakai jika benar-benar diperlukan. Dan jangan lupa menghubungi pihak manajer jika ingin memakai toleransi waktu check out.



Nah, agar tak terjadi hal-hal memalukan, sebaiknya tamu hotel juga jangan ragu untuk bertanya kepada staf hotel untuk hal-hal yang harus diketahui seperti cara menggunakan fasilitas kamar dan sebagainya. Yuk, jadi tamu hotel yang menyenangkan ...

Wednesday, November 23, 2016

Lima Hotel Ini Sangat Diminati Anak-anak



Rencana liburan akhir tahun ke mana? Sebagain sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Sebagian masih mencari lokasi. Ingat, jika berlibur dengan anak, anak harus pikirkan hotel yang disuka anak-anak. Sebab salah pilih hotel, anak-anak bisa bad mood dan liburan pun jadi kacau.
Berikut, lima hotel di dunia yang sangat dicintai ank-anak. Di Indonesia ada nggak ya?

Legoland Hotel


Anak-anak mana yang tidak kenal lego? Mereka semua menyukai permainan susun bangun itu. Apalagi sekarang bisa merekayasa berbagai bentu. Termasuk hotel. Nah, kebayang kan bagaimana suka citanya anak-anak ketika diajak ke hotel dari lego raksasa?  Di dunia ini, ada beberapa Legoland Hotel yang bisa ditemui. Salah satunya adalah di Johor Baru Malaysia. Kalau di Amerika Serikat dapat ebrkunjung ke Califoria.

Kelebihan Legoland Hotel juga karena tema kamar-kamarnya yang tentu saja akan dicintai anak-anak bukan hanya saat menginap, tapi sesudahnya. Apalagi semua Legoland hotel dengan dengan Legoland Park.


Elephant Villa
 

Anak-anak umumnya menyukai hewan, terutama hewan yang terlihat baik seperti gajah. Nah, apalagi jika mereka diajak menginap di hotel berbentuk gajah. Tentu seru, kan? Namanya Villa Gajah berada di area taman safari Kumbuk River di Srilanka. Jadi selain tinggal di penginapan berbentu gajah, anak-anak juga bisa mengikuti petualangan di alam bebas.

V8 Hotel


Hotel ini akan membuat anak-anak bahagia, terutama mereka yang suka mobil-mobilan dan dunia otomotif secara keseluruhan. Biasanya memang anak lelaki, tapi anak perepuan juga suka kok. Sebab semua properti di kamarnya bertemakan mobil-mobil lama.  Termasuk ranjangnya. 

Jadi anak-anak bisa merasakan bagaimana tidur di atas Mercedes, Morris, VW dan sebagainya. Dijamin mereka akan tidur nyenyak dan mimpi indah. Orangtua mana yang tidak mau anaknya tertidur nyenyak saat liburan? Jika ingin tinggal di V8 Hotel, kita harus pergi ke Stutgart di Jerman. Oh iya, ada tur khusus ke Motorworld di sana lho.

Tree Hotel

Bentuk hotel ini mengingatkan ke rumah pohon yang begitu disukai anak-anak. Hanay saja bentuk rumah pohon tidak dibuah dari bilah papan, melainkan lebih seperti pesawat kecil di masa depan. Fitur keren yang akan membuat anak-anak bahagia tinggal di Tree Hotel yang terletak di Swedia ini.

Hotel ini dielngkapi pemanas jika menginap di musim dingin, sebaliknya jika di musim panas memiliki fasilitas pendingin ruangan yang membuat nyaman. Pemandangan hutan di sekitar tentunya akan membuat imajinasi anak semakin melompat lepas.

Cost Verde


Ingin merasakan suasana terdampar di sebuah tempat dari sebuah pesawat terbang seperti di film The Lost? Datanglah ke Hotel Cost Verde di Costa Rica. Anak-anak bisaq merasakan melihat dari ketinggian sepetri halnya burung, serta melihat beraneka jenis reptil di sekitarnya.  

Interiornya juga meyenangkan karena dihiasi koleksi barang-barang dari dunia peenrbangan. Bisa dipastikan yang senang tidak hanya anak-anak, juga orangtuanya.


Foto: cnntrevelermedotcom

Monday, November 21, 2016

Hotel Alternatif di Mercure Nusa Dua Bali





Tawaran ke Bali untuk urusan mengisi workshop penulisan cerita anak tidak saya sia-siakan. Saya langsung mengiyakan kendati sebenarnya agenda acara saya sudah padat. Bali selalu membuat saya tidak berani menolak tawaran siapapun untuk ke sana. Apalagi kali ini acara akan dihelat di Nusa Dua, wilayah Bali yang belum saya injak di tiga kunjungan ke Bali sebelumnya.


Dari Bandara I Gusti Ngurah Rai saya dijemput menuju  Mercure Nusa Dua Hotel. Saya sudah membayangkan hotel ini berada persis di sisi pantai seperti saat saya ke Mercure Resort di Sanur tahun lalu. Namun, anggapan saya langsung gugur ketika dari jalan raya ternyata mobil yang saya tumpangi tidak mengarah ke kawasan Bali Tourism Development Corpoartion, tapi sedikit di luarnya.


Itu artinya hotel ini tidak menempel dekat pantai. Wuah, kurang seru nih. Akhirnya, saya segera check in dan menuju kamar. Dan kekecewaan saya itu luntur seketika, lantaran view yang tampak di jendela sangat membuat saya senang. Kolam renang yang menarik dan pepohonan asri di sekitar. Ini tak kalah mengasyikan. Toh, tinggal di kamar hotel menempel di pantai pun belum tentu mendapat view pantai. Malah beberapa kali saya kecewa dapat view kurang asyik.

Setelah bertanya, akhirnya saya tahu meskipun tidak dekat pantai, Mercure Nusa Dua punya area pantai sendiri di Nusa Dua. Untuk menyambangi tempat itu cukup naik mobil hotel yang bisa mengantar jemput sejak pukul delapan pagi.

Buat saya sih terlalu siang pukul delapan pagi. Sebab saya tahu Pantai Nusa Dua tempat keren untuk menyaksikan matahari terbit alias sun rise. Esok harinya saya langsung ke luar hotel usai shalat Subuh samembari jogging rutin. Ternyata pantainya nggak jauh-jauh amat, Hanya dengan sepuluh menit jogging saya sudah sampai pantai lewat jalan Pantai Menggiat. Berbeda dengan pantai milik hotel yang ada di sekitar Pulau Peninsula.


Jadi, soal pantai dekat atau tidak, sudah bukan soal lagi buat saya. Mau lihat matahari terbit tinggal jogging sebentar. Mau berenang? Kolam renangnya amazing kece. Biru sebiru hatiku. Halagh! Biar enak berenangnya, mendingan pagi-pagi saja. Habis jogging di pantai. Biasanya para bule kan belum bangun. Kalau agak siang banyak anak-anak. Sore sampai malam banyak pemandangan bikin kurang fokus .

Sehabis berenang dan berbilas, bisa tuh langsung sarapan di Soka Restaurant. Tempatnya semi terbuka tapi tetap nyaman. Berada di lantai bawah dekat kolam renang. Dari lobi hotel hanya turun satu lantai.

Selama lima hari di hotel saya tidak bosan dengan variasi menunya karena mengombinasikan menu nasional dan internasional. Lagian saya diet. Jadi, paling ya salad dab buah saja yang dimakan. Atau sesekali makan daging ayam, ikan atau telur. Pelayanannya sangat ramah di resto. Saya beebrapa kali minta dipotongkan sayur okra untuk obat diabetes saya, eh bukan cuman dipotong tapi juga dibersihkan dan disediakan air panas untuk merendamnya juga. Kerenlah.

Oh iya, bicara soal kamar, menurut saya sih sesuai dengan gaya hotel masa kini yang minimalis, tapi ruangan tetap terasa luas. Patokannya sih mudah. Jika masih ada ruang untuk shalat, artinya itu cukup luas.

Bagian shower dan toilet terpisah. Ini menguntungkan buat tamu yang sharing kamar dengan orang lain selama menginap. Seperti kali ini saya share dengan komikus Sweta Kartika. Cuman bagian dinding showernya saja yang  berkaca (ini memang model sekarang) itu terlalu transparan. Jadi kalau mau mandi ya mending atur-atur jadwal saja saat salah seorang keluar kamar biar nggak risih.

Yang membuat saya betah berada di kamar adalah view menghadap pool, selain tentu saja bed yang nyaman buat tidur. Tapi saya sarankan jika akan menginap di sini membawa terminal tiga karena colokannya terbatas. Apalagi jika punya gadget yang banyak untuk dicharge. Belum lagi jika sharing kamar.


Selama di Mercure ini, ruangan paling sering saya singgahi adalah ruangan meeting dan seminar. Ada empat ruangan yang dipakai yang terletak di dekat lobi hotel. Saya sering singgah ke sini bukan semata untuk workshop, tapi juga karena ada ruang mushola. Sudah jadi kebiasaan saya, memilih shalat di mushola hotel ketimbang di kamar, karena beberapa alasan.


Ruang seminar dan rapat menurut saya cukup memadai. Yang terpenting sih wifinya kuat. Selebihnya ya standar. Apalagi ini buat workshop. Saat padat tamu, penyejuk ruangan juga bejalan normal. Begitu pula dengan sistem suara.

Fasilitas lain yang ada di sini adalah penyewaan sepeda, spa, dan gym yang sama sekali tidak saya manfaatkan karena kesibukan di acar yang saya ikuti. Tapi saya suka dengan pojok baca di dekat lobi yang cantik. Entahlah, saya sering betah berada di lobi hotel yang tersedia ada rak buku sehingga bisa asik membaca.


Mercure Nusa Dua juga dekat dengan desa adat masyarakat sekitar. Jadi jika ingin ke minimarket, dari  hotel tidak terlalu jauh, demikian juga tempat pijak refleksi, atau rumah makan bagi yang bosan dengan hidangan hotel.

Jika ingin membeli oleh-oleh bisa berburu di Jalan Pantai Menggiat yang hanya 100 meter dari hotel. Tentu saja harus ditawar saat membeli. Jika tidak pandai menawar bisa pergi ke Hardis sekitar empat kilometer dari hotel. saya pergi ke sana dengan ojek online, walaupun sebenarnya telarang beroperasi di daerah sana.

Kesimpulan saya, hotel ini lebih cocok untuk menginap dalam jumlah rombongan, membuat acara workshop maupun seminar. Jika untuk liburan keluarga bisa jadi alternatif meskipun tidak berada dekat pantai, sehingga budget kamar pun lebih rendah ketimbang hotel-hotel di kawasan BTDC. Toh, kalau mau ke hotel ada mobil hotel yang bisa antar jemput.



Wednesday, September 28, 2016

Layak Dikunjungi, 10 Kolam Hotel Paling Menakjubkan di Asia



Hotel atau resort berkolam renang kini menjadi pilihan utama saat seseorang memutuskan untuk berlibur di luar kota. Namun, belum tentu hotel yang memasang tarif mahal, bintang lima dan populer, memiliki kolam renang yang keren. Pengalaman saya, beberapa hotel bintang lima justru kadang menyepelekan fasilitan kolam renang. Apalagi hotel-hotel di kota besar dan target pasarnya adalah pebisnis.

Untuk hotel atau resort di tempat wisata, memiliki kolam renang yang menarik tidak bisa ditawar lagi. Apalagi persaingan bisnis hotel maupun resort di daerah wisata lebih ketat. Jika kita melakukan perjalan di Asia dan ingin tinggal di hotel yang memiliki kolam renang menakjubkan, majalah Prestige sudah membuat list 10 kolam renang menakjubkan. Saya menganggap pilihan tersebut sangat cocok dengan selera pribadi.

Kolam renang hotel dan resort  apa saja, ya?




Library Hotel di Koh Samui, Thailand, memiliki kolam renang dengan air seperti genangan darah. Sangat kontras dengan warna biru di dekatnya. Warna merah air kolam disebabkan penggunaan keramik kolam yang membentuk mozaik terdiri dari warna merah, jingga, dan kuning.



Hanging Gardens of Bali, di Ubud, Indonesia, dianggap unik lantaran tamu hotel yang berenang seolah berada di pucuk-pucuk pepohonan hutan di bawahanya. Bahkan air yang dibiarkan meluap ke pinggir kolam seperti danau alam di daerah pedalaman. Sungguh suasana alami yang mengasyikkan.



 Pangkor Laut Resort, Malaysia, terletak sebuah pulau pribadi, tempat ini menawarkan para tamu suasana  sepi sendiri tanpa siapapun di sekitarnya. Cocok bagi yang ingin kabur darai segala bentuk kegalauan. Kolam renangnya tampak dengan tepi pantai. Bahkan sepintas antara kolam dan laut benar-benar menyatu.



Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort, Thailand berada di tengah hutan perbatasan tiga negara. Dari kolam renang ini, tamu resort bisa melihat bukit perbatasan dengan Myanmar dan Laos. Karena untuk mencapai tempat ini juga bersusah payah, dipastikan begitu sampai langsung ingin menyelam ke dalamnya.


The Lalu Sun Moon Lake, Yuchi, Taiwan membuat orang yang biasanya enggan berenang karena ramai, akan jadi betah. Pasalnya kolam renangnya merupakan yang terbesar di Taiwan. Atmosfir sekitarnya juga menciptakan suasana zen yang menenangkan.



The Oberoi Udaivila, Udaipur, India memiliki kolam renang yang menawarkan kemewahan bangsawan dan raja-raja India pada masanya. Kolam renangnya semakin terasa menakjubkan karena berdekatan dengan Danau Pichola yang cantik.


Rosewood Beijing, China memiliki kolam renang bergaya Asia Tenggara yang teduh dengan penutup kaca di atasnya. Sangat cocok buat yang sedang berada di kota padat beijing dan ingin menyepi di kolam renang cantik.



Parkroyal on Pickering, Singapura benar-benar memiliki oase di jantung kota yang sangat modern. Kolam renang hotel ini dikelilingi cabana warna-warni nan kreatif. Sangat digemari para tamu hotel untuk berfoto terutama di malam hari.




The Okura Prestige Bangkok, Thailand memiliki kolam renang di lantai 25 dan secara dramatis menjorok ke sisi hotel. Tamu bisa langsung melihat pemandangan kota bangkok di bawahnya.
 Tapi tentu saja tidak cocok buat mereka yang takut ketinggian.

 

Indigo Hotel, Hongkong memiliki kolam renang modern yang menjorok ke luar. Saat menyelam, para tamu bisa melihat langsung  pemandangan kota Hongkong. Tentu saja mesti memiliki nyali untuk berenang di sini.


Mana yang paling menarik buat Anda?

(Foto2: prestigeonline)

Tuesday, September 27, 2016

11 Benda Ini Sering Tertinggal di Hotel



Mengaku saja, pernah nggak ketinggalan barang di hotel? Saya pernah, dan sering. Beberapa teman saya juga mengaku pernah dan melakukannya berulang kali. Bahkan ada teman yang setiap menginap di hotel, bisa dipastikan dua atau tiga barangnya tertinggal.

Bisa jadi barang itu tidak berharga atau di bawah harga handphone kita. Sebab biasanya saat meninggalkan kamar hotel yang paling kita ingat hanyalah yang mahal-mahal. Meskipun demikian, tetap saja ada rasa menyesal saat tahu bahwa kita ketinggalan barang itu. Apalagi saat kita sudah berada di rumah yang jauh dari hotel.

Ini dia sebelas barang yang sering ketinggalan menurut survey kecil-kecilan kepada 20 teman saya yang traveler.


Sikat gigi

Ogah dengan bentuk sikat gigi di hotel yang bulunya keras, umumnya kita sering membawa sikat gigi favorit sendiri. Karena biasanya disimpan di gelas yang ada  di kamar mandi, saat menyapu pandangan kerap terlewat mata.

Charger

Terburu-buru karena harus mengajar pesawat, sehngga kurang detail memerhatikan barang yang dikeluarkan dari koper adalah penyebab tama orang sering ketinggalan charger. Maklum, charger biasanya masih menancap disteker, jadi tidak terperhatikan.

Kacamata

Baik sunglasses maupun kacamata baca cenderung disimpan sembarangan di kamar hotel saat tidak dipakai. Mainlempar begitu saja dan masuk ke kolong meja atau ranjang. Bahkan kadang meyelip di ranjang. Saat merapikan barang ke koper tidak terlihat. Jadinya tertinggal.

Buku

Benda satu ini paling sering tertinggal di kolong ranjang karena jatuh atau terselip, juga karena disimpan di dalam laci meja.


Topi

Namanya sudah di dalam kamar biasanya topi dibuka. Menyimpannya kadang sembarangan jika tidak ada gantungan topi. Dan inilah yang biasanya bahaya, karena bisa saja topi itu tertutup bed cover sehingga tak terlihat.

Make up

Traveler cewek biasanya agak kurang teliti dengan peralatan make-up. Nggak heran kalau perlengkapan rias mereka sering tercecer di kamar hotel saat melanjutkan perjalanan.


Sepatu

Bawa sepatu, yang satu basah, dijemur. Akhirnya malah kelupaan dan tertinggal di kamar hotel.


Mainan

Ke hotel bareng anak-anak, siaps-siap saja ketinggalan mainan mereka. Pasalnya, anak-anak kurang telaten dengan mainan mereke sendiri.

Googles
Kacamata selam alias gooles terbilang sering ketinggalan kalau tidak buru-buru masuk koper. Apalagi biasanya digantung di gantungan di kamar mandi yang ada di balik pintu. Kadang nggak kecek lagi.

Celana renang

Kasusnya hampir mirip sepatu. Karena basah, dijemur di teras hotel, lalu lupa membawanya saat pulang.

Steker Sambungan

Biasanya ini ketinggalan bersama charger. Tapi karena stekr sambungan nggak cuman buat charger HP, juga saat mengetik menggunakan laptop, lebih sering kehilangan. Apalagi jika dikamar hotel colokannya minim sedangkan yang pakai banyak.


Nah, biar nggak ketinggalan barang, sebaiknya packing sebelum meningalkan hotel dilakukan dengan santar alias jangan tergesa-gesa. terutama jika jenis treveler yang banyak bawa barang bawaan.


Sunday, August 21, 2016

Hotel Rasa Apartemen di Jakarta Pusat




Saat saya diundaang di sebuah acara di Jakarta selama dua hari, saya langsung melirik nama hotel yang akan saya inapi. Namanya Morrissey. saya langsung teringat Steven Patrick Morrissey, seorang penyanyi dan pencipta lagu berkebangsaan Inggris, vokalis dari grup musik The Smiths. Kebetulan di kantor ada satu rekan saya yang ngefans dengan dia.

Ternyata hotel ini nggak ada hubungannya dengan penyanyi itu. Yang jelas letaknya menurut saya sangat setrategis di Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat. Tepat di dekat pintu masuk jalan jaksa. Nggak begitu sulit mencarinya, kan?





Saya rada kaget ketika masuk ke dalam kamarnya. Sampai-sampai saya telepon room service, jangan-jangan salah masuk kamar nih. Ternyata nggak. Kamarnya memang di luar mainstream kamar hotel yang biasanya berwarna datar dan serba minimalis. Kamar di sini seperti kita masuk ke sebuah kamar apartmen. Ada ruang duduk, kitchen set, dan tentu saja ranjang. Tapi suwer, saya nggak merasa di kamar hotel berada di dalamnya.

Meskipun terdapat kitchen set saya nggak berani coba-coba masak sesuatu di sana. Nyalain kompornya aja saya nggak ngerti dan nggak mau ngerti. Saat lapar ya, makan saja di restoran di bawah. Atau kelayapan sekitar menteng yang bertebaran tempat makan enak.

Yang terpikir oleh saya, seandainya saya dikontrak untuk menyelesaikan sebuah novel, rasanya enak tinggal cukup lama di kamar Morrissey. Kalau mau irit-irit ada dapur buat masak sendiri. Nerima tamu, malas ke bawah, bisa di dalam kamar karena ada ruang tamaunya.

Di kamar sendiri banyak hal yang bikin betrah. Selain interiornya yang rumah banget, saluran teve banyak pilihan, juga wifi yang kencang. Bahkan kencangnya nggak cuman di kamar, ke tempat lain juga wus-wus gitu deh wifinya. Nggak kayak hotel berbintang empat lain yang katanya kencang tapi malah sunyi senyap. Malaslah hari gini nginap di hotel tapi wifinya lemot.







Fasilitas lain yang asyik untuk dinikmati di sini adalah kolam renangnya. Meskipun nggak besar-besar amat, tapi cukup nyaman dan bersih. Apalagi kalau berenang pas lagi suntuk-suntuknya di malam hari ditemani cahaya lampu kota. Kolam renang outdoor ini juga dilengkapi tempat duduk santai dan buat minum dan snacking.

Acara breakfast di sini juga sangat variatif karena kebanyakan tamunya adalah warga asing dan pekerja yang tinggal dalam jangka waktu lama. Jadi makanan oriental dan continental berpadu padan, tinggal pilih sukanya yang mana.

Malam hari saat mau pesan tiket kereta api, saya dengan mudah menemukan Indomart, begitu juga saat ingin membeli krim otot, sebelahnya ada apotik. Benar-benar strategis dan realy recomended hotel untuk ditempati baik jangka pendek maupun jangka lama.

Monday, August 1, 2016

4 Alasan Menginap di Hotel Best Western Premier The Hive, Jakarta Timur








Tinggal di Bandung dan kerap dinas di Jakarta, membuat saya beberapa kali kebingungan mencari hotel untuk stay satu atau beberapa malam di Jakarta. Banyak pertimbangannya mencari hotel di Jakarta.

Kadang saya menemukan hotel yang cocok, tapi lokasinya nggak strategis dan macet. Kadang pula alternatif kendaraan umum terbatas. Giliran saya menemukan yang strategis, pelayanan hotel dan fasilitas kurang memuaskan. Alhasil saya sering tanya sana-sini juga minta rekomendasi teman atau browsing di beberapa laman yang menyediakan saran  atau rekomendasi hotel.

Belum lama ini saya harus dinas ke Jakarta untuk dua acara sampai larut malam. Mau tak mau saya harus menginap di Jakarta. Setelah bertanya-tanya saya mendapat rekomendasi untuk menginap di Hotel Best Western Premier The Hive, Cawang, Jakarta Timur.

Strategis



The Hive yang saya tahu artinya adalah sarang lebah. Dan saya agak penasaran juga untuk segera tiba di Hotel BWP The Hive. Begitu beres dari acara di Kuningan, saya langsung menuju ke Cawang. Alhamdulillah lancar. Ternyata di depannya ada sebuah halte Trans Jakarta. Sangat menguntungkan jika jam macet  karena Trans Jakarta bisa leluasa melenggang di jalurnya sendiri.

Kawasan Cawang merupakan pintu masuk ke Jakarta dari sebelah timur. Banyak kantor-kantor pemerintah, bisnis, militer sampai universitas berdiri di kawasan Cawang. Tentunya para tamu yang memiliki kepentingan ke kantor-kantor tersebut bisa meamnfaatkan BWP The Hive untuk tinggal. Apalagi   dari Bandara Halim Perdana Kusumah dalam keadaan lancar hanya 10 menit. Dan tol kawasan Cawang juga bisa meuju ke beberapa arah, seperti ke Bekasi, Bogor, tengah kota Jakarta, bahkan ke bandara Soekarno Hatta.

Untuk pusat rekreasi juga bisa dengan mudah menuju ke Taman Mini sampai Ancol. Kalau sekadar wisata kuliner, karena berada di kawasan kondominium, tersedia mall di hotel tersebut. Kalao nggak mau ribet lagi, ya makan saja di resto milik hotel. Kuliner Indonesianya enak-enak kok.


Nyaman


Saat di lobi kita bisa melihat dekorasi interior dengan kotak heksagon sebagai lambang sarang lebah di beberapa titik. Baik di dinding, lantai maupun lagit-langit. Enaknya memang kalau hotel punya nama yang bisa dijadikan tema desain.

Saya langsung merasa nyaman ketika menyambangi balkon yang menyajikan hamparan kolam renang dan restoran. Kenyamanan kian terasa ketika saya kemudian sampai ke kamar. Tara! bed yang empuk dengan selimut nyaman dan saya mendapat view yang bagus untuk melihat sekitar Cawang.

Malamnya ketika tertidur saya bisa terlelap pulas karena merasakan kenyamanan di dalam hotel. Padahal biasanya saya termasuk yang susah tidur kalo di hotel.

Komplet

Menginap di hotel kadang kita juga ingin melakukan hal lain di luar tidur. seperti yang saya ungkap tadi, di sini ada kolam renang yang bikin segar karena ada angin di sekitarnya. enaknya sih berenang saat pagi. tapi kalau sempat nya sore hari juga asyik. 

Mau menjaga kesehatan? Di sini tinggal menuju ruang gym untuk mengeluarkan keringat. Nggak perlu angkat-angkat barbel, cukup dengan lari santai di atas treadmill juga seru. Nggak heran sih kalo di hotel ini fasilitasnya komplet, namanya juga hotel bintang lima. Apalagi masih dalam satu group Best Western yang mendunia. Sampai-sampai towelnya pun pakai standar internasional.


Lezat

Hal paling menyenangkan tinggal di The Hive  bagi saya adalah saaat sarapan di Heather Resto. Menunya lengkap dari oriental sampai kontinental, termasuk tradisonal Indonesia. Sampai bingung milihnya. Tapi karena namanya sarapan ya nggak bisa banyak-banyak makannya. Sepertinya memang harus menginap lebih dari semalam biar bisa merasakan semua menu breakfast.

Sorenya saya sempat menikmati aneka menu andalan Heather Resto. Jelasnya baca di sini aja nih: Bebek goreng.

Nah, saya rekomendasikan hotel ini untuk perjalanan dinas, bisnis atau rekreasi bareng keluarga. Terutama yang aktivitasnya di kawasan Jakarta Timur. Eh tapi ke Jakarta Pusat juga nggak jauh kok.





Thursday, June 16, 2016

Inilah 3 Hotel Terbaik di Blitar





Pernah ke Blitar?

Blitar dikenal sebagai tempat Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno dikebumikan. Bahkan kota ini dijuluki sebagai kota Proklamator karena begitu melekatnya nama Ir. Soekarno di Blitar.  Terletak di Propinsi Jawa Timur, Blitar salah satu daerah yang memiliki daya tarik dari segi sejarah. Blitar menurut sejarah adalah tempat Laskar PETA (Pembela Tanah Air) melakukan perlawanan terhadap Jepang.

Saat itu tepatnya pada tanggal 14 Februari Laskar PETA melakukan perlawanan terhadap penjajah Jepang dibawah kepemimpinan Soeprijadi. Itulah beberapa sejarah yang terekam di bumi Blitar. Selain terkenal dengan sejarahnya, Blitar memiliki tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.  Pantai dan Gua adalah beberapa obyek wisata yang dapat ditemui di Blitar.

Pantai Tambak Rejo, Pantai Jolo Sutro, dan Pantai Gondo Mayit adalah beberapa pantai yang memiliki keindahan alam yang asri di Blitar yang marak dikunjungi oleh wisatawan. Sedangkan untuk obyek wisata gua, Gua Embultuk menjadi salah satu yang paling populer di Blitar.

Potensi wisata ini sedikit banyak ikut mengembangkan sektor bisnis perhotelan. Hal ini terbukti dengan terdapat beberapa hotel yang biasa dijadikan tempat menginap wisatawan yang berkunjung ke Blitar. Berikut ini adalah 3 Pilihan Hotel Terbaik yang ada di Blitar yang dapat kamu akses melalui situs Traveloka.

1. Patria Palace Hotel


Patira Palace Hotel adalah salah satu hotel terbaik di Blitar yang dapat kamu pilih untuk dijadikan tempat penginapan. Hotel ini terletak di Jalan Mastrip Nomor 56, Blitar. Lokasi Hotel ini cukup mudah dijangkau karena dekat dengan fasilitas publik di Kota Blitar. Air Terjun Coban Rondo, Museum Angkut, Jatim Park dan Stadiun Kanjuruhan adalah beberapa tempat menarik yang dapat dijangkau dari hotel ini.

Fasilitas yang terdapat di hotel ini antara lain adalah layanan kamar, WiFi, Kafe, Fasilitas Rapat, Fasilitas Komputer/Internet, Ruang Keluarga, Laundry, Resepsionis yang siap melayani selama 24 Jam dan layanan antar-jemput Bandara.

Tarif menginap di hotel ini juga cukup terjangkau, mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp1.000.000/malam. Cukup murah bukan? Tapi tak perlu khawatir, pelayanan yang diberikan cukup prima.

                                      Sumber Foto : traveloka


2. Patria Plaza Hotel


Hotel terbaik lainnya yang recommended di Blitar adalah Patria Plaza Hotel. Hotel ini terletak di Jalan Kartini Nomor 10 Blitar, Jawa Timur. Fasilitas yang ditawarkan hotel ini cukup lengkap, diantaraya layanan kamar, WIFi, Kafe, fasilitas rapat, proyektor yang bisa digunakan untuk keperluan rapat/bisnis, ruang keluarga untuk bersantai bersama keluarga, area bebas asap rokok, TV Kabel, toko, laundry, dan porter.

Hotel ini juga dapat menjangkau beberapa tempat menarik seperti Museum Angkut,Jatim Park, Air Terjun Coban Rondo dan Stadion Kanjuruhan. Tarif menginap yang ditawarkan hotel ini adalah Rp275.000/malam. Sebuah pilihan cerdas bermalam di hotel dengan harga yang terjangkau dan pelayanan yang prima.

                                                                  Sumber Foto : traveloka

3. Hotel Tugu Blitar


Hotel yang satu ini terbilang hotel dengan fasilitas cukup lengkap di Blitar. Hotel yang terletak di Jalan Merdeka Blitar, Jawa Timur ini menyediakan fasilitas antara lain seperti layanan kamar, surat kabar, taman bermain untuk anak, layanan medis, laundry, porter, WiFi, restoran, ruang rapat, Bar, tempat penitipan anak, kafe, salon kecantikan, layanan pijat, dan Spa.

Untuk penyandang disabilitas di hotel ini menyediakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Hotel ini juga menjangkau beberapa tempat menarik seperti Air Terjun Coban Rondo, Jatim Park, Museum Angkut, dan Stadion Kanjuruhan.

Tarif menginap yang ditawarkan di hotel ini mulai dari Rp368.000/malam. Dengan fasilitas yang cukup lengkap tentu menjadi sebuah piliihan cerdas menginap di hotel ini.

                                                          Sumber Foto : tuguhotels

Itulah 3 pilihan hotel terbaik yang cukup populer di Kota Blitar, berdasarkan penilaian situs Traveloka ketiga hotel tersebut mendapat rating diatas 8 dari 10. Hal ini tentu menjadi catatan positif ketiga hotel tersebut di mata para pengunjung yang menginap di hotel tersebut.

Mengunjungi tempat wisata bersejerah, ditambah dengan ke tempat wisata alam seperti Pantai yang terdapat di Blitar akan semakin lengkap dengan menginap di hotel-hotel terbaik. Selain memberikan hak tubuh untuk berisitirahat yang berkualitas, menginap di hotel-hotel terbaik jika cermat dapat menghemat budget sekian persen.