Saturday, September 6, 2014

Habis Traveling, Terbit Tulisan di Media Cetak


Habis jalan-jalan, kalau nggak ditulis di media cetak sayang banget. Ini beberapa tulisan saya hasil jalan-jalan ke beberapa tempat di dalam negeri maupun luar negeri yang berhasil tembus media cetak.


Yang ini tulisan hasil jalan-jalan di museum terbuka Muang Boran, Bangkok. Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat. Tulisan ini terbilang cepat dimuat. Tidak sampai dalam seminggu.

Untuk mengirimnya, cukup ketika tulisan dalam 2-3 halaman. Kemudian sertakan foto sekitar 2-3 buah dengan resolusi minimal 2 MB.  Send by e-mail ke redaksinya.







Ada lagi tulisan hasil jalan-jalan diundang sama PT Newmont. Ceritanya sih nulis tentang Pantai Maluk yang keren itu. Dimuat setelah dikirim tiga hari sebelumnya. Fotonya cantik ya? Itu sebabnya, mungkin, dimuat fotonya lebih besar dari biasanya.
Untuk tulisan pariwisata, kualitas foto kerap menjadi pertimbangan utama. Maka jangan asal-asalan kalau sedang traveling. Kan bisa buat foto tulisan di media cetak kelak.






Masih oleh-oleh dari Bangkok, saya juga nulis tentang Masjid Jawa yang beken itu. Nggak keren sebagai muslim kalo nggak singgah di sana. Tulisan ini dimuat juga di Harian Umum Pikiran Rakyat. Sebenarnya banyak sekali yang bisa ditulis di Bangkok lho.Yang uniknya aja dulu deh. Kan nggak enak juga sama redaksinya kalau nulis tentang Bangkok melulu. Memangnya ini Bangkok Post.






Nah, kali ini dimuat di majalah ANNISA. Ini jalan-jalan saya waktu ke Milan. Tau sendiri kan Milan itu kota mode. Jadi saya nulis khusus tentang tempat-tempat belanja di Milan. Apalagi medianya kan majalah khusus wanita muslim. Seru lah pokoknya. Beruntung saya sempat jalan-jalan di Milan hingga ke pusat perbelanjaannya.

Saya menulis feature ini karena mendapat order langsung dari Redpel majalahnya. Jadi, garansi dimuat sudah pasti. Hal ini dikarenakan Redpel majalah tersebut tahu persis kualitas tulisan saya.







Barangkali, karena lebih mudah memantaunya, tulisan saya lebih banyak dikirim dan dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat. Termasuk tulisan tentang Pulau Kelor yang saat itu memang sedang heboh gara-gara ada artis nikah dan nyampah. Eh, tapi saya tetap kok mencoba menulis untuk banyak media.






Tulisan tentang Frankfurt ini saya tulis setelah saya ke Frankfurt Book Fair. Lalu saya dipesan oleh Repel majalah Noor dan tak lama kemudian dimuat. Senang banget ketika lihat hasil foto saya terpampang 2 halaman lho. Beerarti foto saya keren kan? :)







Kalau yang ini tulisan dimuat di Harian Umum Republika. Ceritanya dari Fankfurt kan saya jalan-jalan ke Brussel. Dan saya ingin membagai pengalaman pertama saya di Brussel.

Pemuatan di rubrik Leisure ini terbilang lama. Pasalnya yang mengirim banyak sekali. Dan kebanyakan memang tentang luar negeri. Jadinya ketat deh persaingan. Tapi saya nggak pernah nyerah.
Dan nulis di Harian Umum Republika nggak juga harus sok-sok traveling ke luar negeri. Saya pernah menulis tentang wisata di kawasan Ciburial, Bandung. Dimuat dengan sukses. Yang penting menurut saya, tetap foto kita harus indah, serta tentu saja tulisan yang memikat. kalo bisa kita punya gaya menulis yang unik serta bidikan yang berbeda setiap menulis.





Cuman, memang untuk beberapa media tulisan tentang jalan-jalan di luar negeri lebih menarik perhatian mereka. Nah, ini contohnya adalah tulisan tentang suasana pameran buku di Bologna, Italia. Tulisan ini diorder dan cepat sekali dimuat di Majalah NOOR. Mungkin karena jarang orang yang menulis traveling dari sisi yang berbeda. karena saya orang bvuku. Ya nulisnya tentang buku dong.

Dan biasanya saya sudah merencanakan dengan matang berapa banyak tulisan yang akan saya buat dalam sebuah perjalanan. Minimal satu lah.


Seperti ketika ke Italia. Saya datang ke tiga kota, yakni Milan, Bologna dan venesia. Ketiganya jadi satu tulisan. Termasuk venesia. Ya, walau sudah banyak yang menulis tentang Venesia. tapi tetap saja ada yang mau memuatnya, kok.

Bahkan ada kalanya dengan satu obyek, kita bisa menulis untuk banyak media. selama cerita dan fotonya berbeda. Bukan masalah.

Nah, ada yang masih tidak tertarik menulis travelingnya ke media cetak? Kita mulai yuk







Jangan ragu. Ayo tulis travelingmu dan kirim ke media cetak.


Foto-foto: dokumen pribadi

1 comment:

  1. Halo, kalau boleh tahh, cara mengirin tulisan kita ke medianya bagaimana ya? Thks

    ReplyDelete