Monday, April 18, 2016

Bersujud di Masjid Jami Pontianak





Traveling ke pelbagai kota di Indonesia kurang afdol jika tak mencapai masjid bersejarah di dalamnya. Hal itu saya lakukan ketika ke Pontianak, Kalimantan Barat. Mengunjungi Masjid Jami atau lebih dikenal dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman sungguh melengkapi perjalanan saya di Kota Khatulistiwa ini.

Jaraknya dairi Istana Kdriyah tak begitu jauh. Dari pertigaan, istana harus belok ke kiri, sedangkan masjid tua ini berjalan ke kanan. Saya harus melewati jembatan anak Sungai Landak. Sesaat saya terpesona dengan jajaran perahu kecil yang tertambat di pinggiran sungai.



Melewati jembatan, masjid sudah terlihat. Begitu pula Sungai Kapuas nan ramai.Sempat tergoda untuk menuju pinggira Kapuas, tapi suara azan ashar berkumandang. Saya pun masuk ke masjid yang sebagian besar materinya adalah kayu belian. Tampak kokoh meskipun bukan dari beton. Jejak sejarah pun masih tampak, tak seperti masjid-masjid lama yang begitu direnovasi tak menyisakan bekas sejarahnya sama sekali.



Inisiatif majid ini sama dengan pendiri Kota Pontianak, yakni Syarif Abdurrahman Alkadrie, keturunan Arab, anak Al Habib Husein, penyebar agama Islam dari Jawa. Al Habib Husein datang ke Kerajaan Matan pada 1733 Masehi. Al Habib menikahiputri Raja Matan (kini Kabupaten Ketapang) Sultan Kamaludin, bernama Nyai Tua. Dari pernikahan tersebut kemudian lahirlah Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang meneruskan jejak ayahnya menyiarkan agama Islam.

Syarif Abdurrahman bersafari dari Mempawah  menyusuri sungai Kapuas. Rombongan Abdurrahman sampai di muara persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak pada 23 Oktober 1771. Kemudian mereka  membuka  hutan di dekat muara itu untuk dijadikan daerah permukiman baru. Abdurrahman mendirikan sebuah kerajaan baru Pontianak. Ia pun membangun masjid dan istana untuk sultan.





Saya menaiki lantai masjid setinggi setengah meter dari tanah. Konon, dulu tingginya mencapai dua meter. Dan kolongnya saat ini sudah dicor agar masjid tidak terus turun ke tanah. Saat masuk ke dalam masjid suasana sejuk terasa karena dinding masjid kebanyakan adalah jendela-jendela yang bisa dibuka. 


Saya melihat pilar-pilar dengan diameter sekitar setengah meter. Tampak agung. Saat menuju ke tempat wudlu, barulah saya merasakan kembali suasana modern. Kembali masuk ke masjid lagi, saya merasa terlempar ke masa lalu kembali.

Sepintas saya melihat mimbar masjid yang seperti bagian geladak kapal. Unik juga. Dan saya pun ikut bersujud dengan jamaah lainnya, menunaikan shalat ashar berjamaah. Berdebar rasanya saat sujud karena membayangkan rasanya shalat di masjid ini pada masa lampau. Seusai shalat saya merasa lebih tenang dan bahagia. Akhirnya, bisa juga bersujud di masjid yang bersejarah ini.


Sunday, April 17, 2016

Jupe Mendapat Dukungan Polisi dan Tentara Ganteng




Aktris dan penyanyi dangdut Julia Perez  telah membuka diri kepada publik bahwa dirinya adalah survivor kanker. Namun demikian, pelantun Belah Duren ini selalu tampak tegar dalam kehidupan sehari-harinya. Bahkan dia rela membotaki rambutnya demi sesama survivor kanker.

Julia Perez senantiasa ramah di akun media sosialnya. Sehingga tak heran hidupnya sebagai survivor kanker juga mengundang simpati teman-teman di media sosial. Beberapa di antaranya datang dari polisi dan tentara ganteng. Mereka membuat postingan di akun Instagram dengan menyanyi untuk memberi dukungan kepada Julia Perez.

Apa motivasi polisi dan tentara ganteng ini sampai memberikan dukungan untuk Julia Perez.

Anto Cepi



Prajurit TNI AU berpangkat kopda ini adalah juga seorang pencipta lagu dan vokalis. Tidak heran jika Anto Cepi memberi dukungan kepada Julia Perez dalam sebuah lagu yang digubahnya sendiri.

"Saya hanya ingin memberi support saja lewat lagu. Siapapun saya suport kok. Apalagi   Mamita (panggilan Jupe di media sosial) orangnya baik kenapa kita tidak memberi suport untuknya," kata Anto Cepi.

Postingan Anto Cepi pun akhirnya direpost di akun Instagram Julia Perez.


Mustafa Habibi





Tentara berpangkat serda ini juga memposting nyanyian di Instagram untuk mendukung Jupe.

"Motivasi saya  hanya memberi semangat buat mamita Julia Perez yang begitu banyak permasalahan yang dihadapi tapi masih bisa memikirkan orang lain.  Terutama kepada sesama survivor yang merasa putus asa. Mamita memberikan semangat dengan memangkas habis rambutnya sampai botak. Rambut itu mahkota perempuan tapi dengan hebatnya dan untuk memberi motivasi ke  sesama  survivor, mamita berani memangkas rambutnya, Saya salut sampai akhirnya lagu ini tercipta," ujar Habibi.

Mohammad Fadjri



Fadjri memposting nyanyiannya berasama polisi bernama Reyco Basiru di akun instagramnya.

"Untuk menyemangati agar Kak Jupe jangan patah semangat dan lebih semangat lagi, karena vonis kanker tidak membuat dunia kiamat. Siapa pun tidak akan pernah mau mengalami ini. Apa yang kita alami adalah sebuah anugrah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Meskipun kanker dapat disembuhkan, tapi banyak orang yang panik dan shock ketika vonis kanker itu datang padanya. Berserah bukan berarti menyerah, yakin dan percaya InsyaAllah akan indah pada waktunya. Karena jalan hidup kita sudah diatur oleh Allah Swt.," tandas polisi berpangkat bripda ini.


Rendi Bayu Widodo





Polisi berpangkat brigadir ini melantunkan sebuah lagu yang diharapkan bisa menambah semangat Julia Perez lewat Instagramnya.

"Jupe adalah salah satu satu dari sekian banyak artis yang menginspirasi. Perjalanan karirnya terus meningkat dan banyak yang menukainya. Katika tahu dia seorang survivor kanker, jujur saya berempati. Tapi melihat dia selalu bahagia dan tegar, saya jadi tersentuh. Ya, ketika kita merasa susah, ingalah orang-orang seperti Jupe," kata polisi yang bertugas di Divisi Humas Mabes Polri ini.


Semoga Julia Perez tetap semangat ya, karena begitu banyak yang mendukungnya.

Sembilan Penyelamat saat Tanggal Tua Tiba



Banyak cerita tentang kehebohan di tanggal tua.  Sehingga banyak orang memiliki kisah tanggal tuaku. Saya sebagai seorang ayah sekaligus suami yang bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji bulanan pun mengalami hal serupa. Biasanya sindrom tanggal tua ini mulai terjangkit pada tanggal 20 atau seminggu sebelum gajian.

Tentu saja saya sudah mengantisipasi dengan berbagai cara, mulai dari hidup hemat hingga menabung. Tapi tetap saja kebutuhan hidup keluarga sepertinya terus melambung, dan terkadang harus banyak akal mengatasinya agar masih bisa belanja kebutuhan hidup, makan enak, dan kuota Internet penuh buat ngeblog dan media sosial.


Selain sebagai karyawan, saya juga seorang blogger profesional yang sebisa mungkin mendapatkan pendapat finansial dari kegiatan ngeblog. Kerap kali aktivitas sebagai blogger bisa menolong saya melewati jerat tanggal tua.


Kisah Tanggal Tuaku


Uang Nyelip

Saat memiliki uang lebih maupun cukup, terkadang kita kurang begitu apik menyimpan uang. Begitu pula saya. Terkadang karena terburu-buru menyelipkannya di sembarang tempat. Nah, biasanya saat tanggal tua saya melacak tas, rak buku, laci meja, dan lainnya.  Walau terkadang lembaran uang yang ditemukan tidak seberapa, tapi benar-benar seperti menemukan harta karun

Koin

Saya menyimpan recehan di fish bowl agar
lebih mudah kalau perlu saat tanggal tua.
(Foto: Benny rhamdani)


Sisa uang kembalian belanja di minimarket dan parkir biasanya berupa uang logam alias koin. Karena seperti kurang bernilai di saat lembaran kertas di dompet masih ada, biasanya digeletakkan begitu saja di kompartemen mobil, laci meja, dan sebagainya.

Saat tanggal tua tiba, koin tersebut bisa menjadi penyelamat jika dikumpulkan. Bahkan terkadang nilainya bisa untuk beli makan siang. Walaupun terkadang untuk membayarnya agak gengsi juga. Jadi disiasati saja dengan mencampur bersama uang kertas.


Jual Barang

Sebenarnya saya kurang pandai dalam menjual barang. Tapi kalau sudah kepepet mau nggak mau harus melakoninya. Biasanya barang yang saya jual adalah hadiah dari lomba-lomba ngeblog yang tidak terpakai karena sudah punya, seperti ponsel atau kamera. Yang gampang menjualnya.

Saya biasanya menjual ke teman-teman terlebih dahulu, baru kemudian melalui media sosial yang saya miliki. Lantaran butuh uang, kadang saya menjualnya jauh di harga pasar. Yang penting cepat laku. Kadang juga menyesal saat barang itu terjual. Cara menang lomba blognya saja setengah mati.


Jual Back Link

Ini juga ada hubungannya dengan pekerjaan sebagai blogger. Kerap saya berhubungan dengan agen maupun markom untuk mereview atau sekadar titip link do follow. Sebagai blogger saya memiliki standar rate tersendiri.  Sehingga beberapa kali saya menolak penawaran yang jelas di bawah rate saya.

Biasanya di tanggal tua saya malah mencari mitra saya dan mengambil order titip link di blog saya meskipun di bawah rate. Tentu saya bilangnya bukan sedang tanggal tua atau butuh uang, melainkan sedang memberi diskon.

Kasih Diskon Promosi Instagram

Akun instagram saya @bennyrhamdani_ punya follower lebih dari 50 ribu. Beberapa penjual online sering minta promosi di Instagram saya, bahkan personal akun. Soalnya, saya sering juga menulis di blog dari akun Instagram. Makanya rame.

Tentu saja ada promosi, ada biaya. Nggak mahal juga. Biasanya kalau tanggal tua saya obral. Yang penting ada uang masuk ke rekening dan bisa diambil buat makan siang, misalonya.


Memburu Hadiah

Jika sempat, saat tanggal tua saya juga memburu hadiah yang cepat ke luarnya, seperti pulsa, uang cash atau kode voucher belanja di Twitter, Instagram maupun Facebook.  Dapat hadiah tiket nonton juga lumayan.

Manfaatkan Voucher

Masih ingin belanja di tanggal tua?  Saya biasanya memanfaatkan voucher-voucher belanja yang saya punya. Baik off-line maupun on-line seperi di MatahariMalldotcom . Syukur-syukur sedang ada program diskon bareng yang dibutuhkan.

Acara Blogger

Sebab saya blogger, sering diundang acara launching produk, review restoran, atau sekadar kopi darat. Selalu ada acara makan-makannya. Seru kan makan enak gratis di tempat yang bergengsi. Acaranya bisa buat konten blog, makanannya juga bisa direview. Dan biasanya tempat ngumpul blogger ada wifi gratis yang bisa saya maksimalkan seoptimal mungkin saat kuota sudah habis.

Ikut acara blogger yang pastinya ada acara
makan-makan di resto. Bisa makan enak di tanggal tua.
(Foto: Benny Rhamdani)

Pinjaman

Ini terjadi kalau sudah mepet saja sih. Bisa juga karena jumlahnya yang besar. Saya bisa pinjam ke koperasi kantor atau koperasi warga. Prosesnya tidak sulit karena saya selalu melunasi pinjaman sebelumnya dengan baik, serta membayar iuran dengan lancar.

Friday, April 15, 2016

Melipir ke Istana Kuning di Pontianak



Menjelang sore akhirnya saya tiba di  Istana Kadariyah di Pontianak, Kalimantan Barat. Istana berwarna kuning seperti jeruk Pontianak yang dulu pernah terkenal itu.

Setelah melewati gapura dan berjalan beberapa pulu meter akhirnya sampai juga di depan itsana yang merupakan warisan kesultanan Pontianak. Rumah sultan ini  didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada 14 Rejab 1185 H bersamaan 23 Oktober 1771M dan terletak 4 km dari pusat kota dan terletak di Kampong Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. 

Istana kayu ini masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Singahsana, Kaca Pecah Seribu, Al-Quran tulisan tangan dan salasilah keturunan Sultan Pontianak dari sultan pertama, Sultan Sharif Abddurahman Alkadrie hingga kepada sultan kelapan, Sultan Syarif Hamid Alkadrie yang memerintah pada tahun 1945.

Pada bagian depan, tengah,  dan kiri depan istana  saya melihat meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Saya dapat melihat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.






Masih di ruangan yang sama saya juga dapat juga dapat melihat  genta yang dulu kabarnya digunakan sebagai  tanda genting sejenis alarm. Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”.Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan dan arca- arca.

Saat saya bertandang tampak ibu-ibu keturunan kesultanan sedang berlatih marawis. Hal yang biasa mereka lakukan saat mejelang perayaan agama Islam seperti Maulud Nabi.



Menurut saya kondisi istana masih menarik untuk dikunjungi. Dan masih bisa dikembangkan jika ingin lebih menarik lagi. Terutama pembangunan daerah sekitar istana. Jalan masuk menurut saya terbilang sempit. Begitu pula lahan parkir kurang luas. Akan lebih menark lagi jika bangunan di sekitar istana juga dicat agar lebih menarik. Terutama cat warna kuning agar menyerupai seperti istananya. dan terakhir ... tentu saja kalau lingkungan dibuat lebih hijau dan asri akan jauh menarik tempat ini menjadi obyek wisata andalan Pontianak, Kalimantan Barat.




Monday, April 11, 2016

Kekuatan Magis Danau Linow di Tomohon






Bus yang membawa kami dari Minahasa Tenggara menuju ke Manado akhirnya membelok  keluar dari Jalan Raya Tomohon, Sulawesi Utara. Jalan yang dilalui lebih sempit dan naik turun sehingga sedikit was-was melaluinya. Apalagi jika bertemu kendaraan dari arah berlawanan. Tapi rasa itu hilang ketika di ujung jalan melihat sebentuk danau nan indah kehijauan dan sebuah papan nama bertuliskan Danau Linow.




Tujuan kami, rombongan blogger dan fotografer, ke tempat ini sebenarnya adalah untuk memenuhi makan siang yang tertunda. Tapi rasa lapar saya entah ke mana perginya, begitu melihat hamparan danau yang dikelilingi bukit ini. Tampak dua kepulan asap geothermal di kejauhan membuat keindahan danau jadi lebih sempurna. Saya merasa bukan di Indonesia.

Saya kemudian melewati gerbang menuju Resto Dlinow dan menuruni anak tangganya. Sungguh, pandai sekali pemilik resto ini memilih tempat. orang tentu tak akan lagi memikirkan jenis masakannya di tempat seindah ini.

Dari pelataran resto, Danau Linow terlihat lebih cantik lagi. Aroma belerang menyeruak karena lelehannya bisa dilihat di samping kiri resto. Beberapa bebek danau terlihat berenang di dekatnya. Sungguh fantastis unggas-unggas itu bisa berenang diair yang pastinya hangat dan berfosfor. Sesekali bebek-bebek itu memasukkan kepalanya ke dalam air. Rasanya tidak mungkin dia mengambil ikan di kepekatan belerang sisa letusan Gunung Mahawu ratusan tahun silam.








Di seberang danau terlihat rumah kayu yang membuat danau semakin eksotis. Saya merasakan kekuatan magis yang membuat saya jatuh cinta dengan danau ini. Kekuatan magis yang muncul karena keindahan danau. Dan lebih takjub lagi, danau ini bila diperhatikan memiliki  warna air danau berubah-ubah dari biru, hijau, sampai kekuningan.



Kekuatan magis makin terasa ketika melihat kukuhnya Gunung Lokon yang masih aktif. Hamparan hijau pepohonan yang seperti menyimpan banyak misteri.

Teman-teman fotografer dan blogger tak henti mengabadikan keindahan danau. Sampai akhirnya pesanan makan tiba. Kami mulai mengerumuni meja dan menyantap pesanan. Saya perlahan menghabiskan mie cakalang yang lezat. Hangat. Sangat cocok dipindahkan ke perut karena gerimis mulai turun membuat suasana sedikit dingin.

Bagi yang ingin bertandang, usahakanlah ke Manado terlebih dahulu. Dari Manado melalui jalan darat pergilan ke arah Tomohon sekitar 30 km. Karena jalan yang cukup sempit, biasanya ditempuh sekitar satu jam sampai tujuan.




^_^


Sunday, April 10, 2016

Foto Polisi Ganteng Terlelap Bersama Bayinya Bikin Netizen Meleleh



Tugas menjadi seorang polisi tidak bisa dianggap enteng. Apalagi pada saat bersamaan juga sedang merangkap sebagai papa muda yang harus bergantian mengasuh bayi dengan isterinya. Hal ini bisa terlihat dalam sebuah instagram milik seorang polisi bernama Danny Rezada.

Ceritanya, Bripda Danny Rezada yang bertugas sebagai penyidik pembantu di kesatuan reserse narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan harus menjalani piket 1 x 24 jam. Danny harus berjaga dari pukul delapan pagi hingga delapan pagi keesokan harinya. Otomatis dia tidak ebrada di rumah selama sehari semalam.

Tepat ketika saatnya Dany akan pulang ke rumah, dia harus mendapat sprint penyuluhan dari tempatnya bekerja. Danny mau tak mau urung pulang dan menjalankan tugas hingga pukul 13.00. Setelah itu, dia mendapat tugas lain karena ada target operasi sampai pukul tujuh malam.

Berharap bisa langsung, Danny mendapat tugas lagi malamnya untuk operasi tempat hiburan malam. Barulah keesokan paginya, pria ini bisa kembali ke rumah bertemu anak dan isetri tercintanya.

Begitu sampai rumah pukul 12.30, Danny melihat putri tunggalnya yang masih bayi menangis. Sebagai seorang ayah yang kasihan melihat bayinya menangis, dia pun bergerak menggendong bayinya sampai berhenti menangis.



"Saya nggak tega kalau melihat anak menangis. Sebagai bapaknya, walaupun capek, saya pengennya kalau ketemu langsung meluk dan cium bayi saya. Bahkan kalau di tempat kerja, wajah bayi saya selalu teringat terus," ucap Danny Rezada.

Saat Danny berusaha menidurkan bayinya, ternyata bayinya terbagun dan menangis lagi. Akhirnya, Danny berusaha menenangkan bayinya di tempat tidur. Entah siapa yang duluan tertidur, akhirnya ayah dan bayinya sama-sama tertidur lelap. Danny yang belum sempat salin pakian dinasnya rupanya benar-benar letih.

Isteri Danny melihat suami dan bayinya terlelap dalam posisi yang menggemaskan langsung memotretnya dan memosting di Path. Akhirnya foto itu menjadi viral dan banyak entizen juga yang menyukainya.

Danny tak keberatan isterinya memosting foto tersebut. Bahkan ketika Danny memosting di akun instagramnya @danny_rezada , para followersnya pun merasa terenyuh dan memberi komentar positif.

"Saya posting foto itu semoga bisa meninspirasi ayah muda lainnya. Biar sama-sama ingat anak. Setelah apapun kita sebisa mungkin luangkan waktu buat anak. Agar anak merasa disayang orangtuanya," tandas Danny.

Friday, April 8, 2016

Lima Alasan Hotel di Jogja ini Cocok Untuk Blogger



Maret lalu saya diundang mengikuti acara Ngobrol MPR dan Netizen di Jogja. Tepatnya di Hotel Eastparc Jalan Adisucipto. Sebagai blogger, Terus terang saya merasa senang sekali dengan hotelnya. Paling tidak, saya mencatat lima hal yang bikin saya betah dan ingin kembali lagi.

Akses Bandara Adisucipto

Menurut saya yang berangkat dengan penerbangan ke acara tersebut, hotel ini mudah diakses dari Bandara Adisucipto Jogja. Saya bisa naik Trans Jogja langsung dari bandara, walaupun kemudian harus berjalan sedikit.  Naik taksi pun relatif terjangkau.





Teras Mood Booster

Tidur di kamar hotel sih mungkin sudah standar. Tapi nggak semua hotel punya teras yang bisa jadi mood booster. Saya suka teras kamar di hotel ini. Apalagi dengan view sekitar kolam renang yang asri. Sungguh memancing kita untuk berkarya di blog masing-masing. Ditambah lagi jaringan wifi yang kencang sehingga makin menunjang untuk ngeblog.



Kolam Segar

Hotel Eastparc juga memiliki kolam renang ukuran sedang. Nyaman untuk dipakai untuk melakoni olahraga renang.Air kolamnya tidak terlalu pekat kadar kaporitnya. Yang jelas mau beernang jam berapa pun tetap asyik basah-basahin di sini. Buat seorang blogger penting untuk menjaga kesehatan, kan?




Representative Hall

Terkadang membuat acara blogger di ruang hotel terasa tidak nyaman justru karena telalu mewah. Tapi di sini tidak demikian. Hall terasa bersahaja sehingga blogger di saat acara tetap merasa enjoy. Colokan untuk ngecharge pun cukup tersedia karena inilah hal paling penting untuk para pemilik gawai.

Hidangan Terbaik

Yang tidak kalah penting bagi blogger di sebuah hotel adalah retorannya. Fan di sini, restonya menyajikan hidangan terbaik. Baik makanan lokal maupun luar. Saya sendiri senang tersedia pojok jamu di sini.




Thursday, April 7, 2016

Nikmatnya Nasi Kuning Saroja di Manado



Saat di Manado, saya merasa bosan dengan hidangan sarapan hotel. Oleh teman yang tinggal di Manado disarankan untuk mencicipi nasi kuning khas Manado. Untungnya hotel saya menginap dekat dengan sebuah kedai nasi kuning yang legendaris, yakni kedai nasi kuning Saroja.


Sebenarnya di depan hotel tempat saya menginap di Jalan Jendral Sudirman, dapat ditemukan dengan mudah penjual nasi kuning. Tapi saya memilih ke Jalan Diponegoro yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari hotel. Tidak terlalu sulit mencari kedai Saroja. Cukup bergerak ke arah Centrum, lalu belok ke kiri. Atau bertanya, dan semua orang sepertinya tahu letak Saroja.


Saat saya masuk ke warung yang terdiri dari dua ruangan makan, tampak sudah terjadi antrean. Belasan orang juga tampak sedang menikmati nasi kuning maisng-masing. Padahal waktu baru menunjukkan pukul tujuh pagi.

Saya pun segera memesan nasi kuning yang paling khas. Sebenarnya, untuk makan di tempat, nasi kuning dihidangkan di piring biasa. Tapi saya ingin menikmati sensasi nasi kuning yang dibungkus daun lontar atau woka. Padahal ini biasanya untuk dibawa pulang.

Kedai nasi kuning ini berdiri sejak 1977. Pemiliknya bernama Salma Simen, tetapi kedai ini sekarang dikelola oleh anak dan adik kandung Salma.

Peasanan nasi kuning saya dilengkapi irisan ikan cakalang, daging sapi, sambal, dan tak lupa bawang goreng. Dan menu favorit pelanggan kedai ini adalah nasi kuning cakalang, salah satu lauk khas Manado. Tak lupa sebutir telur rebus. Satu porsi nasi kuning saya dihargai Rp20.000.

Buat yang suka bisa memesan perkedel jagung. Perkedel ini dibuat dari pipilan jagung utuh yang dicampur dengan irisan cabai merah. Ada pula kerupuk udang dan kerupuk aci untuk memberi keriuhan saat makan. Saya sebenarnya tertarik dengan lauk rica. Tapi khawatir terjadi sesuatu dengan perut saya, terpaksa saya tahan.

Saya rasa nasi kuningnya cukup nikmat sebagia menu sarapan, terutama bagi yang tidak suka rasa pahang seperti yang biasanya ditemukan di nasi kuning Jawa Barat. Kalau di Jawa Barat rasa rempahnya begitu kaya di nasi kuningnya. Sementara nasi kuning Manado, kekuatannya justru ada di lauknya.

Menurut Bu Yani yang melayani, kedainya buka sampai pukul sembilan malam. Puncak keramaian  saat jam makan siang. Terus terang, bagi pengelana muslim, tentu merasa aman ke kedai ini. Sebab di Manado banyak kuliner yang tidak bisa dikonsumsi umat muslim.

Warung Nasi Kuning Saroja ini juga pernah mengukir prestasi sebagai warung nasi yang memenangkan penghargaan MURI  sebagai pembuat nasi kuning terbanyak.

Apakah Anda pernah mencicipinya? Bagaimana menurut Anda?







-------------------------------------------------------------------------------
Silakan tinggalkan komentar bagi yang menyukai artikel ini
---------------------------------------------------------------------------------

Wednesday, April 6, 2016

Kisah Cinta Kowad Cantik Ini Bikin Netizen Meleleh


Jodoh memang misterius. Hal ini yang dialami Serda Nining Pertiwi. Kowad cantik yang biasa disapa Ndy ini tak mengira bisa jatuh cinta dengan pria yang mengisenginya melalui BBM. Bahkan kisah cintanya yang dipaparkan di akun instagramnya banyak membuat netizen meleleh.

Saat itu Ndy menerima undangan berteman melalui BBM dari seorang pria yang tak diokenalnya. Pria itu berterima kasih karena perkenalannya diterima. Ndy hanya membalas sepatah kata: Iya.

Keesokan harinya pria itu mengirim pesan lewat BBM lagi. Ndy jadi tertarik memerhatikan profil itu. "Hmm, lumayan ganteng juga," pikir Ndy dalam hati.

Akhirnya, Ndy sering bertukar pesan dengan pria Sangkan Phinandhita Gusti itu.Ndy jadi tahu jika Sangkan baru putus dengan pacarnya. Dia mendapatkan PIN BBM Ndy dari teman lettingnya diam-diam. Sangkan mengaku langsung tertarik dengan foto Ndy danhanya memilih Ndy dari sekian banyak teman BBM di ponsel temannya.





Saat ditanya soal pekerjaan, Sangkan mengaku sebagai mahasiswa tingkat akhir. Sempat Ndy merasa malas melayaninya lagi. Ndy malas berurusan dengan ank kuliah yang masih berondong. Namun Sangkan terus menerus dengan pesan penuh perhatian, seperti: "Sudah makan belum?" atau "Jangan capek-capek ya, Mbak, kerjanya."

Bagi Ndy hal sepele begitu membuatnya senyum-senyum sendiri. Dan Ndy makin meleleh karena Sangkan hobi menyanyi. Suara merdu yang dikumandangkan Sangkan saat bertelepon membuat hati wanita yang dinas di Pusat penerbangan Angkatan Darat ini meleleh.


Sebulan setelah kenalan, Sangkan menyatakan cintanya kepada Ndy lewat BBM. Caranya 'menembak' dengan meminta Ndy mendengarkan lagu Bintang Hidupku dari Ipang. Ditambah pernyataan Sangkan," Walaupun cuma chat doang sama Mbak, aku ngerasa hati aku adem."

Walaupun tahu itu rayuan, Ndy merasa hatinya berbunga dan tiba-tiba mau menerima Sangkan. Tidak terpikir di benaknya mau bertemu atau tidak.

Sampai bulan ketujuh mereka hanya pacaran melalui BBM. Hingga akhirnya Sangkan yang tinggal di Malang, Jawa Timur, minta dijemput di Bandara Soekarno Hatta. Mereka pun bertemu. Lucu Ndy maupun Sangkan tak banyak bicara di dalam taksi.

Di sinilah Sangkan mengaku bahwa dia sesungguhnya baru dilantik jadi perwira TNI ANgkatan Laut. Ndy pun menyadari karena saat bertemu Sangkan terlihat botak dan kulitnya masih hitam.

Sebulan kemudian agkan mengajak Ndy bertemu orangtuanya. Meskipun malu-malu, Ndy memenuhi permintaan kekasihnya itu. Tak dinyana orangtua Sangkan menerimanya dengan penuh kehangatan. Jalan setahun pacaran jarak jauh alias LDR ditempuh dengan suka cita. Kadang Sangkan yang ke Jakarta, atau sebaliknya. Bahkan lebih sering berkomunikasi lewat video call.

Dua tahun pacaran berlangsung, hubungan makin serius. Tiba-tiba ujian datang. Sangkan harus tugas di luar negeri selama lebih dari satu tahun. Ndy sempat membujuk Sangkan agar menolaknya. Tapi kemudian Ndy menyadari, dia semestinya mendukung karir Sangkan. Maka akhirnya dia justru memberi doa sepenuh hati. Hanya tentara yang bisa mengerti tentara lagi, katanya dalam hati.

Ujian memberat karena tiba-tiba hubungan terputus. Komunikasi tidak lancar. Bahkan orang ketiga sempat mapir di kehidupan mereka. Pada bulan ke enam berpisah, tiba-tiba Sangkan kembali ke Indonesia dan mengungkapkan janji setianya kepada Ndy sekali lagi. Ndy terharu ketika di Tanjung Priok Sangkan memintanya menunggu sampai dia pulang dari tugas.

Hubungan membaik. Namun kejutan kembali datang. Sangkan tiba-tiba ingin melamar Ndy. Karuan Ndy bingung karena Sangkan masih tugas di luar negeri. "Biar kita nggak bertengkar lagi dan nggak ada orang ketiga di natara kita," ucap Sangkan.



Sebulan kemudian orangtua Sangkan menemui orangtua Ndy di Makassar, Sulawesi Selatan. Ndy resmi dilamar. Uniknya, karena Sangkan berada di luar negeri, kehadirannya cukup dengan video call. Enam bulan kemudian, Ndy baru resmi dilamar orangtua Sangkan. Tak lama setelah Sangkan berakhir tugas.

Penantian cinta Ndy berakhir dengan aroma musim semi yang bertabur bunga. Prosesi pernikahan pun berjalan lancar.

"Sepanjang menuju pernikahan selalu ada yang membenci hubungan kami, bahkan ingin menggoyahkan. Tapi seberapa kuat gangguan itu, kami berusaha kuat dan tegar membuktikan kekuatan dan kuasaan Tuhan akan cinta yang tulus ini," ungkap Ndy.

Kini Ndy berharap segera dikarunia seorang anak dan berusaha menjaga cintanya kendati masih berumahtangga secara jarak jauh.


Tuesday, April 5, 2016

Tujuh Daya Tarik Pantai Lakban di Sulawesi Utara




Sulawesi Utara memang terkenal dengan pantainya. Sebut saja Bunaken yang hits sejak lama. Tapi beberapa pantai tampak belum dikenal banyak orang. Salah satunya adalah Pantai Lakban yang terletak di Ratatotok, Minahasa Tenggara, 

Setidaknya saya mencatat tujuh daya tarik yang membuat Pantai Lakban sedikit berbeda dengan pantai lainnya. Saran saya, siapkan kamera untuk mengabadikan keindahan Pantai Lakban. Apa saja daya tarik itu?





Pantai Indah dan Tenang



Pantai Lakban jauh dari keramaian kota, sehingga tempatnya terasa nyaman dan sunyi. APalagi jika berkunjung di hari biasa. Karena masih tenang, kita bisa menikmati pantainya dengan nyaman. Segala kegiatan pantai bisa dilaukan di sini. Mulai dari melempar freesbie, main voli, bahkan berenang di airnya yang tenang.


Bukit Harapan



Salah satu titik tujuan yang bisa dicapai di Pantai Lakban adalah Bukit Harapan. Di bukit ini terdapat simbol bulan bintang dan salib melambangkan kerukunan umat beragama di sekitarnya. Mungkin juga kerukuanan umat agama di Sulawesi Utara yang punya moto 'Kita Orang Bersaudara' itu. Untuk mencapainya hatrus menaiki anak tangga cukup curam. Tapi pemandangan dari atas bukit kearah timur dan barat sangat menakjubkan.

Bukit ini merupakan hadiah dari PT Newmont Minahasa Raya yang dulu beroperasi di kawasan ini. Saat ini, perusahaan tambang tersebut sudah tutup karena habis kontrak karyanya dengan pemerintah Indonesia.


Dua Rumah Ibadah Berdampingan









Untuk melakukan ibadah bagi pengunjung jangan khawatir. Di Pantai Lakban tersedia dua rumah ibadah, yakni Masjid An Namira dan Gereja Masehi Injili yang berdampingan di satu perkarangan.
Dua rumah ibadah juga melambangkan kerukunan umat beraga di kawasan Pantai Lakban.


Naik Bentor


Bosan di pantai? Kita bisa keliling naik bentor yang merupakan kendaraan umum khas setempat. MIntalah menyusurui jalan mulus sepanjang pantai. Bisa juga dipakai berkeliling melihat perkapungan nelayan di ratatotok yang bersih dan tertata rapi.


Kehidupan Nelayan


Ke pantai tanpa melihat sisi kehidupan nelayan rasanya kurang afdol. di Pantai Lakban kita bisa melihat nelayan yang menjaring ikan dari dekat. Bahkan kita bisa menyewa perahu nelayan untuk sekadar mengunjungi pulau-pulau kecil di Pantai Lakban.


Ikan Bakar






Di kampung-kampung nelayan kita akan menemukan para nelayan sedang membakar atau mengasap ikan tangkapan. Kita dapat membeli dari mereka langsung. Tentu akan lebih nikmat jika dimakan bersama nasi dan sambal dabu-dabu. Eit, bukan berarti digado begitu saja tidak enak. Tetap enak kok. Apalagi bagi pecinta kuliner laut.


Sunrise




Pantai Lakban menyajikan pemandangan matahari terbit yang indah. Baik dari sisi pantai maupun dari puncak Bukit Harapan. Syarat untuk menyaksikan sunrise hanya satu, segera menuju ke pantai setelah sahalat subuh.


Nah, untuk transportasi ke Pantai Lakban, silakan menuju ke Manado terlebih dahulu bila dari luar Sulawesi Utara. Setelah itu naik kendaraan lewat darat selama tiga jam.