Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Pages

Featured Posts

Me in Brussel

meet Tintin and Friends

Me in Venice

Meet The Gondola

Me in Frankfurt

Meet Hobbits

Me in Milan

Visit Chatedral

Me in Bologna

Waiting for the bus

Sunday, May 12, 2013

[KELAS] Serunya Bikin Blog Bareng Pembaca Majalah NooR



Selamat datang di Pelatihan Be Smart Blogger

Bada shalat subuh, saya beserta Isteri dan anak sudah harus meninggalkan Bandung pada Sabtu, 4 Mei 2013. Tujuan utama ke Jakarta. Ngapain week-end ke Jakarta? Sementara orang Jakarta malah ke Bandung.  Ya, week-end kali ini saya akan mengajar cara membuat blog (yang menarik) untuk para pembaca majalah Noor yang bertajuk be Smart Blogger. Saya ngajak isteri juga sebagai peserta (dan bayar lho). Anak saya ikut, karena sekalian liburan.

Saya nyupir sendiri ke Jakarta, walau sebenarnya saya bukan driver tangguh untuk perjalanan panjang. Tapi untunglah sessi saya memberi materi bukan pagi hari. Jadi bisa istirahat dulu. Pukul 8 pagi, kami sudah tiba di Arion Swiss Bell Hotel, kemang, Jakarta. Sempat mutar dua kali karena hotelnya terlewat. Sambil istirahat, saya ikutan acara awalnya dulu deh.

Dandan Dulu, Ngeblog Kemudian
Acara dimulai sekitar pukul 9.30 lebih dikit. Mau tahu acara pertama? dandan. Yiay! Jangan heran. Soalnya kan sponsor acara ini dari Sari Ayu MT. So, berdirilah Mbak Dewi, seorang pakar kecantikan, memberi wejangan. Mulai dari profil ibu Martha Tilaar, sejarah berdirinya Sari Ayu, sampai tips-tips dandan. Peserta juga diajak praktik membersihkan dan berdandan lho.

Mbak Dewi ceriwis banget menyampaikan materi ilmu dandan



Saya? Nggaklah. Udah keren kok!

Setelah pelajaran dandan sebanyak 2 SKS, datanglah mantan model beken waktu saya kuliah dulu. Mbak Ratih Sang. Tentunya kali ini nggak bakalan ngajar jalan di catwalk. Mbak Ratih yang piawai menulis puisi ini membaca puisi-puisi dari buku kumpulan pusinya. Sebrnarnya, saya pengen banget pnya buku kumpulan puisinya. Tapi ditahan-tahan deh. So, akhirnya isteri saya memutuskan untuk membeli.

Eh, puisi mbak Ratih keren pisan. Tentang dialog ibu dan anaknya. Cara membacanya juga keren. Langsung kerasa banget menyentuh hati. Cieee. Tapi nggak sampai nangis bombay kok.
Mbak Ratih Sang, keren banget baca puisinya




Beres baca puisi, karena takut diekroyok peserta pelatihan maka diaturlah sessi pemotretan bersama. saya kebagian duduk bederet sama Mbak ratih. Senyum... :)
Sesi potret bareng



Ratu Es Krim Karena Ngeblog

Pemateri pertama adalah Indah Julianti yang sudah beken di lungkungan blogger. Prestasinya setumpuk di dunia perblog-an. bahkan dia sempat diminta mereview satu produk es krim dan dikirim produk es krim sampai kulkasnya penuh.
Indah Juli



Setelah diberi motivasi negblog, peserta diajarkan Indah mulai membuat blog. Seru kan? Soalnya benar-benar diajarin dari awal lho. saya pun ikutan ngebantu deh karena banyak yang benar-benar masih baru bikin blog.

Yang namanya praktik waktu nggak kerasa, akhirnya harus berakhir karena harus ishoma. Sessi pertama pun berakhir. Semua peserta makan siang ala buffet yang menunya mewah banget. Saya aja sampai bingung milihnya. Milih yang mana aman untuk darah tinggi saya.

Benny Rhamdani
Saya menjadi pemateri pada sessi kedua. karena waktu yang singkat, saya lebih menekanakan pada jenis-jenis tulisan di blog yang gayanya bisa ditiru oleh peserta. Setelah itu langsung deh digelar lomba menulis blog. Untuk beberapa blogger senior, tentunya ini paling ditunggu-tunggu. Soalnya, hadiahnya lumayanlah.

Pada ujung acara, tiga pemenang lomba ngeblog diumumkan. yang menakjubkan, para blogger pemula mendapat nomor. Menurut saya mereka memang harus disupport dan diapresiasi. Selamat ya untuk para peserta. Juga para pemenang.  Sampai ketemu dipelatihan ngeblog berikutnya.


(foto2: Khikmatul Azizah)


Wednesday, May 1, 2013

[TIPS] Menulis Cerpen Anak untuk Media Cetak






Cerita pendek memang senantiasa menarik untuk dikonsumsi anak-anak. karena isinya yang variatif, terkadang jalan cerita merupakan refleksi aktualisasi dari anak-anak penikmatnya. Sehingga mereka seolah membaca cerita dunia mereka. Kadang, cerpen juga memberikan solusi atas problema anak-anak yang belum terpecahkan. Karena beragamnya bentuk cerpen di majalah yang ada di Indonesia, berikut saya bagi dalam beberapa jenis (mungkin bisa berkembang):

1. Cerpen Realis

Ini cerpen yang paling banyak ditulis dan menjadi induk bagi ganre jenis cerpen anak  berikutnya. Bercerita soal kehidupan anak-anak sehari-hari. Baik di lingkungan   keluarga, tetangga, pertemanan, sekolah, atau tepat les, tempat liburan, dlll. Cerpen ini mudah dibuat untuk pemula karena formulanya juga bisa dibuat sederhana, yakni : pembukaan, konflik, penyelesaian konflik (biasanya dengan melibatkan tokoh teladan ; guru, ortu, dll).

Misalnya saja Seorang anak yang suka iseng menukar isi tas teman-temannya di kala istirahat, ia kemudian dimusuhi (konflik), tapi ia tetap melakukannya. Sampai kemudian anak-anak mencari tahu binatang yang ditakutinya. Lalu ketika si bandel ini menukar isi tas temannya, tiba-tiba di dalamnya ada kodok. Ia menjerit ketakutan, pucat! Bahkan pingsan. Penyelesaian konflik? Belum. Si guru bisa terlibat menengahi, bahwa menjahili teman ada batasnya, baik bagi si takut kodok maupun teman-temannya. (ssst, cerpen ini belum saya tulis. Jangan dijiplak, ya!)

2. Cerpen misteri/ Detektif-detektifan

Cerpen ini juga digemari,  karena mengundang rasa penasaran. Namun demikian kasus yang dipecahkan bukan sesuatu yang besar, ambil saja misalnya: hilangnya serutan di kelas, pencuri di rumah sebelah, bayangan di malam hari, dll. Karena keterbatasan halaman, pengarang harus memiliki trik untuk mengatur cerpen agar tetap menarik. Umumnya cerpen ini langsung dibuka oleh konflik (kasusnya), kemudian penyidikan, pengungkapan, dan penangkapan si pelaku.

3. Cerpen misteri/horor

Cerpen ini juga menarik minat dan punya kavling khusus di beberapa media anak-anak. Ceritanya kadang agak tidak logis dan berbau mistis. Namun saya tetap beranggapan bahwa cerita misteri jenis ini sebisa mungkin menghindari hal yang berbau klenik dari anak-anak. Pembaca dapat kita giring melalui sudut pandang metafisika yang memiliki penguraian lebih masuk akal, misalnya anak indigo.

4. Cerpen Komedi.

Ini cerpen yang dibumbui cerita-cerita berbau komedi. Kadang terselip unsur fantasi. Jujur saja, saya sendiri agak kesulitan menulis cerpen untuk anak jenis ini. Salah satu yang pernah saya tulis adalah  Princess Kribo. Tentang anak perempuan berambut kribo yang ingin ikut lomba princess-princess-an.

5. Cerpen Futuristik

Cerpen futuristik dari namanya kita bisa tahu bahwa cerpen ini mengambil setting waktu masa depan. Untuk pengenalan teknologi, cerpen-cerpen ini baik sekali untuk dikembangkan. Kendala dalam menggarap cerpen ini adalah cara menuangkan ide-ide teknologi ke dalam bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.

6. Cerpen momentum

ini cerita berhubungan dengan momen tertentu, misalnya cerpen tentang puasa, cerpen lebaran, cerpen agustusan, dll. Untuk jenis ini sebaiknya kita membuat tanda khusus do sudut kanan atas halaman muka cerpen yang dibuat, misalnya “Cerpen Hari Kartini”. Sehingga sang Redaksi bisa segera mengetahui bahwa cerpen kita, cerpen momentum hari Kartini. Jangan mengirim cerpen momentum terlalu mepet. Usahakan paling tidak 6 bulan sebelumnya.


Ada beberapa tips dari saya kalau mau membuat cerpen anak-anak dan mengirimkannya ke media cetak:

1.      Pelajari dulu cerpen-cerpen yang dimuat di majalah yang akan kita kirim. Dengan demikian kita bisa tahu selera pembacanya dan selera redaksinya. Termasuk jumlah halaman yang harus kita buat.

2.      Kirimkanlah beberapa cerpen sekaligus dalam satu amplop jika melalui ekpedisi atau diantar langsung, dengan cerita yang bervariasi, baik seting maupun jenis ceritanya. Tapi bila emlalui e-mail sebaiknya satu kiriman satu cerpen saja.

3.      Jangan pernah menunggu cerpen dimuat, baru mengirim lagi. Antrean cukup panjang. Dan banyak penulis cerpen anak yang bermutu. Jadi, teruslah menulis dan mengirim. Agar redaksi pun tahu bahwa kita benar-benar disiplin dalam menulis cerita anak.

4.      Yakinkan kita punya copy cerpen, karena beberapa kali saya menemukan naskah yang hilang. Sebaiknya kita tuliskan dalam surat pengantar, bila dalam setahun cerpen kita tak ada kabar, maka kita akan mencabut cerpen tersebut. Selanjutnya bisa kita lempar ke media cetak lainnya. Tapi belakangan antrean dimuat di media cetak pun bisa setahun lebih.

5.      Ikutilah lomba-lomba penulisan yang diselenggarakan media cetak tersebut tersebut, karena membuka peluang nama kita dikenal oleh Redaksi.

6.      Tetap semangaaaaat!

(Penulis beberapa kali memenangkan lomba cerpen di majalah Bobo. Karyanya sudah dimuat di media cetak anak seperti majalah Bobo, Kawanku, Tomtom, Ananda, siaga, Kompas Anak, Suara pembaruan minggu. dll)

[TIPS] Menulis Dongeng Untuk Anak





Di awal saya menulis, mengarang dongeng bukanlah pekerjaan gampang. Beberapa kali naskah dongeng yang saya buat, batal saya kirimkan ke majalah. Saya pikir, kok karya saya tidak sefantastis dongeng-dongeng karya penulis lain. Kemudian, saya memilah-milah sendiri bentuk-bentuk dongeng yang dipublikasikan, yakni:

Dongeng Asal-usul

Ini bentuk dongeng yang sejak kecil saya suka. Di Indonesia, dongeng seperti ini banyak sekali. Mulai dari Sangkuriang, Dana Toba, Malin Kundang, rasanya hampir semua dongeng di Indonesia berlatar asal-usul, entah itu suatu benda, tempat atau suatu nama. Oh, iya saya juga pernah membuat sendiri dongeng asal-usul ini. Judulnya Nyi Koneng, tentang asal-usul tanaman kunyit yang banyak manfaat itu, dengan setting tanah pasundan.

Fairy Tale

Ini dongeng dengan kisah peri di dalamnya. Bagi yang pernah bisa membaca Cinderella, pasti bisa memilah mana dongeng yang bergenre seperti ini. Saya menyebutnya sebagai dongeng keajaiban. Soalnya di sini segala keajaiban bisa saja terjadi. Kadang negeri yang dilukiskan bisa dibuat sendiri oleh pengarangnya. Ya, di dongeng memang segala hal bisa dibuat tanpa memikirkan logika. Maklum, kata Khahlil Gibran: fantasi anak-anak tidak memiliki batas. Mereka bisa berimajinasi kemana saja dia suka. Nah, bangga kan kalo sebagai pengarang justru bisa menggiring imajinasi anak-anak yang liar itu. Nama-nama pengarang jenis dongeng ini adalah HC Andersen dan Grim Bersaudara.

Fabel

Yang ini dongeng dengan tokoh-tokoh binatang. Dongeng jenis ini memang jauh lebih menarik kalau dalam bentuk cergam. Banyak gambarnya. Maklum, misi tersembunyi dalam fabel sebenarnya adalah mendekatkan anak-anak pada dunia satwa.Saya hanya beberapa kali membuat cerita Fabel ini. Satu dongeng yang pernah dipublikasikan berjudul Kodi dan Komal, tentang dua ekor katak bersaudara yang punya sifat bertentangan. Untuk jenis cerita ini .Walt Disney nggak ada saingannya dan tentu saja AESOP.

Dongeng Kontemporer

Dongeng jenis ini merupakan perpaduan cerpen ( baca: cerita realita) dengan keajaiban. Salah satu karya yang spektakuler pernah saya baca adalah Pipi si Kaus kaki panjang. Banyak menginspirasi saya menulis. Salah satu tulisan yang pernah saya buat berjudul : Prita dan pohon kenari. Cerita tentang persahabatan Prita dengan pohon kenari yang akan ditebang dari sebuah taman.

Tentu saja ada jenis dongeng lainnya …

Di Indonesia ada Babad, kisah-kisah Panji. Beberapa juga menyebut mythos-mythos Yunani/Roma itu berupa dongeng.

Tips ringan membuat dongeng:
  1. Tentukan dulu jenis dongeng yang ingin dibuat.

  2. Pikirkan setting waktu dan tempat.  Untuk meramaikan dunia dongeng Indonesia, saya sarankan untuk mengambil setting di Indonesia. Dengan latar budaya di Indonesia yang jumlahnya banyak ini..

  3. Baru buat jalan cerita. Keajaiban yang ingin ditonjolkan (tapi gak selalu harus ada keajaiabn). O, iya buat beberapa penulis baru perhatikan EYD. Tanda Baca apalagi. Di toko buku, buku pedoman EYD ada yang murah kok.



    (Penulis pernah menjuarai lomba menulis dongeng majalah BOBO dan menerbitkan beberapa buku dongeng untuk anak))

Monday, April 22, 2013

Neilson Hays Library: Perpustakaan Tanda Cinta

Neilson Hays Library yang Nyaman.

Jika di India ada Taj Mahal sebagai tanda cinta Shah Jahan atas wafatnya sang isteri tercinta Mumtaz Mahal, lain lagi dengan di Bangkok, Thailand.  Pria berkulit putih Heywood Hays membangun sebuah perpustakaan atas kepergian isterinya karena Kolera.

Bangunan itu sangat mudah dicapai  karena berdekatan dengan stasiun MRT  Silom atau  stasiun BTS Saladang.  Cukup berjalan kaki melewati gedung-gedung bertingkat sampailah di salah satu tempat yang teduh di Sarawong Road. Jika melihat sebuah bangunan bergaya Neo-klasik, itulah Neilson Hays Library.

Berawal ketika  pada  1869 sekumpulan wanita  kulit putih yang senang membaca buku membentuk  The Bangkok Ladies Library Association.  Kemudian. Bergabunglah seorang missionari bernama  Jennie Neilson pada 1881. Dia senang dengan klab buku tersebut karena bisa saling menukar buku dan diakusi buku.
Lambang Cinta.

Jennie menikah dengan Dr Thomas Heywood Hays yang begitu mendukung kegiatannya membuat perpustakaan. Sayangnya Jennie meninggal tiba-tiba pada tahun 1920 – diduga  akibat kolera.  Dr Hays  pun membangun sebuah gadung perpustakaan baru sebagai tanda cinta untuk isterinya.


Perpustakaan baru  dibuka pada  26 Juni 1922. Dirancang oleh arsitek Italia Mario Tamagno,  bangunan baru menampilkan kekayaan fitur klasik seperti plesteran bermotif dan lantai kayu jati. Fokus arsitekturnya  adalah kubah Italianate yang indah. Bangunan ini digambarkan oleh Bangkok Times, pada saat pembukaan sebagai “… sebuah istana besar dalam skala kecil”.  Perpustakaan Nielsen Hays diberi status “Historic Landmark” pada tahun 1986 oleh Asosiasi Arsitek Siam.

Kini, Neilson Hays Library menjadi perpustakaan umum dengan sistem keanggotaan. Meskipun demikian, perpusatakaan ini lebih dikenal sebagai perpustakaan untuk anak. Apalagi diediakan sudut koleksi untuk anak-anak. Sementara, setelah pintu masuk bagian ini, dijadikan galeri untuk ruang pameran lukisan dan karya seni lainnya.
Ruang baca anak.



Jika merasa lapar, pengunjung tidak perlu khawatir. Disini, disediakan pula kafe untuk menyantap hidangan bersama keluarga. Kafe yang terang ini mengombinasikan konsep dalam dan luar ruangan. Kafe yang didominasi dengan warna hijau, menjadikannya sebagai lokasi sempurna untuk beristirahat sejenak. Bahkan, kadang kala di sini diadakan kegiatan-kegiatan khusus, misalnya acara untuk anak-anak, pertemuan pengarang buku atau para seniman.

Secara pribadi saya senang berkunjung ke perpustakaan. Apalagi yang menyimpan koleksi buku-buku kuno seperti Neilson Hays Library. Saya membayangkan suatu hari buku saya berada di perpustakaan tersebut dan dibaca banyak orang.

(br)