Monday, April 4, 2016

Mengintip Keindahan Dalam Laut di Teluk Buyat

Mengintip keindahan Teluk Buyat. (foto. Ares)


Senang menyelam ataupun snorkeling? Coba saja basah-basahan di Teluk Buyat, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Saya dan beberapa teman blogger baru saja menyambangi dan menemukan keindahan bawah laut nan menawan.

Untuk mencapai lokasi ini dari Jakarta harus ke Manado terlebih dahulu. Dari sana naik kendaraan lewat jalur darat sekitar tiga jam lebih. Perjalanan melewati daerah perbukitan Tomohon dan Mihasa Tenggara, sehingga tak heran jika medannya naik turun serta berliku.

Bagi yang memakai kendaraan umum bisa naik bus sampai Kecamatan Belang, lalu disambung ojek. Tapi saya sarankan mencarter mobil saja. Apalagi jika kita tentunya membawa perlengkapan snorkeling ataupun diving. Pasalnya di lokasi tidak ada rental peralatan selam.

Tujuan akhir adalah Pantai Lakban, Ratatotok yang berada di tepi Teluk Buyat. Pernah mendengar nama Teluk Buyat, kan? Ya, namanya memang sempat hits ketika aktivis lingkungan menuding PT Newmont Minahasa Raya (NMR) melakukan pencemaran akibat pembuangan limbah tambang (tailing) pada tahun 2004. Setelah melewati  proses pengadilan mulai 5 Agustus 2005, akhirnya pada 24 April 2007 berhasil dibuktikan melalui sejumlah penelitian bahwa PT NMR tidak bersalah dalam kasus pencemaran lingkungan.

Bertemu gugus karang keras.
(foto Davin)


Saat saya dan teman-teman blogger ke Teluk Buyat, perusahaan tambang besar dari Amerika itu sudah tidak beroperasi karena sudah berakhir kontrak karya dengan pemerintah. Namun beberapa peninggalan kabin dari kantornya menjadi tempat kami singgah, sebelum akhirnya pergi naik speedboat untuk mengenali dunia bawah laut di Teluk Buyat.

Semuanya subur.
(Foto: Jerry)


Kami berangkat dari Pantai Lakban di kaki Bukit Harapan untuk menuju spot pertama dekat gugusan Pulau Putu-Putus. Tanpa banyak waktu sebagian langsung menyelam, sebagian lagi snorkeling. Tidak sulit untuk melihat karang meja maupun karang otak. Beberapa ikan laut, seperti anemon dan cardinal kuning, juga sangat mudah ditemukan. 

Serunya rame-rame


Lantaran arus makin kuat kami berputar dengan speedboat menuju spot kedua yang lebih dekat dengan Pantai Lakban. AIrnya menurut saya lebih jernih, tapi memang lebih dalam. Jadi untuk menemukan biota laut harus menyelam. Baik memakai atau tanpa tabung.

Teluk Buyat terkenal dengan karang keras dan bidang acropora yang luas. Bisa dengan mudah melihat gorgonia berwarna merah muda, merah maupun jingga, yang diselubungi crinoid, hewan laut mirip bunga bakung. Gorgonia juga kerap disebut cambuk laut.

Dari tahun 2006 hingga 2016 ini tim Panel Ilmiah Independen (PII) Universitas Manado menyatakan pertubuhan luar biasa kekayaan laut Teluk Buyat.  Di kedalaman 20 meter bisa dilihat kelinci laut (nudibranch), acropora, ikan karang, damsel, sweet lips fish dan masih banyak lagi.

Setidaknya terdapat 24 spot menyelam yang indah di sekitar Pulau Putus-Putus, Pulau Racun, Pulau Tulang.


It is me

Foto. Raiyani


Saya sendiri merasa senang bisa mengintip keindahan dalam laut Teluk Buyat ini walaupun tak sampai menyelam seperti teman-teman lainnya. Mungkin lain kali saya harus mencobanya, setelah mendapat sertifikat selam.

Rahasia Kecantikan Perempuan Manado



Kecantikan perempuan Indonesia di beberapa daerah sangat populer karena kecantikannya. Selain dari Aceh, Banjarmasin, Sunda, dan Solo, perempuan dari Manado juga banyak diimpikan pria Indonesia. Setidaknya, mahkota Puteri Indonesia 2016 saat ini dipegang oleh Kezia Waouw dari Sulawesi Utara. Nama seperti Angelina Sondakh, Angel Karamoy, dan sebagainya.

Saat saya berkunjung pertama kali ke Manado, dan masuk ke sebuah restoran, bertemu dengan sekelompok perempuan cantik. Saya pikir mereka rombongan pemilihan lomba model tingkat nasional, ternyata hanya tingkat lokal. Bahkan sebatas ajang pemilihan model untuk sebuah mall. 


Saya bertanya-tanya kepada kawan saya yang warga Manado, Kedi. Menurutnya, tubuh tinggi semampai kulit putih sudah ciri khas dari Manado. "Bahkan penjaga tiket parkir di sini cantik-cantik," kata Kedi, karyawan swasta.






Sayangnya tak ada penjelasan rahasia kecantikan perempuan Manado  dari teman saya. Hanya dia menekankan, sesuangguhnya perempuan cantik di Manado adalah mereka yang bersuku Minahasa.  Contoh yang sangat populer adalah Bupati Minahasa selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu yang dikenal sepabagi bupati tercantik di Indonesia.  Jadi akan lebih banyak lagi ditemukan jika ke Minahasa. Dan ternyata itu saya buktikan sendiri.

Saat saya melakukan perjalanan ke Ratatahan menemukan menemukan siswi-siswi sekolah menngah yang berpotongan seperti finalis gadis sampul. Mungkin jika di Jakarta, permpuan muda model begini sulit ditemukan di angkkiutan umum. Di Minahasa , kita bisa menemukan mereka duduk naik becak motor.

Berdasarkan referensi yang saya baca, kecantikan perempuan Menado banyak disebutkanperkawinan campuran yang terjadi di masala lalu. Seperti kerap diceritakan teman-teman di manado, mereka punya leluhur di Minahasa yang masih keturunan dari Kerajaan China. Selain pada masa penjajahan Jepang juga terjadi percampuran. Demikian pula saat penjajahan Belanda.

Hal lainnya adalah kedekatan geografis dengan Filipina, yang membuat perempuan Manado terlihat memiliki kemiripan dengan perempuan dari negara tetangga tersebut.

Ada dua sebutan untuk permpuan cantik Manado. Pertama adalah budo untuk gadis cantik yang memiliki kulit putih. Sedangkan yang kedua adalah tole untuk gadis cantik berkulit putih bersih dari daerah pegunungan. 






Sunday, April 3, 2016

Mencicipi Buah Salak dan Kopi Biji Salak Pangu di Minahasa Tenggara





Di tengah perjalanan  dari Manado, Sulawesi Utara, menuju ke Ratatotok, saya sempat menemukan deretan pedagang salak dan buah-buahan lainnya di desa Pangu. Untunla perjalanan berhenti. Lalu, saya pun langsung melihat tumpukan buah salak yang ternyata memang terkenal.


Pak Yoce, penjual buah-buahan itu mengajak saya mencicipi buah salak jualannya. "Silakan dicoba. Ini salak terkenal di Sulawesi Utara," jelasnya.

Salak Pangu menurut Pak Yoce berbeda dengan budidaya salak lazinya. "Salak di sini tidak dikawinkan untuk proses pembuahannya. Jadi mereka kawin secara alami," jelas pria yang sudah lebih dari 30 tahun berjualan salak ini.




Seperti yang saya lihat, di sekitar warungnya juga banyak tumbuh salak. Pak Yoce hanyalah penampung buah salak dari para warga yang kemudian dijualnya lagi. "Saya jual ke Manado, Gorontalo, bahkan juga menyeberang ke Ternate," jelasnya.

Sekadar info,  Desa Pangu sejak berdirinya kabupaten baru Minahasa Tenggara, mekar menjadi tiga bagian yaitu Desa Pangu Induk, Desa Pangu Satu dan Desa Pangu Dua. Apapun profesi mereka mereka pasti memiliki kebun salak. Lantaran, adat dan kebiasaan orang di desa ini  begitu menikah diharuskan menanam pohon salak.

Saat saya mencicipi buah salak, ternyata rasanya dalam satu tangkai berbeda-beda. MAnis, asam, dan kecut bercampur. Bijinya cenderung kecil, dengan daging tebal. Oh iya, bicara bijinya, ternyata bisji salak di Dea Pangu juga diolah menjadi kopi. Lho kok bisa? Mereka menamakannya kopi biji salak atau kobisa.

Kopi ini memang dibuat dari biji salak yang telah dua kali melalui pengeringan. Rasanya ada rempah-rempahnya sedikit. Tapi sangat unik. Kabarnya, kobisa mengandung khasiat meredakan tekanan darah tinggi dan asam urat.

Bagi yang tidak suka aromanya, bisa mencampurnya dengan susu maupun cokelat.

Selain salak, Pak Yoce juga menjual manggis, durian, langsat dan alpukat. So, karena saya suka semua buah-buahan, saya pun mencicipi semuanya. Lumayan untuk menghilangkan rasa jenuh di perjalanan.

Oh iya, perjalanan saya kali ini merupakan visit eks pertambangan  Newmont Minahasa Raya di kawasan Teluk Buyat, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, bersama teman-teman blogger dan fotografer.




Monday, March 28, 2016

Yuk, Intip Aktivitas Empat Sipir Ganteng Indonesia



Sosok sipir lembaga pemasyarakatan di kebanyakan film identik dengan wajah sangar dan kasar. Tapi tidak demikian halnya dengan kenyataan. Sipir-sipir banyak juga yang memiliki wajah ganteng. Mereka bahkan bisa membuat hati wanita klepek-klepek dalam pandangan pertama.

Di Indonesia, beberapa sipir ganteng memiliki banyak penggemar khusus di media sosial. Yuk, kita intip siapa saja mereka dan apa kegiatan mereka.


Edward Roberto





Penampilan pria ini lebih mirip bintang drama Korea Selatan ketimbang sipir lapas. Saat disampaikan tentang itu, Edward Roberto yang bertugas di lapas kelas IIB Sungailiat, Bangka, ini hanya tersenyum. Edward kemudian bercerita telah menjadi sipir Desember 2010.

"Awalnya saya nggak ngerti apa-apa tentang sipir. Waktu itu saya kuliah jurusn teknik pertambangan. Tapi karena nggak mau menyusahkan orangtua saya ikut tes menjadi sipir. Ternyata saya diterima, lalu mundur dari bangku kuliah. Selang beberapa tahun, saya kuliah lagi mengambil jurusan hukum pidana, sesuai dengan pekerjaan saya," kata pria 23 tahun ini.

Pekerjaannya menjadi sipir membuat Edward sekarang lebih luwes dalam bergaul. "Sebelumnya saya cenderung antisosial. Apalagi di sini saya ditugaskan benar-benar membina narapidana agar punya keterampilan lebih untuk bekal ke depan," jelas pemilik akun instagram @edwardrobertoharianja ini.

Sisi positif lainnya yan bisa dipetik adalah Edward mampu membaca gerak-gerik orang yang mau bertindak kriminal. "Dari bahasa tubuh maupun omongan bisa diketahui. Selain itu, saya jadi mengerti alasan tindak kejahatan itu terjadi," tandasnya.


Restu Al Halim





Profesinya menjadi sipir nyaris sama dengan Edward. "Saya iseng-iseng saja mengikuti test. Tidak tahunya diterima," ujar Restu Al Halim yang berparas tampan ini.

Pria berusia 23 tahun ini menjadi sipir di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Muara Enim, Sumatera Selatan sejak 1 April 2014. "Selama jadi sipir banyak sekali hal yang semula saya tidak tahu jadi tahu.  Bahkan kata-kata yang dulu dianggap tabu, jadi terbiasa di telinga. Jadi sipir itu enak sekali. Saya bisa mengenal banyak karakter manusia. Saya juga bisa kenal pelaku kriminal mulai dari kelas kakap sampai kelas teri," tutur Restu.

Rineldo Ferry Aditama






Rineldo Ferry Aditama mendaftar menjadi PNS di Kemenkum dan HAM Knwil Jawa Timur di Surabaya dengan niat kerja kantoran. Tapi begitu diterima, dia langsung diorientasikan berhadapan langsung dengan napi di Lapas kelas 1 Madiun. Dari sanalah Ferry menyadari tugas utama di kantor barunya.

"Sempat deg-degan juga awalnya karena belum pernah masuk lapas. Tapi sekarang sudah biasa," lanjut pria berusia 26 tahun ini. Pengalamannya sebagai sipir lapas sangat bermacam. Pernah pula Ferry harus menenangkan penghuni lapas yang hendak bunuh diri karena stres.


Harry Indrawan


Harry Indrawan bekerja menjadi sipir sejak tahun 2014. Tidak tanggung-tanggung, Harry ditempatkan di lapas narkotika Karang Inten, Kalimantan Selatan. Bagi masyarakat awam, lapas narkotika sering dianggap mengerikan. "Ternyata setelah saya berada di sini, warga binaannya sangat ramat, sopan dan tertib," tutur pria berusia 21 tahun ini.

Harry mengaku tetap waspada di dalam pekerjaannya meskipun warga binaan terlihat tenang. "Kami tetap diminta tetap fokus, tetap waspada dan tetap pintar dengan situasi lapas," jelasnya.

Sunday, March 27, 2016

Nysa Devgan Ikuti Jejak Sang Ibu, Kajol



Nysa Devgan merupakan  putri pasangan bintang Bollywood Kajol dan Ajay Devgan. Gadis manis ini  lahir pada 20 April 2003. Ajay memberinya nama  Nysa yang berarti Dewi kemurnian. Nysa banyak sekali kesamaan dengan sang Ibu, salah satunya adalah suka membaca buku. Tak heran jika dia memakain kacama sejak masih kecil.

Kajol mengaku sebagi ibu yang sangat ketat dalam mendidik kedisiplinan Nysa. Kajol mengatakan, "Saya sangat ketat dengan anak-anak saya. Dan saya juga menjelaskan kepada Nysa,  saya harus lebih keras kepadanya. Saya harus mengajarkan hal-hal tertentu karena jika saya tidak mengajarkan, akan ada orang lain  yang akan mengajarkan hal yang tidak-tidak  kepadanyaa.. Saya harus memberitahu hal-hal yang salah di dunia ini. Seya selalu menanamkan  nilai-nilai kebaikan kepadanya."



Ajay  merupakan ayah yang penuh kasih.  Ajay senantiasa mengajarkan Nysa  berpikir dari setiap sisi dari sebuah situasi. Ajay jarang sekali menegur kesalahan Nysa di hadapan orang lain, seperti halnya Kajol.

Nysa saat ini mulai  seibuk mengerjakan sebuah film pendek, yang merupakan bagian dari tugas sekolahnya. Dia cukup bersemangat tentang hal itu karena ia akan bekerja dengan teman-teman dekat. Seperti semua orang tua bangga, Ajay dan Kajol juga sangat senang begitu mengetahui Nysa punya ketertarikan ke dunia film.

"Kami tidak pernah memaksa dia menjadi orang film. Kami ingin semua datang dari dirinya sendiri," ucap Kajol.

Penyanyi Reza Harlevi Ciptakan Lagu Tentang Haters



Memasuki blantika musik Indonesia, tak hanya cukup dengan modal suara bagus. Kesiapan mental juga penting. Terutama menghadapi aneka bentuk bullying dari haters. Itulah yang dirasakan pemilik mini album 'Ambibius', Reza Harlevi.

Revi, begitu panggilan pria ini, beberapa kali mendapat bullying secara nonverbal di media sosial. "Awalnya, aku nggak tahu punya haters yang entah datang dari mana. Pada saat awal, aku sempat down. Tapi lama-lama aku menganggapnya sebagai risiko pekerjaan, Ya, paling banyak memang di media sosial sih.  Sekarang, aku nggak pernah tanggapi karena cuma itulah satu-satunya cara menghadapi para haters," ucap pelantung single 'Terpesona' ini.

Cowok kelahiran Jakarta 31 Oktober 1992 ini malah menganggap haters sebagai penggemarnya dalam bentuk lain. "Haters itu bilangnya aja nggak suka. Tapi mereka masih mau stalking abis-abisan di internet. Mau mengomentari segala hal yang aku lakukan. Jadi sebenarnya dia malah lebih dari fans. Jadi ya, terima kasih buat mereka karena sudah kasih komentar," ujar Revi yang sudah menekuni dunia tarik suara sejak usia enam tahun.




Ketimbang mengurus haters, Revi lebih berkonsetrasi mengurus mini album keduanya bertajuk 'Secrets' yang tengah digodoknya. Spesial tetntang mini album keduanya ini, Revi memberi bocoran tema lagu-lagunya. "Pastinya sih lagunya lebih menyentuh. Ada juga tentang motivasi. Hampir semua pengalaman pribadi aku. Bahkan aku bikin lagu juga buat haters aku," tawa penyanyi yang mengaku juga senang berakting dan pernah mencicipi dunia FTV ini.






Tuesday, March 22, 2016

Mirip Al Ghazali, Foto PNS Ganteng Ini Sering Dibajak



Jangan kaget jika datang ke kantor Kelurahan Melayu di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melihat sosok seorang berseragam pegawai negeri sipil (PNS) sedang diajak selfie warga . Pasalnya, pria berpangkat Penata Muda TK.1 (III/b) itu punya paras tampan. Bahkan ada yang menyebutnya mirip bintang muda Al Ghazali.

"Orang-orang saja yang menilai saya mirip Al Ghazali. Mungkin karena angle pengambilan fotonya saja jadi dibilang mirip," tutur Reddy Wahyu Nugraha, warga Kota Muarateweh, Kalimantan Tengah ini.

Reddy mengaku hal tersebut memang gara-gara fotonya menyebar luas di media sosial. "Akibatnya kalau masyarakat ketemu, ada yang suka mengajak selfie. bahkan teman-teman sendiri juga begitu," kata cowok yang mengaku tak sebarapa ngefans dengan Al Ghazali.

Mantan vokalis Band Khatulistiwa ini mengaku tak begitu tahu foto-fotonya menyebar luas di media sosial hingga terkenal di kalangan pengguna media sosial. "Saya sendiri nggak tahu bagaimana bisa sampai sejauh itu," kata penggemar motor klasik ini.

Beberapa fotonya bahkan ada yang dibajak dan dipakai penipuan oleh akun palsu. "Saya tidak suka dengan adanya pembajakan foto. Tapi pencegahannya susah. Pernah saya ditelepon, katanya mau nagih uang. Saya jelaskan dengan perlahan hingga jelas bahwa dirinya ditipu. Rata-rata yang tertipu tidak pernah bertemu saya sama sekali," imbuh penyuka kuliner tahu gejrot dan soto ayam ini.



Reddy yang kerap mengantungi gelar juara bersama timnya di kejuaraan bola basket ini juga mengaku tidak ingin memanfaatkan popularitasnya untuk menekuni dunia entertainmen. "Saya terlahir sebagai abdi negara. Sama sekali tidak tertarik dengan dunia entertainment," kata penyuka film-film Hollywood ini.

Rasa cintanya dengan pilihan karirnya sebagai PNS, bisa terlihat saat diminta menceritakan pengalaman pertamanya bekerja. "Pengalaman menjadi PNS itu menarik sekali. Selain jadi tahu cara menyampiakan pelayanan terbaik kepada masyarakat, juga berusaha mengupayakan inovasi dengan anggaran seadanya  demi yang terbaik untuk masyarakat," katanya.

Tentang anggapan buruk PNS, Reddy berusaha menampiknya. "Saya sebagai lulusan IPDN punya bekal lebih dalam urusan kedisiplinan serta sopan santun dalam pelaksanaan kerja. Tidak semua kinerja PNS itu buruk," tandas pria yang akan menikahi gadis pujaan hatinya di tahun ini. Wah, siap-siap saja penggemarnya patah hati.

Sunday, March 20, 2016

Mencicipi Lezatnya Nasi Pecel Gumilang di Jogja




Pagi itu saya menapaki Jalan Laksda Adisucipto KM6,5, Yogyakarta,  dengan perut lapar belum sarapan. Tujuan saya Eastparc Hotel sudah di depan mata. Tapi sebuah kedai pecel dengan sejumlah motor dan mobil yang parkir di depannya membuat arah langkah saya berubah.

Saya menghampiri kedai Pecel Pincuk Gumilang itu, dan ternyata di dalamnya lumayan ramai. Mungkin sekitar 12 orang sedang asyik makan di kedai yang tak seberapa luas. Seorang ibu duduk di jongko melayani sejumlah pembeli, baik yang dibawa pulang maupun makan di tempat.

Saya harus bersabar menunggu sekitar sepuluh menit karena rata-rata yang membeli untuk dibawa pulang minimal memesan tiga bungkus. Bayangkan jika satu pesanan menghabiskan waktu 1,5 menit saja.

Waktu sepuluh menit saya pakai untuk melihat pesanan sejumlah pembeli. Akhirnya saya tahu lauk untuk teman pecalnya. Ketika saya iliran ditanya, saya pesan nasi pecal ditambah telur dadar dan empal.

Ibu yang melayani dengan cekatan memenuhi pesanan saya. Manakan disajikan di atas tatakan anyaman bambu dan beralas daun pisang. Suka sekali dengan penyajian yang tradisional ini. Begitu terhidang, saya langsung menyantapnya.

Saya merasa bagian yang terenak dari nasi pecel ini adalah bumbu pecelnya.  Selain itu empal dan peyeknya juga melengkapi kelezatan kuliner ini. Pembeli juga bisa memilih minuman di sini, tapi saya pilih teh manis dingin saja.

Pak Wawan, 49 tahun, pemilik kedai ini mengaku sudah membuka usahanya hampir enam tahun. Setiap hari dia membuka kedainya mulai pukul enam pagi hingga duabelas siang. “Rata-rata pembeli di sini sudah umur duapuluhlima tahun ke atas. Jarang anak muda mampir.  Kecuali yang mengantar atau diajak orangtuanya,” kata Pak wawan.

Dalam sehari Pak Wawan mampu menjual hingga 200-250 porsi dengan harga perporsi tergantung pesanan. Porsi saya yang lebih dari komplet termasuk es teh manis dihargai Rp20.000. Silakan hitung omsetnya setiap hari.

Jika melihat Pak Wawan selalu menyapa ramah pelanggan yang turun dari mobil, motor maupun jalan kaki, tampak rata-rata sudah dikenalnya. “Kebanyakan yang datang ke sini memang pelanggan sejak bertahun-tahun,” jelasnya.

Pak Wawan mengungkapkan rahasia kelezatan nasi pecelnya. “Rahasianya, bumbunya kami buat sendiri. Bumbunya memang ala Blitar, tapi sudah disesuaikan dengan lidah orang Jogja. Sebab kalau bumbu asli Blitar itu pedas sekali, dan orang Jogja kurang suka,” tandasnya.

Tuesday, March 15, 2016

Siswa SMA Ini Temukan Bahan Bakar dari Limbah




Semangat Haidir Tamimi patut ditiru. Beberapa kali kalah dalam lomba penelitian ilmiah, dia tak lantas menyerah.  Terakhir, dia menyabet juara lomba peneiltian tingkat nasional berkat limbah kayu gelam.

“Sempat hampir putus asa juga karena kalah. Sampai kemudian ada selembar surat undangan ikut lompa peneltitian lagi. Mulanya saya bingung karena nggak bisa sembarangan kalau ikut lomba penelitianimiah,” kata siswa kelas XII SMAN 3 Palembang, Sumatera Selatan ini.

Sembari memikirkan tema penelitian, Haidir memerhatikan pembangunan mushola di sekolahnya. “Saya lihat banyak kayu gelam yang berserakan tak terpakai. Saya  piker, kenapa ini tidak dimanfaatkan? Paling tidak jangan sampai mengotori lingkungan,” tutur pria kelahiran Palembang, 1 Mei 1998 ini.

“Saya hubungkan dengan tema lomba penilitian  tentang inovasi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan. Saya langsung teringat pernah ikut forum penelitian dan salah satu narasumbernya membuat briket dari sampah daun daun. Penelitian itu  berhasil mendapat penghargaan dari Jepang.Saya kembali berpikir, kenapa limbah kayu gelam ini tidak digunakan,” tutur remaja yang pernah menjadi juara pertama menulis syair tingkat nasional Akademi  Remaja Kreatif Indonesia 2015.




Haidir lantas berkonsultasi engan pembimbingnya di  ekskul penelitian. “ saya juga mencari literatur tentang briket dan cara membuatnya.  Ternyata membuatnya susah  karena harus mengulang berkali kali. Sudah beberapa kali gagal, dan alhamdulillah akhirnya berhasil,” ungkapnya sambil tersenyum senang.

Pihak Sekolah  kemudian  mendukung penuh penelitian Haidir   untuk diajukan ke  lomba tingkat nasional di Pekanbaru, Riau. “Alhamdulillah, akhirnya saya bisa  mendapat juara pertama. Oh iya, lomba diwajibkan untuk membuat  tim.  Jadi aku satu tim sama adik kelas,” tambah Haidir.

Hasil penelitian Haidir  membuktikan bahwa briket kayu gelam bisa menjadi salah satu solusi energi bahan bakar yang dapat diperbarukan. Sungguh keren.


Haidir membagi tips agar bisa banyak prestasi seperti dirinya. “Banyak-banyak  cari info lomba. Ikuti semua.  Jangan minder walaupun pertama kali ikut lomba tersebut.  Terus banyak berdoa dan minta restu sama orangtua,” paparnya.

Monday, March 14, 2016

Omset Bisnis Online Briptu Arlyta, Diatas Gajinya Sebagai Polwan




Menjadi polwan sudah menjadi profesi impian  Arlyta Wulandary  Dimu sejak kecil. Justru tak disangka-sangka setelah menjadi polwan pada September 2011,  wanita berpangkat briptu ini menemukan profesi lain yang tak kalah menariknya, yakni berbisnis melalui internet.

"Saya memulainya ketika masih berpangkat bripda. Saat itu saya membaca peluang  perlengkapan Polri dan TNI akan terus dibutukan orang selama Polri dan TNI tetap berdiri. Setidaknya sampai limapuh tahun ke depan," ungkap anggota Buser di Reskrim Polres Kupang Kota, Polda Nusa Tenggara Tmur ini.

Briptu Arlyta tak begitu banyak membutuhkan modal di awal. "Cukup membuka nomor rekening baru dan memiliki ponsel sebagai modal awal," sambungnya. Barang-barang dagangannya sendiri bisa dilihat di akun instagramnya @arlytadimu. Isinya, mulai adri sepatu dinas, sepatu lapanga, pakaian, tas, dan aneka kebutuhan untuk anggota Polri dan TNI. Terkadang produk di luar seragam Polri dan TNI pun dijualnya.

Arlyta mengaku mendahulukan kecepatan dalam pelayanan. "Karena itu yang jadi kepuasaan utama konsumen. Selain itu saya juga harus bersikap santun kepada pelanggan," lanjut wanita yang ingin menruskan bisnisnya ke dunia fashion ini.

Arlyta mengaku pernah mengalami hal tidak menyenangkan dalam berbisnis. "Namanya juga melalui online, jadi faktor kekuatan sinyal jadi penentu utama. Kalau sinyal sedang gangguan, benar-benar tidak menguntngkan buat saya. Pernah juga ponsel saya hilang. Padahal di sana ada data pelangan," ungkap Arlyta.

Sudah memiliki pelanggan ke seluruh Indonesia, Arlyta mengaku mengerjakan bisnisnya di luar jam kerja sebagai polisi. "Malam saya mengumpulkan data dan barang. Paginya saya kirim sebelum dinas. Kadang malamnya juga kalau sempat langsung saya kirimkan," jelas Briptu Arlyta.

Meskipun demikian Arlyta mengaku omset bisnis onlinenya belum mencapai target yang diharapkan. "Walaupun demikian, puji Tuhan penghasilan saya dari bisnis online ini sudah lebih besar dari gaji," tutupnya.