Monday, November 5, 2012

[BUKU] KUMCER Remaja Benny Rhamdani COWOK KHAYALAN - Tamat


Peri-Periku
DULU ketika nenekku masih ada, nggak pernah aku lewatkan malam tanpa dongengnya. Yang paling kusuka kalau cerita itu ada tokoh peri-nya. Sayangnya, nenekku nggak pernah bisa menjelaskan, mengapa peri-peri itu harus perempuan.
“Sudah dari sananya, Sisi. Lagian kalau lelaki, namanya pasti bukan Peri, mungkin Parjo,” kata nenek.
“Ah, Nenek!” seruku tak puas. Sampai akhirnya nenek meninggal, aku belum menemukan jawaban yang pas.
Di bangku kelas empat SD, baru kutemukan sosok peri cowok. Mmm, sebenarnya dia juga manusia. Cuma, suatu hari aku lupa bahwa saat itu ada tugas menggambar. Sampai di kelas, buru-buru kukerjakan sebisaku. Sebenarnya, aku nggak begitu bisa karena Pak Minto mewajibkan murid perempuan menggambar bunga. Sampai tanda bel masuk berbunyi, aku masih belum yakin dengan apa yang telah kugambar.

Friday, November 2, 2012

[BUKU] KUMCER Benny Rhamdani GARA-GARA NAMA


Deja Vu

Akhir pekan ini, Mas Widi mengajak Tio menengok kampung kelahiran Kak Anis—tunangan Mas Widi. Agar ada teman berlibur, Tio diperbolehkan mengajak sahabatnya, Ibek. Tentu saja, Ibek senang. Sebab, ia juga belum pernah mengunjungi daerah Lembang yang berada di utara Kota Bandung.
"Aku sudah dengar, daerah itu sangat sejuk dan tenang," kata Ibek saat mobil yang dikendarai Mas Widi mulai melaju.

Thursday, November 1, 2012

[BUKU] Dongeng Benny Rhamdani PRITA & POHON KENARI - TAMAT






Prita dan Pohon Kenari

        Musim hujan tiba. Hampir setiap pulang sekolah, Prita terpaksa bermain di kamarnya yang sempit. Itu sebabnya ketika sore langit tampak cerah, Prita langsung mengayuh sepedanya keluar rumah. Dia tak lupa membawa beberapa buku cerita dalam keranjang.
        Ada satu tempat yang disukai Prita di sudut taman kota. Ia biasa duduk di bawah sebuah pohon kenari yang tumbuh di sisi telaga sambil membaca buku. Tapi, oala! Prita terkejut melihat Pak Penjaga Taman sedang mengecat pohon kenari kesayangannya.
        “Mengapa batang pohon kenarinya dicat, Pak?” tanya Prita heran sambil turun dari sepedanya.

Sunday, October 28, 2012

[TIPS] Melatih Ketrampilan Jurnalistik Kepada Anak





Karya perdana anak saya, Akhtar Aryanshah, di dunia jurnalistik sudah dipublikasi pada Minggu, 7 Oktober 2012, di koran Pikiran Rakyat.  Di sana memang tersedia lembar keren Warcil (wartawan cilik) untuk media melatih ketrampilan jurnalistik.

Thursday, October 25, 2012

[BUKU] Dongeng Benny Rhamdani RAMBUT TITO & BEL AJAIB - Tamat







Nyi Koneng

Sejak kecil, putri tunggal Bu Onih mengidap penyakit aneh. Pada tubuhnya, membercak kuning pada beberapa bagian. Lama-kelamaan, bercak kuning itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Itu sebabnya semua penduduk kampung memanggilnya Nyi Koneng.
Bu Onih sudah membawa Nyi Koneng berobat ke segala tempat, namun tak satu pun tabib yang mampu menyembuhkannya. Akhirnya, Bu Onih jatuh sakit. Sampai suatu pagi, saat Bu Onih merasa penyakitnya kian parah, ia memanggil Nyi Koneng.

Wednesday, October 24, 2012

[BUKU] Dongeng Benny Rhamdani PERAMAL ISTANA -Tamat





Peramal Istana


       Shallu sangat mencintai istrinya, Rawina. Apa saja yang diinginkan istrinya, ia berusaha menurutinya. Meski untuk itu, Shallu harus bekerja keras sebagai penjual buah keliling. Sampai suatu hari, istrinya meminta Shallu untuk berganti pekerjaan.
      "Aku ingin kau jadi pejabat istana, Suamiku," pinta Rawina.
      "Mengapa harus jadi pejabat istana?" tanya Shallu bingung.
     

Tuesday, October 23, 2012

[BUKU] Novel Anak AWAS INI RAHASIA - Tamat


Bab 1
Boleh Nyontek Asal Bayar

“Simpan dulu bukumu atuh, Nisa. Memangnya semalaman kamu belajar kurang cukup, ya?” usik Bu Ramli di meja makan saat sarapan.
Nisa menyimpan buku di tangannya itu ke sisi piring nasi gorengnya.
“Kasihan dikit  dong sama Ibu. Pagi-pagi sudah komat-kamit baca mantra biar nasi gorengnya sedap,” tambah  Pak Ramli setelah menyuap sesendok nasi ke mulutnya.
Nisa memandang ayahnya sesaat. Ia tersenyum kecil. “Wah, Ayah, kumisnya berfungsi ganda. Bisa buat saringan nasi goreng segala,” ledek Nisa.

[BUKU] NOVEL PRINCESS HAMESHA -Tamat

Aku Tidak Pesek

                “Farah! Jangan lewat sana!”
                Aku menengok. Shirley berlari mendekatiku dengan napas tersengal.
                “Tadi, aku lihat Dave dan gerombolannya di sana,” bisik Shirley. Kulihat jepit berbentuk capung di rambutnya bergoyang. Pagi ini, pasti dia membayangkan dirinya seorang Putri Capung.
                “Biar saja. Aku tidak takut. Aku harus buru-buru ke kelas sebelum Mrs. Angel menghukumku.” Aku melanjutkan langkahku.

Friday, October 5, 2012